JNEWS – Sebagai bentuk kepedulian dan berbagi kebahagiaan bersama para anak yatim di bulan Ramadan, JNE menggelar buka puasa bersama (bukber) dengan anak yatim. Adapun acara digelar di 3 lokasi, yakni Panti Asuhan Adinda, Yayasan Sohibul Istiqomah dan Panti Asuhan Mizan Amanah.
Senyum dan gelak tawa senang mewarnai acara buka puasa bersama anak yatim di ruang Panti Asuhan Adinda, Kawasan Jalan Cendrawasih, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (25/2/2026), saat Kak Adi mendongeng dengan boneka bernama Si Kemod. Penampilan Si Kemod yang lucu dan jenaka, sore itu membuat sekitar 50 anak yatim tak henti tertawa.
Kak Adi bersama boneka lucunya Si Kemod sengaja dihadirkan oleh JNE untuk menghibur para anak yatim, sekaligus memberi pengetahuan tentang agama yang disampaikan dengan gaya mendongeng. Dalam acara, hadir HC Development Division JNE, Fikri Al Haq dan Hadi selaku Pimpinan SPC JNE Poglar.

Menurut Fikri, buka puasa bersama anak yatim sebagai bentuk kepedulian perusahaan JNE terhadap anak-anak yang hidup dalam keterbatasan, karena mereka sudah tidak mempunyai orang tua lagi.
“Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, JNE ingin berbagi kebahagiaan dengan para anak yatim. Tentu doa-doa dari mereka untuk keberkahan dan kemajuan JNE didengar oleh Allah SWT. Selain bukber, JNE juga memberikan santunan uang,” ujar Fikri.
Sementara itu, Kepala Panti Asuhan Adinda, Nani Suharti, berterima kasih dan memberi apresiasi atas apa yang dilakukan JNE. “Alhamdulillah, terima kasih JNE yang telah peduli kepada para anak yatim di sini. Mereka sangat senang dengan kehadiran JNE. Kami para pengurus panti dan juga anak-anak mendoakan agar JNE terus maju dan berjaya ke depannya, sehingga tetap peduli dengan para anak yatim,” ucapnya.
Baca juga: Perdalam Ilmu Agama, Karyawan JNE Surabaya Antusias Ikuti Program “Kasmaran”
Menurut Nani, pantinya sudah berdiri sejak Mei 1998 bertepatan dengan peristiwa Reformasi 1998. Dirinya kala itu tergugah karena banyak anak yatim di lingkungannya hidup memprihatinkan karena kondisi ekonomi masa itu anjlok.
“Saat itu keadaan ekonomi masyarakat sedang susah-susahnya, zaman pergolakan Reformasi 1998. Sejak berdiri sudah banyak alumni yang lulus dan hidup mandiri. Sekarang di sini ada sekitar 50 anak asuh dengan rentang usia 9 tahun-18 tahun,” jelasnya.
Nisa, seorang anak asuh berusia 11 tahun yang tinggal di panti mengaku senang atas kehadiran JNE dan mengadakan buka puasa bersama. “Senang sekali, apalagi tadi ada Kak Adi yang mendongeng. Terima kasih JNE. Doa dari saya dan teman-teman di sini, semoga JNE terus maju dan semakin sukses,” ujar anak yatim yang masih sering merindukan orang tua kandungnya yang telah tiada tersebut. *