JNEWS – Di tengah percepatan transformasi digital, pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menghadapi lanskap bisnis yang berubah drastis. Kecerdasan buatan (AI) tak lagi sekadar teknologi canggih milik perusahaan besar, melainkan alat praktis yang kini semakin terjangkau. Di sisi lain, e-commerce dan social commerce membuka peluang pasar tanpa batas geografis, sekaligus meningkatkan persaingan.
Agar tetap relevan, UKM perlu mengadopsi strategi yang adaptif seperti memanfaatkan AI untuk efisiensi, mengoptimalkan social commerce untuk penjualan, dan membangun sistem fulfillment yang cepat serta hemat biaya.
*Infografik diolah dengan bantuan AI
