Pengamat Ekonomi dari Unpad: Logistik Terintegrasi Penting agar Pelaku E-commerce Cepat Tumbuh

logistik terintegrasi

Foto: Istimewa

JNEWS – Di era di mana konsumen mengharapkan barang sampai di depan pintu dalam hitungan jam, logistik bukan lagi sekadar urusan “antar barang”.

Pengamat Ekonomi dari Unpad, Wardhana mengatakan bagi pelaku e-commerce, logistik telah bertransformasi menjadi jantung dari strategi pertumbuhan. Kombinasi antara layanan fulfillment yang efisien dan penggunaan data real-time menjadi kunci utama untuk memenangkan persaingan pasar yang semakin ketat.

“Logistik yang terintegrasi punya peran sangat penting dan vital untuk  mendukung pelaku e-Commerce agar bisa cepat tumbuh serta berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, layanan fulfillment terintegrasi memungkinkan pelaku e-commerce untuk mengalihdayakan seluruh proses operasional pasca-penjualan. Mulai dari penyimpanan barang (storage), pengambilan pesanan (picking), pengemasan (packing), hingga pengiriman (shipping).

Dengan fulfillment, pemilik bisnis tidak perlu pusing memikirkan sewa gudang tambahan saat pesanan melonjak (misal: Harbolnas).

“Proses pengemasan yang profesional memastikan barang sampai ke tangan konsumen dalam kondisi sempurna sehingga meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Score),” kata Wardhana.

Kekuatan Data Real-Time dalam Rantai Pasok

Lebih lanjut dia menjelaskan logistik modern tidak berjalan dalam kegelapan sehingga dibutuhkan kehadiran integrasi teknologi memungkinkan aliran data terjadi secara instan (real-time).

Menurutnya, data real-time dapat mencegah terjadinya overselling (menjual barang yang stoknya habis) atau overstocking (penumpukan stok yang memakan biaya).

Selain itu, konsumen masa kini menuntut visibilitas sehingga status pengiriman yang akurat detik demi detik dapat membangun kepercayaan (trust) antara pembeli dan platform e-commerce.

“Dengan data historis yang bergerak cepat, pelaku usaha dapat memprediksi tren permintaan di wilayah tertentu dan menempatkan stok lebih dekat dengan calon pembeli (hyperlocal delivery),” ucapnya.

Warhana menjelaskan integrasi antara sistem penjualan (lokapasar) dengan sistem logistik (kurir dan pergudangan) menciptakan ekosistem yang mulus. Hal ini dapat dilihat dari rumus Keberhasilan e-Commerce, yakni Kecepatan + Akurasi + Efisiensi Biaya = Loyalitas Pelanggan.

Menurutnya, ketika sebuah e-commerce mampu memotong waktu proses pesanan (lead time) dari 24 jam menjadi hanya 2 jam berkat sistem fulfillment yang terotomatisasi, maka daya saing merek tersebut akan meningkat drastis.

Dia menilai logistik terintegrasi bukan lagi sekadar biaya operasional (cost center), melainkan investasi strategis.

“Dengan memanfaatkan layanan fulfillment yang mumpuni dan kekuatan data real-time, pelaku e-commerce dapat fokus pada inovasi produk dan pemasaran, sementara mesin logistik di belakangnya bekerja memastikan janji kepada pelanggan ditepati dengan sempurna,” katanya.

Baca juga: Tren Logistik 2026, Pengamat Ekonomi Sebut Hal Ini yang Perlu Dicermati Pelaku Usaha

 

 

 

Exit mobile version