JNEWS – Suasana latihan Karate Dojo di Learning Center JNE di Tomang, Jakarta, malam Jumat itu terlihat “hidup”. Berasal dari berbagai divisi dan unit kerja, para peserta yang mengenakan seragam karate putih-putih itu mengikuti satu per satu arahan pelatih dengan serius namun sesekali suasananya tetap cair.
Meski sebagian besar peserta latihan baru saja menyelesaikan aktivitas kerja sepanjang hari, mereka tidak terlihat loyo. Justru latihan karate menjadi sarana untuk melepaskan penat, menjaga kebugaran tubuh, sekaligus memperkuat hubungan antarsesama karyawan.
Pelatih sekaligus pembina Karate Dojo JNE, Sensei Deni, mengatakan bahwa karate merupakan pendidikan karakter yang mengajarkan lebih dari sekadar teknik bela diri.
“Karate bukan hanya belajar menendang atau memukul. Karate mengajarkan rasa hormat, pengendalian diri, kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, serta semangat untuk terus memperbaiki diri setiap hari,” ujarnya saat ditemui di sela-sela latihan.
Menurutnya, siapa pun dapat mempelajari karate tanpa memandang usia maupun latar belakang.
“Kami ingin mengajak seluruh keluarga besar JNE dan masyarakat untuk datang dan bergabung bersama kami. Tidak perlu memiliki pengalaman sebelumnya karena latihan dimulai dari tingkat dasar dan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing peserta,” kata Sensei Deni.
Di dalam dojo, seluruh peserta berdiri sejajar tanpa memandang jabatan maupun posisi pekerjaan.

“Ketika memasuki dojo, semuanya adalah karateka. Tidak ada perbedaan jabatan atau status. Yang ada hanyalah semangat belajar, saling menghormati, dan saling mendukung untuk berkembang bersama,” jelas Sensei Deni.
Baca juga: Cerita Srikandi JNE Bogor, Aktif “Ngonten” Positif buat Berkreasi
Selain menjadi sarana pembinaan fisik, latihan karate juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan mental para peserta. Banyak karyawan mengaku merasa lebih bugar, lebih percaya diri, serta mampu mengelola stres dengan lebih baik setelah mengikuti latihan secara rutin.
Salah seorang peserta mengatakan bahwa karate telah menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
“Latihan karate membuat tubuh lebih sehat, pikiran lebih segar, dan menambah semangat setelah bekerja. Kami belajar menghormati orang lain, menjaga disiplin, dan membangun rasa percaya diri,” ungkapnya.
Konsistensi Lebih Penting dari Warna Sabuk
Dalam setiap sesi latihan, peserta mendapatkan pembelajaran mulai dari teknik dasar, etika dojo, kata, kumite, hingga pembentukan mental seorang karateka yang menjunjung tinggi sportivitas dan rasa hormat terhadap sesama.
Seluruh proses latihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan peserta serta pembinaan karakter yang positif.
Salah satu anggota senior sekaligus peserta pertama yang hingga kini masih setia mengikuti latihan di Karate Dojo JNE, Kang Rusli, menilai bahwa ukuran keberhasilan seorang karateka bukan semata-mata ditentukan oleh warna sabuk yang dikenakan, melainkan oleh konsistensi dalam berlatih dan kemauan untuk terus belajar.
Menurutnya, masih banyak anggapan di masyarakat bahwa seseorang yang telah menyandang sabuk hitam berarti telah menjadi ahli dan tidak perlu lagi berlatih. Padahal, dalam filosofi karate justru sebaliknya, semakin tinggi tingkatan seseorang maka semakin besar pula tanggung jawabnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Semakin kita satu kitab atau satu perguruan, bukan berarti seseorang itu sudah paling jago. Yang paling penting adalah bagaimana kita melihat konsistensi seseorang untuk terus datang dan berlatih. Sabuk hitam bukan ukuran utama, karena yang kita lihat adalah proses dan kesungguhannya,” ujar Kang Rusli.
Ia menambahkan bahwa banyak karateka yang mampu menyelesaikan tahapan sabuk biru, sabuk hijau, hingga tingkat berikutnya, namun tantangan terbesar justru adalah mempertahankan semangat untuk terus hadir dan berlatih secara rutin.
“Banyak yang selesai di sabuk biru, ada yang berhenti di sabuk hijau. Padahal harapan kami adalah konsistensi. Karena karate bukan perlombaan siapa yang paling cepat naik sabuk, tetapi siapa yang mampu bertahan dan terus memperbaiki dirinya dari waktu ke waktu,” katanya.
Di luar kemampuan bela diri, Kang Rusli menilai latihan karate memberikan manfaat besar dalam menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan stamina, serta membangun kekuatan fisik yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan
“Di luar karate, manfaat yang paling terasa adalah kekuatan fisik dan menjaga stamina. Tubuh menjadi lebih sehat, lebih bugar, dan lebih siap menghadapi aktivitas pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Kang Rusli juga berharap semakin banyak rekan kerja, keluarga karyawan, hingga masyarakat umum yang tertarik bergabung dan meramaikan Karate Dojo JNE.
“Kami berharap bisa mengajak teman-teman untuk bergabung bersama. Kalau soal kemampuan, mungkin saya masih kalah dengan yang lain, tetapi yang terpenting adalah tetap hadir dan terus berlatih. Konsistensi itulah yang paling berharga,” ungkapnya.
Sementara itu, Sensei Deni menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam perkembangan karate saat ini adalah persaingan dengan berbagai cabang olahraga populer lainnya yang lebih banyak diminati generasi muda.
“Harapan kami ke depan, masyarakat dan warga di luar sana semakin mengenal karate. Saat ini kita masih kalah bersaing dengan olahraga seperti basket, padel, maupun futsal yang lebih banyak diminati. Padahal karate memiliki nilai lebih karena membentuk karakter dan kedisiplinan secara personal,” ujar Sensei Deni.
Menurutnya, meskipun karate merupakan olahraga yang berfokus pada kemampuan individu, semangat kebersamaan dan kekeluargaan di dalam dojo tetap menjadi kekuatan utama yang membuat para peserta terus bertahan dan berkembang bersama.
Baca juga: JNE Raih Penghargaan Kolaborator Bidang Lingkungan Kesehatan 2026 dari Pemprov DKI
“Karate memang olahraga individu, tetapi di dalam dojo ini kita tumbuh bersama sebagai keluarga. Masing-masing berkembang sesuai kemampuannya, namun semangat kebersamaan tetap berjalan dan saling mendukung satu sama lain,” tutupnya.
Dengan semangat disiplin, konsistensi, dan persaudaraan yang terus dijaga, Karate Dojo JNE berharap mampu menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus pusat aktivitas positif bagi karyawan, keluarga, dan masyarakat luas yang ingin hidup lebih sehat, lebih tangguh, dan lebih berkarakter.
Karena karate bukan semata tentang kemampuan bertarung, melainkan tentang membentuk pribadi yang lebih baik, lebih disiplin, lebih sehat, dan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan.
Semangat, disiplin, persaudaraan, dan kehormatan menjadi nilai yang terus dijunjung tinggi dalam setiap latihan yang diakhiri dengan salam penuh makna dari para karateka:
“Osu!”