Masa Libur Idul Adha Membuat Operator Angkutan Barang Dirugikan

Idul Adha operator angkutan barang merasa dirugikan pada arus balik

OPERASIONAL TRUK BARANG SAAT MUDIK (foto: Antara)

Masa libur Idul Adha tahun ini ternyata tidak membuat perusahaan operator angkutan barang merasa senang. Pasalnya mereka justru merasa dirugikan akibat kendaraan tiga sumbu roda dan bermuatan berat atau truk ODOL (Over Dimesion Over Load) dilarang melintas jalan bebas hambatan (tol) selama arus balik.

Menurut Ketua DPP Organda Adrianto Djokosoetono, penerapan larangan melintas ini membuat perusahaan angkutan barang menjadi kesulitan mengubah jadwal yang sudah ditetapkan. Ia pun memberikan saran kepada pemerintah agar menjalankan lagi proses implementasi bebas ODOL.

“Sebaiknya pemerintah perlu menjalankan lagi proses pengaturan dan penertiban implementasi bebas ODOL terutama di jalan tol seperti yang sudah dicanangkan,” paparnya.

Meski merasa dirugikan, pihaknya juga menghimbau kepada pengusaha swasta untuk tetap mengikuti keputusan pemerintah. “Yang penting ke depannya hal ini dapat dilakukan dengan waktu yang cukup. ODOL ini jadi insiden yang menyebabkan pertimbangan angkutan barang juga dialihkan,” ujarnya.

Baca Juga: Kinerja JNE Semester I 2020 Memuaskan

Pembatasan angkutan barang sumbu 3 ke atas yang masuk jalan tol mulai dari Jawa Timur dan Jawa Tengah ke arah Jawa Barat dan Jakarta (arah Timur ke Barat) diberlakukan pada Minggu (2/8/2020) pukul 08.00 WIB sampai dengan Senin (3/8/2020) pukul 08.00 WIB. Larangan melintas bagi truk ODOl dan kendaraan tiga sumbu roda ini diterapkan sebagai langkah untuk mengantisipasi terjadinya kepadatan lalu lintas selama arus balik libur Idul Adha.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan pihaknya secara siap menyeleksi angkutan barang dari arah Timur ke Barat Pulau Jawa. “Mulai dari Surakarta dan Gerbang Tol Krapyak, juga akan diperketat di Gerbang Tol Kanci untuk kemudian dialihkan ke jalan arteri Pantura,” ujarnya.

Proses pengalihan angkutan barang ini pun melibatkan berbagai macam pihak. Budi mengatakan bahwa dirinya juga meminta kepada petugas di lapangan agar ditambah jumlahnya serta berkoordinasi dengan Kepolisian, BPTD, dan Dishub Prov, Kota/Kabupaten setempat.

Untuk memperlancar arus balik, pihak kepolisian bersama operator jalan tol akan menerapkan contraflow dari arah timur ke barat di tol Jakarta Cikampek di KM 65 (setelah pertemuan Tol Trans Jawa dengan Tol Purbaleunyi) hingga KM 47 (Ramp on Jakarta Cikampek Elevated) jika diperkirakan akan terjadi peningkatan volume lalu lintas yang signifikan terutama dari arah timur (Jateng dan Jatim).

Baca Juga: Persaingan Semakin Ketat, JNE Kupang Terus Perkuat Jaringan dan Inovasi

Prediksi 300 Ribu Kendaraan Arus Balik Idul Adha

Masa pandemi COVID-19 tidak membuat masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat perkotaan mengurungkan niatnya untuk mudik. Cukup banyak masyarakat perkotaan yang melakukan aktivitas mudik di masa libur Idul Adha ini, walaupun memang volume mudiknya tidak sebanyak Idul Adha tahun lalu.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono memprediksi bahwa ada lebih dari 300 ribu kendaraan yang akan kembali ke Jakarta pada saat arus mudik. Ratusan ribu kendaraan ini diprediksi akan melintas di gerbang tol Cikarang Utama (Cikatama) dan Kalitama. Istiono pun memperkirakan akan terjadi penumpukkan di KM 66.

“Arus balik diprediksi ada sekitar 160 ribu kendaraan yang kembali ke Jakarta melalui gate Tol Cikatama dan 140 ribu melalui Kalitama, sehingga akan mengalami penumpukan di pertemuan KM 66,” ujar Istiono.

Baca Juga:  Mengirim Barang dengan Kargo, Apa Plus Minusnya?

Exit mobile version