7 Makanan yang Dilarang Dibawa di Pesawat yang Perlu Diperhatikan Penumpang

JNEWS – Memilih pesawat sebagai transportasi udara, ada sejumlah peraturan yang wajib dipatuhi oleh penumpang agar aman dan nyaman selama perjalanan. Salah satunya adalah terkait makanan yang dilarang untuk dibawa di pesawat.

Aturan terkait barang, makanan dan minuman apa saja yang bisa dibawa di pesawat diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Sedangkan aturan teknis terkait keamanan, seluruh maskapai mengacu pada standar internasional seperti Transportation Security Administration (TSA).

Ketahui 7 Makanan yang Dilarang Dibawa di Pesawat

Ada alasan kuat mengapa sejumlah barang, makanan hingga minuman dilarang oleh maskapai dan memiliki landasan hukum yang kuat terkait hal tersebut. Karena peraturan pelarangan tersebut dibuat untuk mencegah terjadinya bahaya yang mengancam keselamatan penumpang dan awak kabin, seperti ledakan, kebakaran, penyebaran virus hingga gangguan terhadap sistem pesawat.

Bahkan di beberapa negara telah menetapkan aturan khusus yang lebih ketat tentang makanan yang dilarang. Contohnya Korea Selatan yang melarang penumpang membawa makanan dari hasil pertanian dengan segala bentuk kemasan, termasuk bumbu pecel, saus, bumbu dapur kemasan, bawang goreng hingga kopi.

Oleh karena itu, bagi yang berencana menggunakan transportasi udara ini, sebaiknya mengetahui apa saja makanan yang dilarang untuk dibawa baik masuk ke bagasi atau kabin. Berikut ulasannya.

7 Makanan yang Dilarang Dibawa di Pesawat yang Perlu Diperhatikan Penumpang

1. Makanan Cair

Dikutip dari website Transportation Security Administration (TSA), penumpang diizinkan membawa cairan, aerosol, gel, krim dengan ukuran 100 mililiter per item. Barang-barang tersebut dikemas dalam kantong kecil dan diletakkan terpisah dari tas kabin untuk memudahkan prosedur pemeriksaan.

Dengan aturan tersebut, tak hanya barang seperti sabun atau sampo saja yang dibatasi tapi termasuk di dalamnya makanan berkuah dan bersaus. Makanan tersebut tidak boleh dibawa dalam jumlah besar ke dalam kabin.

Beberapa contoh makanan yang dilarang termasuk ke dalam kategori ini seperti soto, rawon, bakso berkuah, sambal botolan, kecap, saus tomat, rendang dengan lemak cair, selai, krim, yogurt, makanan bersantan hingga opor ayam.

Khusus kecap dan sejenisnya, banyak yang tidak menyadari bahwa saus tersebut masuk kategori cairan bukan padat.

Makanan cair tersebut apabila dibawa ke dalam kabin pesawat berpotensi menimbulkan kekacauan akibat kuah yang tumpah atau wadah saus yang bocor. Tekanan di udara bisa membuat wadah mengembang dan bocor, sehingga akan mengotori kabin, meninggalkan bau tidak sedap, dan kemungkinan besar penumpang lain bisa terkena imbasnya.

Baca juga: 10 Tips Memilih Makanan di Pesawat agar Tidak Menyebabkan Jet Lag

2. Makanan Kaleng

Makanan kaleng sebenarnya bisa dibawa ke kabin dan bagasi tercatat. Namun, balik lagi harus diperhatikan aturan 3-1-1 dari TSA menyangkut barang cair, aerosol, krim, gel, dan paste yang hanya diizinkan dibawa dalam kemasan 100 ml.

Jadi, makanan kaleng termasuk makanan yang dilarang karena dianggap sebagai produk cair. Karena ada pembatasan jumlah cairan yang bisa dibawa, maka makanan kalengan akan melewati prosedur yang lebih ketat bahkan bisa berujung disita oleh petugas.

Selain makanan kaleng, minuman bersoda seperti bir, cola, krim kocok aerosol atau whipped cream spray juga dilarang dibawa di pesawat. Minuman-minuman tersebut berpotensi meledak, tumpah dari wadah yang bocor sehingga akan mengotori kabin dan juga mengganggu kenyamanan perjalanan.

