9 Makanan Khas Chile yang Menarik untuk Dicicipi Saat Berkunjung

JNEWS – Makanan khas Chile banyak dibuat dengan bahan dan cara pengolahan yang khas. Di wilayah pesisir, ikan segar dan kerang menjadi bahan utama berbagai masakan, sementara jagung, daging sapi, dan kentang banyak digunakan dalam hidangan rumahan.

Beberapa hidangan Chile memiliki sejarah panjang dan masih disajikan dalam kehidupan sehari-hari maupun perayaan tertentu. Cara penyajiannya pun beragam. Ragam kuliner tersebut membuat makanan Chile memiliki banyak pilihan dengan karakter rasa dan bahan yang beragam.

Makanan Khas Chile yang Wajib Dicicipi

Makanan Khas Chile yang Menarik untuk Dicicipi Saat Berkunjung

Selain menawarkan pemandangan alam yang memukau, Chile juga punya kekayaan kuliner yang menarik untuk dicoba. Negara di kawasan Amerika Selatan ini memiliki beragam hidangan dengan cita rasa khas, dengan pengaruh budaya lokal dan tradisi yang masih bertahan hingga sekarang.

Ada banyak makanan khas Chile yang menarik untuk dicicipi saat berkunjung ke negara ini. Berikut beberapa di antaranya.

1. Pastel de Choclo

Di Chile, jagung secara tradisional diolah menjadi pai gurih bernama Pastel de Choclo. Makanan khas Chile ini berisi daging sapi cincang berbumbu atau pino, potongan ayam, telur rebus, zaitun hitam, dan kismis. Seluruh isian ditempatkan dalam wadah, kemudian ditutup dengan adonan jagung manis yang dibuat dari jagung serut. Setelah dipanggang, lapisan jagung akan menguning dan sedikit terkaramelisasi.

Perpaduan daging berbumbu, kismis, dan jagung menghasilkan cita rasa gurih dengan sentuhan manis. Pastel de Choclo secara tradisional dimasak menggunakan mangkuk tanah liat yang membantu mempertahankan panas selama proses pemanggangan.

2. Empanadas de Pino

Pastel panggang khas Chile ini berukuran cukup besar. Bagian dalamnya diisi pino, yaitu tumisan daging sapi giling dan bawang bombay, lalu dilengkapi sebutir zaitun hitam, kismis, serta potongan telur rebus.

Setelah adonan dilipat dan bagian tepinya dirapatkan, empanada dipanggang hingga matang. Isian daging dan bawang memberikan rasa gurih, sedangkan kismis menambahkan sedikit rasa manis. Empanadas de Pino juga kerap hadir dalam perayaan budaya dan acara keluarga di Chile.

3. Cazuela

Sup tradisional Chile ini terdiri atas kuah kaldu bening, dilengkapi kentang, labu, jagung manis atau choclo, serta bumbu yang memperkaya aroma kuah. Daging dan sayurannya dimasak bersama hingga empuk, sementara kaldu menyerap cita rasa dari setiap bahan. Potongan isiannya tetap disajikan dalam ukuran besar sehingga sup ini cukup mengenyangkan untuk dijadikan menu utama.

Cazuela kerap disantap saat musim dingin dan menjadi salah satu hidangan rumahan yang akrab dalam keseharian masyarakat Chile.

4. Chorrillana

Chorrillana, kuliner yang berasal dari Valparaíso, kota pelabuhan di Chile ini terdiri atas kentang goreng dalam porsi besar. Di atasnya kemudian ditumpuk irisan daging sapi tumis, sosis, serta bawang bombay yang dimasak hingga kecokelatan. Sebagai pelengkap, telur mata sapi diletakkan di bagian paling atas.

entang yang renyah berpadu dengan daging gurih, bawang bercita rasa manis, dan telur yang lembut. Porsinya cukup besar sehingga Chorrillana sering disantap bersama teman atau keluarga. Hidangan ini juga banyak dijumpai di bar dan restoran yang menyajikan makanan khas Chile.

