JNEWS – Bangka Belitung punya kekayaan kuliner yang sayang dilewatkan untuk dinikmati. Banyak makanan khas Bangka Belitung yang sudah lama menjadi bagian dari menu harian warga lokal, bukan sekadar hidangan khusus di momen tertentu. Bahannya didominasi hasil laut, dimasak dengan cara sederhana dan tradisional.
Ada camilan kering yang menemani waktu santai, ada juga hidangan berkuah yang hampir selalu hadir di meja makan. Semua hadir dari kebiasaan makan yang tumbuh secara alami dan terus bertahan sampai sekarang.
Deretan Makanan Khas Bangka Belitung yang Wajib Dicicipi
Berikut ini beberapa makanan khas Bangka Belitung yang umum ditemui dalam keseharian, baik sebagai camilan maupun menu makan. Datang ke Bangka Belitung rasanya kurang lengkap kalau belum mencicipi deretan satu ini.
1. Ampiang
Ampiang, atau sering juga disebut empiang, dikenal sebagai makanan khas Bangka Belitung dengan tekstur renyah dan rasa gurih. Makanan ini dibuat dari campuran ikan laut, biasanya tenggiri, yang dicampur dengan sagu dan bumbu sederhana, lalu dibentuk pipih.
Setelah digoreng hingga berwarna kuning kecokelatan, ampiang menghasilkan tekstur garing yang gurih. Karena digoreng kering, camilan ini sering dijadikan buah tangan atau stok camilan di rumah.
Dibandingkan dengan otak-otak, ampiang punya karakter yang berbeda. Lebih beraroma ikan, tapi garing. Ampiang biasanya paling enak dimakan saat masih hangat, kadang ditemani cocolan cuka khas Bangka.
Baca juga: 5 Tempat Legendaris untuk Mencicipi Martabak Bangka di Jakarta
2. Kericu
Kericu, atau kricu, dikenal sebagai salah satu camilan khas Bangka yang cukup populer. Rasanya gurih, dibuat dari telur cumi-cumi yang padat gizi, lalu dicampur dengan sagu atau tapioka, dan diolah hingga jadi camilan kering.
Hingga sekarang, kericu masih banyak diproduksi dalam skala rumahan. Pusat pembuatannya paling banyak ditemukan di wilayah Sungailiat dan Belinyu. Karena dibuat oleh home industri, bentuk dan rasanya bisa sedikit berbeda antar produsen.
3. Getas
Getas adalah salah satu camilan yang cukup dikenal, terutama di Kota Pangkalpinang. Camilan ini berasal dari olahan hasil laut, yakni ikan dan cumi-cumi, yang dicampur dengan sagu, garam, serta bumbu lainnya.
Di beberapa tempat, getas juga dikenal dengan nama keretek. Rasanya gurih dan bisa dinikmati dalam berbagai cara. Selain dimakan begitu saja sebagai camilan, getas sering dijadikan pendamping nasi atau hidangan berkuah. Ada juga yang menikmatinya dengan cuka, mirip seperti kalau makan pempek. Karena itu, getas tidak cuma cocok buat ngemil, tapi juga pas jadi pelengkap makan.

4. Kemplang
Meski sama-sama berbahan ikan, kemplang berbeda dengan ampiang. Perbedaannya terlihat dari proses dan fungsinya. Kemplang melalui tahap pengeringan lalu dipanggang atau digoreng, dengan tekstur khas kerupuk. Berbeda dengan ampiang yang digoreng langsung tanpa proses pengeringan.
Kemplang ada dua jenis, yakni yang dipanggang atau dibakar dan yang digoreng. Kemplang bisa dibeli dalam kondisi siap santap atau mentah untuk dipanggang sendiri di rumah. Karena awet dan mudah dibawa, kemplang sering dijadikan oleh-oleh khas Bangka Belitung dan mudah ditemukan di Pangkalpinang maupun toko oleh-oleh.
Kemplang paling enak dinikmati bersama sambal terasi pedas-manis, terutama jenis kemplang panggang yang aromanya khas. Di Bangka, Belinyu termasuk daerah yang cukup dikenal sebagai penghasil kemplang.
