8 Makanan Khas Papua Nugini dengan Cita Rasa Unik

JNEWS – Kalau membahas makanan khas Papua Nugini, banyak orang mungkin belum terlalu familier dibanding kuliner dari negara Asia lainnya. Padahal, negara tetangga Indonesia ini punya beragam hidangan tradisional dengan bahan dan cara masak yang cukup unik.

Beberapa di antaranya bahkan terasa cukup dekat dengan kuliner Indonesia Timur, terutama dari Papua, Maluku, dan wilayah pesisir Pasifik.

Daftar Mkanan Khas Papua Nugini yang Menarik untuk Dicoba

Mengenal Tradisi Bakar Batu: Ritual Kuno yang Tetap Hidup hingga Kini

Makanan khas Papua Nugini banyak dipengaruhi kondisi alam dan budaya masyarakatnya. Daerah pegunungan punya hidangan hangat dan padat karbohidrat, sementara kawasan pesisir lebih akrab dengan ikan segar dan santan kelapa. Bumbunya memang tidak terlalu rumit, tetapi perpaduan bahan lokal membuat rasanya punya ciri khas sendiri.

Berikut beberapa makanan khas Papua Nugini, yang bahkan beberapa di antaranya masih dimasak secara tradisional untuk acara adat.

1. Mumu

Kalau di Papua Indonesia ada tradisi bakar batu, masyarakat Papua Nugini punya mumu. Teknik memasak tradisional ini memakai lubang tanah dan batu panas untuk mematangkan daging, ubi, serta sayuran secara perlahan. Semua bahan disusun berlapis lalu ditutup daun-daunan sampai aromanya benar-benar meresap.

Mumu biasanya hadir dalam acara besar seperti pesta adat, pernikahan, atau festival budaya. Proses memasaknya pun beramai-ramai, dikerjakan bersama sambil diiringi tarian dan lagu tradisional. Setelah matang, makanan dihidangkan di atas daun pisang besar dan disantap langsung menggunakan tangan.

Baca juga: Mengenal Tradisi Bakar Batu: Ritual Kuno yang Tetap Hidup hingga Kini

2. Saksak

Teksturnya lembut, kenyal, dan mirip bubur sagu hangat. Itulah saksak, dessert tradisional sekaligus makanan khas Papua Nugini yang cukup populer. Bahan utamanya berasal dari pati sagu yang dimasak bersama santan, kadang diberi tambahan gula atau potongan buah supaya rasanya lebih manis.

Karena sagu menjadi sumber pangan penting di kawasan Pasifik, makanan seperti saksak cukup mudah ditemukan dalam keseharian masyarakat setempat. Rasanya ringan dan tidak terlalu berat setelah makan utama.

3. Kokoda

Sepiring ikan segar, perasan jeruk, dan santan kental jadi kombinasi utama dalam kokoda. Hidangan khas pesisir Pasifik ini memakai ikan mentah yang “dimatangkan” memakai asam jeruk sampai teksturnya berubah lebih lembut. Setelah itu, santan ditambahkan untuk memberi rasa gurih yang creamy.

Sekilas, konsepnya mirip gohu ikan dari Indonesia Timur. Bedanya, kokoda punya kuah santan yang lebih dominan. Di wilayah pesisir Papua Nugini dan Fiji, makanan ini sering disajikan dingin dalam batok kelapa dan dimakan bersama keripik talas atau pisang bakar. Lezat sekali!

4. Kaukau

Di Papua Nugini, ubi jalar punya posisi yang jauh lebih penting dibanding sekadar camilan atau makanan selingan. Warga setempat menyebutnya Kaukau, dan bahan pangan ini menjadi sumber karbohidrat utama bagi banyak masyarakat, terutama di daerah pegunungan. Hampir setiap hari kaukau hadir di meja makan, baik direbus saja maupun dimasak bersama hidangan lain.

Jumlah varietas ubi di sana juga sangat banyak, bahkan mencapai ribuan jenis. Ada yang berwarna pucat, ungu, sampai oranye terang.