5. Completo Italiano

Alpukat tumbuk, tomat cincang, dan mayones menjadi topping utama yang membuat Completo Italiano tampil berbeda dari hot dog pada umumnya. Makanan cepat saji khas Chile ini menggunakan roti panjang berisi sosis, lalu diberi topping dalam jumlah melimpah.

Nama Italiano merujuk pada warna topping yang menyerupai bendera Italia, yaitu hijau dari palta atau alpukat, putih dari mayones, dan merah dari tomat.

Sosis menambahkan rasa gurih, alpukat menambah tekstur lembut, sedangkan tomat menghadirkan kesegaran. Completo Italiano mudah dijumpai di kedai maupun gerai makanan jalanan di Chile.

6. Sopaipillas con Pebre

Labu menjadi salah satu bahan yang memberikan ciri khas pada sopaipillas, camilan berupa roti pipih yang digoreng hingga matang. Adonannya terdiri dari tepung dan labu, teksturnya lembut dengan sedikit rasa manis.

Sopaipillas kerap disantap selagi hangat, terutama saat cuaca dingin. Untuk menambah cita rasa, camilan ini dapat disajikan bersama pebre, saus tradisional Chile yang dibuat dari tomat cincang, bawang, cabai, ketumbar, dan minyak zaitun.

Rasa segar dan sedikit pedas dari pebre melengkapi gurihnya sopaipillas. Sajian ini populer sebagai makanan jalanan maupun hidangan pembuka.

7. Machas a la Parmesana

Keju parmesan yang meleleh di atas kerang menjadi ciri khas Machas a la Parmesana. Makanan khas Chile yang masuk dalam kategori seafood ini menggunakan machas, sejenis kerang lokal yang dikenal sebagai razor clam.

Kerang dimasak langsung di dalam cangkangnya dengan tambahan mentega, sedikit anggur putih, dan parmesan, kemudian dipanggang hingga matang. Lelehan keju memberikan rasa gurih, sementara mentega dan anggur putih menambah aroma pada hidangan. Daging machas sendiri memiliki cita rasa laut yang khas.

Makanan ini banyak ditemukan di restoran seafood, terutama di wilayah pesisir Chile yang kaya akan hasil laut segar.

8. Ceviche Chileno

Ikan segar menjadi bahan utama Ceviche Chileno, makanan khas Chile yang disajikan dalam keadaan mentah setelah dimarinasi dengan perasan lemon. Jenis ikan yang kerap digunakan antara lain reineta dan corvina.

Ikan dipotong menjadi bagian kecil, lalu dicampur dengan bawang merah, ketumbar, dan cabai hijau. Air lemon memberikan rasa asam segar sekaligus mengubah tekstur permukaan ikan selama proses marinasi. Dalam versi Chile, potongan ikan umumnya dibuat lebih halus dibandingkan ceviche Peru.

Perpaduan ikan, lemon, dan bumbu segar membuat hidangan ini cocok disajikan sebagai makanan pembuka, terutama di restoran kawasan pesisir.

9. Curanto

Curanto merupakan hidangan khas Pulau Chiloé di Chile. Hidangan ini masih dimasak secara tradisional dengan batu panas.

Prosesnya dimulai dengan membuat lubang di tanah, kemudian memasukkan batu-batu yang telah dipanaskan sebagai sumber panas. Berbagai bahan makanan, seperti kerang, ikan, daging ayam, daging babi, kentang, dan kue kentang bernama milcao, disusun di atas batu tersebut. Tumpukan bahan kemudian ditutup dengan daun nalca, agar panas dan uap terperangkap selama proses memasak.

Hasilnya adalah hidangan dengan perpaduan cita rasa seafood, daging, dan kentang. Curanto juga kerap disiapkan dalam acara kebersamaan bersama keluarga atau komunitas.

Baca juga: Itinerary Norwegia 6 Hari: Perjalanan dari Oslo hingga Bergen

Sembilan hidangan ini memperlihatkan bahwa makanan khas Chile tersaji bukan sekadar urusan mengenyangkan perut. Di dalamnya tersimpan pertemuan budaya, hasil bumi, dan tradisi yang membentuk identitas bangsa.

Exit mobile version