5. Teritip
Teritip adalah makanan khas Bangka Belitung yang tidak akan banyak dijumpai di daerah lain. Bahan utamanya adalah siput laut yang diolah bersama garam dan gula kabung atau gula aren. Proses fermentasi ini memberi rasa khas yang cukup kuat dan berbeda dari olahan laut segar.
Setelah fermentasinya selesai, teritip tidak langsung dimakan begitu saja. Olahan ini akan dimasak ulang menjadi sambal dengan cara ditumis bersama cabai, bawang merah, bawang putih, terasi, dan serai. Hasilnya berupa sambal dengan rasa gurih dan aroma tajam yang biasa disantap sebagai pelengkap makan nasi.
6. Sambal Lingkung
Sambal lingkung merupakan salah satu makanan khas Bangka Belitung yang kerap dijadikan oleh-oleh. Bentuk dan teksturnya menyerupai abon, kering dan berserat, sehingga mudah disimpan dan dibawa. Sambal ini dibuat dari berbagai jenis ikan, seperti ikan hiu kecil, ikan parang, ikan tenggiri, atau ikan mayong, tergantung ketersediaan bahan.
Proses pembuatannya dimulai dengan mengukus atau merebus ikan hingga matang, lalu dagingnya dihaluskan. Setelah itu, ikan ditumis bersama aneka bumbu rempah sampai kering dan beraroma. Dalam penyajiannya, sambal lingkung bisa dimakan sebagai teman nasi panas. Selain itu, olahan ini juga sering digunakan sebagai isian lemper atau roti karena rasanya gurih dan praktis.

7. Lempok Cempedak
Lempok cempedak termasuk salah satu makanan khas Bangka Belitung yang cukup populer. Karena itu, juga sering dibeli sebagai oleh-oleh dan mudah ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh di Bangka Belitung.
Sesuai namanya, lempok dibuat dari buah cempedak yang diolah hingga menghasilkan rasa manis legit dan tekstur kenyal. Bentuknya mirip dodol, dipotong kecil-kecil agar mudah disantap.
8. Asinan Kelubi
Kuliner khas Bangka Belitung satu ini berbahan dasar buah kelubi. Buah ini masih satu keluarga dengan salak hutan, sehingga rasanya asam-asam segar. Kalau sudah diolah jadi asinan, rasanya pun jadi kombinasi asam dan manis yang segar. Makanan ini juga cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh karena ada yang dikemas rapi dalam botol atau plastik.
9. Siput Gonggong
Siput gonggong merupakan salah satu makanan khas Bangka Belitung yang cukup mudah ditemukan. Banyak penjual yang menyajikannya, terutama di daerah pesisir dan tempat makan seafood. Bahan utamanya adalah siput laut.
Cara pengolahannya dengan direbus atau digoreng, lalu disajikan bersama sambal. Untuk memakannya, daging siput dikeluarkan dari cangkangnya menggunakan tusuk gigi. Setelah itu, siput dicelupkan ke sambal sebelum disantap.
10. Berego
Berego ini mirip lontong opor, tapi bahan dasarnya berbeda. Berego dibuat dari campuran tepung beras dan sagu, sehingga teksturnya lebih lembut dan sedikit kenyal dibanding lontong biasa.
Dalam penyajiannya, berego biasanya disantap bersama kuah kari ikan yang gurih. Makanan khas Bangka Belitung ini jarang disajikan sendiri, biasanya menjadi satu rangkaian menu dengan hidangan khas Bangka Belitung lainnya seperti gangan atau lakso.
11. Bong Li Piang
Bong li piang termasuk salah satu makanan khas Bangka Belitung dengan tekstur lembut seperti bantal. Kue ini terbuat dari campuran tepung terigu, santan, dan gula aren. Umumnya kue ini berisi selai nanas, tapi juga ada varian isi lainnya. Kue ini begitu populer sehingga sering dibeli sebagai oleh-oleh.