3. Makanan dengan Bau Menyengat

Naik transportasi umum seperti pesawat, kita tidak boleh egois dengan mengorbankan kenyamanan penumpang lain demi bisa membawa makanan favorit. Sebagai contoh, apabila kita menyukai buah durian, bukan berarti bisa membawanya saat naik pesawat. Mengapa demikian? Buah durian termasuk kategori makanan dengan bau menyengat.

Makanan dengan aroma menyengat bisa mengganggu orang lain yang tidak tahan dengan bau tersebut dan bisa menciptakan suasana tidak nyaman selama perjalanan. Oleh karena itu, hindari membawa makanan yang dilarang berikut ini karena masuk kategori makanan dengan bau menyengat:

4. Makanan yang Mudah Meleleh

Perlu diingat bahwa tidak semua makanan bisa tahan terhadap perubahan tekanan udara dan suhu di dalam pesawat. Ketika pesawat berada di ketinggian sekitar 30.000 kaki atau lebih, akan terjadi perbedaan tekanan dan suhu kabin yang bisa menyebabkan beberapa jenis makanan mudah meleleh, hingga bocor.

Hal ini akan membuat makanan tersebut tumpah dan merusak isi tas kabin. Potensi cairan menyebar ke tas penumpang lain menjadi besar. Inilah mengapa makanan yang dilarang dibawa ke pesawat dengan kategori mudah meleleh harus diperhatikan karena kadang penumpang tidak menyadarinya.

Beberapa makanan mudah meleleh, bocor dan memiliki risiko tinggi dibawa ke pesawat seperti:

5. Makanan Mentah

Membawa makanan mentah seperti hasil laut dan daging segar adalah tindakan terlarang. Terdapat beberapa aturan karantina pangan yang ketat di berbagai negara sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit hewan dan juga kontaminasi biologis. Inilah alasan utama mengapa produk hewani mentah dan segar dilarang keras dibawa ke pesawat dan masuk ke wilayah negara lain.

Apabila penumpang diketahui membawa produk hewani mentah seperti daging mentah, ikan segar, udang, kepiting, cumi, biasanya akan disita di bandara tujuan. Risiko lain, penumpang akan dikenakan denda dalam jumlah cukup besar apabila tidak membuat laporan saat melewati bea cukai.

6. Buah

Barangkali tidak ada yang menyangka bahwa buah masuk ke dalam daftar makanan yang dilarang dibawa di pesawat. Namun, beberapa buah seperti pisang atau mangga yang terlalu matang akan cepat rusak dan bisa menumpahkan cairannya di kabin, terlebih saat tekanan atau suhu mengalami perubahan. Selain itu, buah-buahan segar dikhawatirkan bisa membawa hama yang bisa merusak tanaman lokal.

Bahkan di Amerika Serikat menetapkan makanan yang dilarang seperti buah, baik utuh maupun sudah dipotong untuk penumpang dari Puerto Rico Kepulauan Virgin, dan Hawai. Larangan tersebut bertujuan untuk menghindari terjadinya potensi risiko hama dan penyakit terhadap pertanian Amerika Serikat.

7. Minyak, Madu, dan Cuka

Minyak, madu, dan cuka masuk ke dalam kategori makanan cair. Jadi, sesuai ketentuan dari TSA, batas maksimal yang bisa dibawa adalah 100 ml. Apabila penumpang membawa lebih dari berat tersebut, petugas berhak untuk menyita. Atau bisa memasukkannya ke dalam bagasi terdaftar dan lebih aman lagi dengan mengirimkannya lewat ekspedisi.

Baca juga: Cara Naik Pesawat dengan Transit: Hal yang Perlu Diketahui untuk Pemula

Dari daftar makanan yang dilarang di atas, ada beberapa yang memang masih ada kelonggaran untuk dibawa asalkan dikemas dengan baik. Seperti rendang, wajib dikemas dalam kemasan kedap udara sehingga menghindari potensi bocor. Botol kecap dan saus, bisa dibawa asalkan dikemas menggunakan bubble wrap yang cukup tebal, jadi mengurangi risiko bocor.

Dengan mematuhi peraturan terkait makanan yang dilarang dibawa di pesawat, kenyamanan dan keamanan selama perjalanan lebih terjamin.

Exit mobile version