Selain dimakan langsung, kaukau sering diolah menjadi menu yang lebih menarik seperti Baked Coconut Kaukau. Dalam hidangan ini, ubi panggang dihancurkan lalu dicampur santan, minyak kelapa, jahe, dan mentega sebelum dipanggang ulang. Ada pula Kaukau na Painap, sate ubi dan nanas bakar yang punya perpaduan rasa manis dan gurih.

5. Kol Pisang

Nama makanan khas Papua Nugini satu ini memang terdengar seperti kolak pisang, tapi isi dan rasanya benar-benar berbeda.

Kol pisang di Papua Nugini lebih dekat ke lauk rumahan gurih daripada makanan penutup. Sajiannya berupa sayuran hijau dimasak bersama potongan pisang dalam kuah santan dan bumbu.

Pisang yang digunakan pun masih hijau atau setengah matang sehingga teksturnya tetap padat saat direbus. Hasil akhirnya lebih mirip kentang empuk. Kombinasi santan, sayuran, dan pisang membuat makanan ini cukup mengenyangkan untuk disantap sehari-hari.

6. Bugandi Soup

Udara dingin pegunungan membuat makanan berkuah hangat jadi pilihan utama masyarakat Papua Nugini. Salah satu yang cukup dikenal adalah bugandi soup, sup tradisional dengan kuah kaldu yang lembut dan mengenyangkan. Hidangan ini sering dimakan setelah bekerja di ladang atau saat suhu sedang dingin.

Rahasia tekstur kuah makanan khas Papua Nugini ini ada pada ubi jalar atau kaukau yang ikut direbus bersama kaldu ayam maupun babi. Sebagian potongan ubi akan hancur selama proses memasak dan membuat kuah menjadi sedikit lebih kental. Rasanya gurih ringan dengan sentuhan manis alami dari ubi. Di beberapa daerah, telur juga ditambahkan ke dalam kuah panas sehingga hidangan ini dikenal sebagai Bugandi Egg Drop Soup.

7. Talas Santan

Sepanci talas rebus dan santan kental sudah cukup menjadi makanan utama bagi banyak warga Papua Nugini. Hidangan yang juga disebut creamed taro ini cukup mengenyangkan. Talas dipilih karena mudah ditanam dan sudah lama menjadi sumber karbohidrat penting di berbagai wilayah negara ini.

Versi rumahan sering dibuat lebih lengkap dengan tambahan bawang bombay, bawang daun, ayam, atau daging babi bertulang agar kuahnya makin gurih. Beberapa keluarga juga ada yang suka memasukkan pisang raja mengkal ke dalam rebusan santan. Campuran talas dan pisang menghasilkan tekstur padat dengan rasa gurih yang lembut saat dimakan hangat.

8. Sosis Domba

Orang yang pernah datang ke kawasan perbatasan Skouw dan Wutung biasanya langsung mengenali satu makanan khas Papua Nugini yang cukup mencolok ini. Ya, sosis PNG.

Ukurannya jauh lebih besar dibanding sosis pada umumnya sampai sering dijuluki “sosis sebesar singkong”. Kuliner ini cukup populer di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.

Sosis domba ini paling sering dimasak dengan cara dibakar di atas arang. Saat lemaknya mulai meleleh, aroma asap dan daging panggang akan segera tercium.

Di sekitar perbatasan, makanan ini banyak dijual di kios sederhana dan sering dimakan selagi panas bersama sambal atau roti.

Baca juga: Lembah Baliem: Sejarah, Budaya, dan Keindahan Alam Papua

Di tengah gempuran makanan modern dan kuliner viral yang silih berganti, masyarakat Papua Nugini masih mempertahankan cara makan yang sangat dekat dengan alam dan tradisi. Beberapa rasanya mungkin terasa asing bagi sebagian orang, tetapi ada juga yang langsung mengingatkan pada makanan khas Indonesia Timur. Hubungan budaya yang dekat itu membuat makanan khas Papua Nugini bukan cuma menarik untuk dicoba, tetapi juga terasa cukup akrab di lidah Asia Pasifik.

Exit mobile version