12. Lempah Kuning
Hidangan sup ikan khas Bangka Belitung ini berwarna kuning cerah, yang berasal dari kunyit. Rasanya asam-asam segar, karena dibumbui asam kandis atau potongan nanas. Isinya biasanya ikan laut segar seperti tenggiri atau kakap, dan cocok dimakan bersama nasi hangat. Dalam penyajiannya, lempah kuning sering ditambahkan potongan nanas atau daun kedondong untuk memperkuat rasa asam. Di wilayah Belitung, hidangan ini juga dikenal dengan nama gangan dan termasuk menu yang sering muncul dalam makan sehari-hari.
13. Rusip
Rusip adalah salah satu kondimen fermentasi khas Bangka Belitung yang cukup dikenal dengan aromanya yang kuat. Bahan dasarnya ikan kecil seperti bilis atau teri yang difermentasi bersama garam, gula aren, dan air kerak nasi selama beberapa hari. Proses ini menghasilkan rasa yang asin, gurih, dan asam, dengan karakter yang tajam dan khas. Setelah itu, rusip diolah lagi denga tambahan cabai, bawang merah, dan perasan jeruk kunci.
Rusip biasanya hadir sebagai pelengkap makan nasi hangat. Rasanya cocok dipadukan dengan lalapan seperti daun singkong rebus, mentimun, terung, atau lauk goreng. Salah satu daerah yang dikenal sebagai sentra pembuatan rusip berada di Desa Batu Belubang, Bangka Tengah.
14. Cincalok
Cincalok, yang juga dikenal dengan sebutan kecalok, merupakan salah satu makanan khas Bangka Belitung berbahan dasar udang rebon. Udang kecil berwarna merah muda difermentasi bersama garam, dan pada beberapa proses ditambahkan nasi, selama satu sampai dua minggu.
Selanjutnya, ada yang suka mengolahnya lagi menjadi sambal dengan cabai dan perasan jeruk kunci, ada juga yang memasukkannya ke dalam tumisan seperti kangkung. Selain dimakan langsung sebagai sambal, cincalok juga sering dijadikan bahan olahan lain sesuai selera. Saat ini, cincalok banyak dijual dalam kemasan botol atau jar dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

15. Mi Bangka
Mi Bangka adalah hidangan mi yang cukup dikenal luas. Mi-nya kenyal dengan topping ikan atau daging. Kuahnya gurih dan ringan. Paling enak disantap panas-panas.
Mi Bangka merupakan menu utama, dengan porsi yang cukup mengenyangkan. Banyak warung mi Bangka punya racikan bumbu sendiri. Hidangan ini cocok dimakan kapan saja, pagi atau malam.
16. Lakso Bangka
Lakso juga menjadi salah satu makanan khas Bangka Belitung yang sering dicari selain mi Bangka. Berbeda dari mi pada umumnya yang berbahan terigu, lakso dibuat dari campuran tepung beras dan tepung sagu. Bahan ini membuat warna mi tampak putih dan teksturnya lembut, sekilas mirip pantiaw.
Lakso biasanya akan disiram kuah ikan yang dicampur santan kuning. Rasanya gurih dan kaya dengan rempah seperti ketumbar, kemiri, bawang merah, dan kunyit.
17. Pantiaw
Pantiaw mirip dengan kwetiau, tapi punya karakter sendiri. Teksturnya lebih lembut. Pantiaw bisa disajikan kering atau berkuah. Rasanya cenderung ringan dengan topping seperti ikan atau daging. Pantiaw cocok untuk yang tidak suka rasa terlalu kuat. Hidangan ini cukup populer sebagai pilihan makan siang. Pantiaw sering jadi alternatif selain mi Bangka.
Baca juga: 12 Makanan Khas Melayu yang Paling Populer di Indonesia dan Malaysia
Deretan makanan khas Bangka Belitung di atas bisa ditemui dengan cukup mudah di berbagai tempat. Jenisnya beragam, dari camilan sampai makanan berat yang biasa dimakan sehari-hari.











