JNEWS – Dua pekan memasuki bulan Ramadan, volume kiriman JNE mulai menggeliat naik signifikan seperti musim-musim sebelumnya, terutama di wilayah JNE Regional Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon dan Cikarang (Jabodetabekcilcik).
Bahkan, menurut Head Region Sales JNE Jabodetabekcikcil, Satriadi, peningkatannya akan lebih baik dibandingkan dengan periode Ramadan tahun sebelumnya. “Tren shipment sudah tumbuh, bahkan sudah dimulai sejak awal Februari 2026, terutama dengan adanya campaign-campaign yang dilakukan tim Marketing JNE berhubungan dengan Ramadan atau dengan adanya perusahaan atau customer yang berulang tahun,” ujarnya.
“Sebelum Ramadan sudah terjadi kenaikan, order-order dari customer sudah banyak, seperti konveksi-konveksi, reseller-reseller, supplier besar sudah mempersiapkan stok, dan pada dua pekan Ramadan ini, kenaikan sudah signifikan menuju peak season sekitar H-7 Lebaran nanti,” ujar Satriadi, saat ditemui JNEWS di ruang kerjanya, Jumat (27/2/2026).
Diungkapkan Ksatria yang pernah lama menahkodai JNE Bandung ini, paket yang paling mendominasi berupa fashion seperti kerudung, busana Muslim kemudian kiriman ritel dan juga kiriman dari pelanggan korporasi.
“Kalau sudah mendekati Lebaran, untuk pelanggan korporasi di wilayah Regional Jabodetabekcilcik ini lebih ke kiriman kebutuhan industrial untuk pasar ritel seperti dari perusahaan minuman kemasan atau kaleng untuk stok di toko-toko. Lebaran tahun ini trend-nya agak berbeda, di mana kalau sebelumnya didominasi kiriman hampers dan yang lainnya,” jelasnya.
Bulan Ramadan yang disusul Lebaran, juga menjadi berkah bagi pelaku UMKM di area Jabodetebekcikcil, karena permintaan untuk produknya, seperti mukena, baju koko, hijab dan yang lainnya terus meningkat.
“Cabang Bogor, Tangerang, Bekasi hingga Cabang Cikarang pertumbuhannya cukup tinggi, karena banyak faktor pendukungnya, seperti adanya kawasan industri dan juga sebagai penyangga ekonomi Jakarta,” terang Satriadi.
Terkait produk layanan yang paling diminati oleh para customer di bulan Ramadan dan jelang Lebaran, yakni service Reguler, JTR dan disusul YES, namun dalam hal ini layanan JTR terus tumbuh volumenya karena peminatnya semakin banyak.
“Sebanyak 60% untuk destinasi antar-Jabodetabek, 30% destinasi ke kota-kota di Jawa dan Sumatera dan sisanya ke destinasi daerah lainnya. Jelang Lebaran juga banyak kiriman kendaraan, terutama sepeda motor yang dikirim oleh para pemudik,” bebernya.
Baca juga: Datangi Pintu ke Pintu, JNE Solo Optimistis Transaksi Pelanggan Naik 30 Persen Jelang Lebaran
Dari divisi sales Cabang Jakarta yang dipimpin Satriadi, untuk mengantisipasi lonjakan peningkatan kiriman, pihaknya telah melakukan analisa dan mapping yang selanjutnya ditindaklanjuti oleh bagian operasional.
“Kami juga mengantisipasi kiriman ke pelosok, seperti ke kawasan perbatasan Banten dan Sukabumi, bahkan ada kiriman dari luar negeri ke daerah kantong-kantong TKI dengan menambah armada kendaraan dan kurir, supaya barang-barang untuk Lebaran bisa sampai sebelum Lebaran,” tukasnya.
“Secara pertumbuhan, peak season Ramadan – Lebaran tahun ini untuk wilayah JNE Regional Jabodetabekcilcik peningkatannya sekitar 20%. Kami optimis dengan kerja keras semua tim akan berjalan sukses. Kiriman paket-paket untuk Lebaran akan diterima sebelum Lebaran, dengan demikian mereka akan merasa puas dan loyal kepada JNE,” tutup Satriadi yang sudah lebih seperempat abad berkarya di JNE dan tahun ini akan purnatugas. *
