JNEWS – Kabupaten Belitung atau juga familiar disebut Pulau Belitong kaya akan makanan olahan hasil laut, salah satunya adalah kepiting isi atau bahasa setempat disebut ketam isi. Makanan tersebut enak disantap dengan makan nasi hangat maupun jadi camilan terpisah dicolek sambal atau berteman cabe rawit. Saat JNEWS mencobanya di salah satu resto yang ada di Kota Belitung, ternyata renyah dagingnya kaya rasa.
Setibanya di Bandara H. AS. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan hari sudah beranjak siang. Jarum jam menunjuk sekitar pukul 11.00 WIB. Perut pun mulai keroncongan. Setelah diajak melihat hamparan kawasan industri seluas ratusan hektar yang letaknya sekitar 25 menit berkendara dari bandara, akhirnya JNEWS diajak santap siang di sebuah restoran yang cukup terkenal di Tanjung Pandan.
“Ini kawasan industri di Belitung yang paling besar, tapi sayang pelabuhan yang baru di bangun dekat kawasan industri ini belum juga beroperasi padahal sudah cukup lama selesai dibangun dan diresmikan Presiden Jokowi waktu dulu itu,” ujar pengusaha pemilik kawasan industri sambil mengajak JNEWS berkeliling ke beberapa pabrik yang sudah beroperasi di kawasan industri tersebut. Salah satunya adalah pabrik pembuat pipa paralon.
“Selain timah, Belitung ini kaya juga dengan pasir silika bahan dasar membuat kaca dan keramik. Untuk kuliner, Belitung kaya dengan makanan khas olahan hasil laut, ada ikan kuah kuning dan juga olahan kepiting,” tambahnya.

Kami pun meluncur ke rumah makan yang sudah menjadi langganan pengusaha asal Jakarta kelahiran asli Belitung tersebut. Restoran yang kami tuju sudah dikenal luas baik oleh masyarakat setempat maupun para pelancong yang tengah berwisata di Pulau Belitong. Menu utamanya adalah hidangan laut dengan andalan ikan bakar dan juga kepiting yang diolah dengan beberapa varian, dari mulai digoreng saos padang, direbus hingga disajikan dalam bentuk kepiting isi.
Baca juga: Oleh-Oleh Khas Belitung: Dari Kudapan Tradisional hingga Cendera Mata Eksotis
Menurut pelayan restoran, ketam yang disajikan adalah kepiting segar yang hidup di lumpur tepi pantai. Ketam isi sendiri adalah makanan olahan kepiting yang diambil bagian badannya. Daging kepiting kemudian dihaluskan dan dibumbui, kemudian dimasukkan lagi ke dalam cangkangnya dan di kukus selama sekitar 15 menit hingga matang, lalu angkat dan siap dihidangkan. Selain dikukus bisa juga digoreng.
Paduan rempah-rempah bumbu terasa renyah gurih menyatu dengan rasa dari daging kepiting. Begitu menggugah selera saat dimakan hangat, bisa dimakan langsung sebagai camilan atau juga dengan nasi hangat plus dicocol ke sambal.
Di tempat parkiran restoran yang luas tampak penuh dengan deretan mobil. Gerimis yang sedari turun kian menambah selera makan siang kami yang serba hidangan laut tersebut. Sebagai penutup kami menyantap kepiting isi yang dicocol sambal. “Nanti sore kita ke Pantai Laskar Pelangi tempat dulu saya kecil sering bermain dan berenang,” ajak si pengusaha kepada JNEWS sambil berpromosi bahwa Pulau Belitung memiliki banyak pantai indah yang menarik dikunjungi apalagi sangat mudah ditempuh dari Jakarta.*