JNEWS – JNE Sidoarjo menjalin kerja sama dengan dua universitas dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) guna mendukung dunia pendidikan sekaligus mencetak generasi unggul.
Seremonial penandatanganan kerja sama dengan UMSIDA berlangsung Senin (26/1/2026) di Gedung Rektorat Kampus 1 UMSIDA, oleh Kepala Cabang Utama JNE Sidoarjo, Ninil Indrasari bersama Dr. Kumara Adji Kusuma, S.Fil.I., CIFP, selaku Kepala Bidang Kesekretariatan UMSIDA.
Melalui kerja sama ini, JNE dan UMSIDA berkomitmen untuk membangun sinergi strategis dalam pengembangan SDM, peningkatan kompetensi mahasiswa, serta kolaborasi berkelanjutan antara dunia industri dan akademisi demi menciptakan generasi unggul dan siap bersaing di dunia kerja profesional.
Keesokan harinya, Selasa (27/1/2026), Ninil Indrasari kembali meneken MOU dengan UNUSIDA yang dilakukan berbarengan dengan acara Seminar Konsentrasi Prodi Manajemen. Dalam kesempatan ini, MOU ditandatangani bersama Wakil Dekan Fajultas Ekonomi UNUSIDA, Dr. Laily Muzdalifah, S.Pd., M.M. dengan disaksikan Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik UNUSIDA.
Menurut Ninil, MOU antara JNE dengan dua universitas tersebut merupakan bentuk kerja sama strategis bagi kedua belah pihak, dan merupakan salah satu wujud kepedulian JNE dalam dunia pendidikan dan pengembangan masyarakat di Sidoarjo.

“Dengan penandatanganan MOU ini, JNE mendapatkan akses untuk masuk ke talenta muda dalam proses rekrutmen SDM nantinya. Satu sisi bagi mahasiswa akan mendapatkan pengalaman secara praktis serta meningkatkan kemampuannya sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja,” ujar Ninil kepada JNEWS.
Baca juga: Bangun Jaringan, JNE Madiun Targetkan “Satu Desa Satu Agen”
Selain itu, dengan JNE masuk ke kampus bisa menstimulus para mahasiswa untuk lebih produktif dan mempunyai jiwa entrepreneur, karena JNE mempunyai beberapa program yang dapat dikolaborasikan dengan pihak kampus.
“Hal positif dengan kerja sama ini, JNE Sidoarjo dapat memperluas jaringan dan koneksi dengan akademisi sehingga dapat memberikan insight untuk pengembangan riset dan inovasi dalam bidang bisnis pengiriman dan logistik, seperti bagaimana peningkatan kualitas layanan,” tambahnya.
Adapun untuk pihak universitas atau akademisi dapat mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan sektor industri pengiriman dan logistik. “Kerja sama antara JNE dan universitas bukan sekedar brand awareness, akan tetapi ada value lebih yang berdampak signifikan bagi kedua belah pihak dan dapat meningkatkan kualitas SDM serta inovasi di Indonesia,” tandas Ninil. *