Masjid Sheikh Zayed Al-Nahayan Diresmikan, Jadi Destinasi Wisata Religi Baru di Solo

Masjid Sheikh Zayed Al-Nahayan baru saja diresmikan. Peresmian dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed (MBZ).

Memiliki area seluas lebih dari 3 hektare, Masjid Sheikh Zayed Al-Nahayan merupakan replika dari masjid megah Sheikh Zayed Grand Mosque yang berada di kota Abu Dhabi. Maka dari itu, dari segi arsitektur, masjid yang didominasi warna putih dengan aksen emas di beberapa bagian ini sama persis dengan yang aslinya.

Masjid ini memiliki empat menara, satu kubah utama, dan puluhan kubah kecil yang menghiasi atap bangunan. Pun memiliki arsitektur yang mirip, ukurannya tidak sama persis. Dengan kata lain, Masjid Sheikh Zayed Al-Nahayan Solo memiliki ukuran yang lebih kecil.

Baca Juga: Deretan Masjid Tertua di Indonesia Cocok Buat Wisata Religi

Dalam akun Instagram-nya, Jokowi mengatakan bahwa masjid ini terbuka untuk umum. Selain menjadi tempat beribadah, masjid ini bisa menjadi pusat destinasi wisata religi di Solo.

“Setelah diresmikan, masjid ini dibuka untuk masyarakat umum. Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan menjadi tempat salat, pusat dakwah dan pendidikan Islam, sekaligus pusat destinasi wisata religi baru di Solo,” ujar Jokowi.

Seperti dikutip dari situs Surakarta.go.id, Surakarta.go.id, Masjid Sheikh Zayed Al-Nahayan dapat menampung maksimal sekitar 10.000 jemaah. Yang tersebar dari ruangan hingga ke selasar masjid. Dengan jumlah jemaah di dalam ruangan sebanyak 4.000 orang yang bisa menempati ruangan atas dan bawah.

Masjid Sheikh Zayed Solo diresmikan, jadi destinasi wisata religi baru di Solo

Tersedia juga ruang VIP, perpustakaan seluas 20 meter persegi, dan basement yang digunakan untuk tempat wudhu putra dan putri. Fasilitas lain yang disediakan tentu saja area parkir yang luas agar pengunjung bisa dengan aman dan nyaman memarkirkan kendaraannya.

Kemudian, di sekitaran kompleks masjid juga dibangun Islamic Center. yang dapat dijadikan pusat pendidikan dan pengajaran Islam. Dalam Islamic Center, akan didirikan TPA, tafsir Al-Qur’an, Madrasah, dan juga tempat pengembangan ekonomi syariah dengan produk-produk halal market.

Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sendiri merupakan hadiah dari Presiden Persatuan Emirat Arab Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Baca Juga: JNE Apresiasi Dukungan Walikota Solo terhadap UMKM Solo Raya

Seni arsitektur Islam modern yang diaplikasikannya menjadi simbol persahabatan antara UEA dan Indonesia. Keindahan bangunan masjid megah itu diharapkan mampu mendatangkan wisatawan lebih banyak ke Kota Solo.

Masjid ini akan menjadi pusat desiminasi dan pengembangan literasi keagamaan, tidak hanya dirasakan oleh umat Islam atau masyarakat yang ada di Solo tapi dunia,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin dalam siaran persnya.

“Saya harap kita mampu menjadikan masjid menjadi instrumen dalam mendesiminasikan paham keagamaan yang baik, benar serta sejuk dan menentramkan, paham yang rahmatan lil alamin,” tambahnya

Exit mobile version