Ketika Petugas Security Melayani dengan Hati

petugas security jne

Peserta pelatihan ‘From Service Excellence to Customer Experience’ berfoto seusai acara

JNEWS – Peran petugas security lebih dari sekadar petugas keamanan di lingkungan kerja. Sebagai salah satu garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, security menjadi “wajah” perusahaan sehingga diharapkan bisa ikut memberikan pengalaman dan kesan yang baik kepada pelanggan JNE.

Ini kurang lebih latar belakang pelatihan yang bertemakan ‘From Service Excellence to Customer Experience’ baru-baru lalu. Bertempat di Ballroom Utama JNE Tomang 11, training yang berlangsung secara offline dan online tersebut digelar selama 3 hari dan diikuti sekitar 150 petugas security baik dari kantor pusat maupun kantor cabang di daerah.

Kegiatan ini bertujuan agar petugas security nantinya mampu memberikan pelayanan yang profesional, bersikap humanis, terpercaya dan berorientasi kepada pelanggan.

Hadir sebagai pembicara dari eksternal perusahaan yakni Purwanto Edi, seorang pakar trainer sekaligus Sekjen ASQI dan Ketua V DPP APSI. Kemudian R. Dyah, Pengurus DPP ASQI dan Instruktur GADA.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto dalam sambutannya menyatakan, bahwa security yang merupakan salah satu garda terdepan JNE yang diharapkan memberikan service yang excellence kepada para pelanggan.

“Semua elemen di JNE harus memberikan pelayanan terbaik kepada customer. Security sebagai garda terdepan memang harus memberikan service excellence, akan tetapi sekarang itu saja tidak cukup, harus ditambah customer experience,” ungkapnya.

Menurut M. Feriadi, JNE terus maju dan bertumbuh bahkan menjadi perusahaan pengiriman terdepan di Tanah Air, salah satunya ditopang oleh keberadaan customer yang tetap setia menggunakan jasa JNE dan dari waktu ke waktu terus bertambah.

“Saya berpesan kepada semua petugas security agar memberikan pelayanan terbaik kepada para customer. Dari mulai turun dari kendaraan, harus disapa dengan senyuman dan bersikap humanis. Kesan yang baik membuat customer merasa nyaman sehingga nama JNE akan harum di mata mereka,” ujarnya.

Baca juga: Saat Karyawan JNE Menyatu dalam Kebersamaan di Lingkung Gunung

Sementara itu, ketua panitia training, Bonie, menambahkan bahwa di era digitalisasi dan era sosmed kepercayaan pelanggan sangat diperlukan sehingga para security juga harus lebih mendalami bagaimana cara melayani customer yang datang ke kantor-kantor JNE baik di kantor pusat maupun kantor cabang. “Ini menjadi salah satu alasan kenapa security perlu mengikuti training. Senyum, sapa, salam, tegas harus diterapkan oleh security. Pelanggan yang datang harus merasa nyaman, aman dan senang bertransaksi di JNE,” ujarnya.

Purwanto Edi, salah satu pemateri menyatakan saat ini pelayanan yang prima tidak cukup akan tetapi customer harus merasa bahagia. “Pelayanan prima sekarang ini tidak cukup akan tetapi security harus keren, bersikap humanis, bisa memberikan pelayanan yang baik dan yang membahagiakan pelanggan. Dengan demikian pelanggan akan kembali dan setia menggunakan jasa JNE,” terangnya.

Diungkapkannya, customer experience secara strategi bisnis akan membuat perusahaan terus bertumbuh, karena pelanggan akan tetap setia bahkan bisa terus bertambah dari waktu ke waktu. “Ini salah satu kunci agar JNE ke depan tetap bisa tumbuh berkembang lebih maju lagi, dan menjadi perusahaan terdepan di bidang pengiriman dan logistik Indonesia,” tandasnya. *

Exit mobile version