JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Menilik Jejak Kolonial di Makam Eropa Peneleh di Surabaya

by Redaksi JNEWS
13 April 2026
makan eropa peneleh, surabaya

Bangunan makam dengan arsitektur khas Eropa yang masih tersisa di Kota Surabaya

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Surabaya dijuluki sebagai Kota Pahlawan karena pertempuran heroik pada 1945. Namun, jauh sebelum desing peluru 10 November pecah, kota ini adalah permata kolonial Belanda di timur Jawa.

Sebagai kota pelabuhan yang strategis, Surabaya menjadi saksi bisu bagaimana bangsa Eropa membangun peradaban, ambisi, hingga peristirahatan terakhir yang megah.

Di tengah padatnya pemukiman penduduk di kawasan Peneleh, terdapat sebuah situs yang membawa kita kembali ke tahun 1847, yakni Kerkhof Peneleh. Makam ini bukan sekadar pemakaman biasa, ia adalah salah satu pemakaman modern tertua di dunia yang dibangun pada masanya.

Makam ini cukup istimewa karena memiliki arsitektur yang megah. Berbeda dengan makam pada umumnya, Peneleh dipenuhi dengan nisan raksasa berbahan besi tuang (cast iron) yang didatangkan langsung dari pabrik-pabrik di Belanda (seperti De Prins van Oranje di Den Haag). Gaya arsitekturnya didominasi nuansa Neo-Gothic dan Dorik.

Kemegahan nisannya pun mencerminkan status sosial masyarakat Surabaya kala itu. Semakin besar dan rumit ukiran pada beton atau besi makamnya, semakin tinggi jabatan mendiang semasa hidup.

Di makam Peneleh ini bersemayam ribuan warga Belanda dan Eropa, mulai dari pejabat tinggi, militer, hingga akademisi. Salah satu yang paling terkenal adalah Pieter Merkus, Gubernur Jenderal Hindia Belanda ke-47 yang menjabat pada tahun 1841-1844, lalu Herman Neubronner Van de Tuuk (Pencetus Bahasa Indonesia), serta Bayer (pemilik pabrik baja tertua di Hindia), dan masih banyak lagi.

Makam Belanda Peneleh ini dibuka oleh Dr. R van Hoëvell pada 1 Desember 1847 yang dirancang paling luas dan paling mewah se- Hindia Belanda.

Makam Peneleh merupakan pemakanan Eropa kedua di Surabaya setelah pamakaman di Krembangan penuh. Lahan seluas 5,4 hektare ini dianggap cocok karena berada di tepi sungai di mana pada masa itu angkutan penakaman masih melalui transportasi sungai.

Kampung Peneleh sendiri merupakan kawasan bersejarah yang dikenal sebagai tempat tinggal dari berbagai kalangan, etnis, maupun latar belakang. Kampung peneleh sendiri tidak terlepas dari perkembangan Kota Surabaya.

Pada masa Kolonial, kawasan ini menjadi tempat tinggal bagi para pegawai Belanda dan pedagang. Kampung ini juga terkenal dengan arsitektur bangunan tua yang masih tersisa dan mencerminkan gaya kolonial, yang menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa tempat bersejarah kini juga masih terjaga, seperti Sumur Jobong, di mana pernah ditemukan peninggalan kuno seperti fosil manusia dan artefak kuno, sehingga memperkuat identitasnya sebagai kampung tua.

Temuan ini memberikan wawasan mendalam tentang sejarah kawasan tersebut. Penemuan sumur tua di Peneleh yang diyakini berasal dari era Majapahit menunjukkan pentingnya situs ini dalam sejarah. Ini menambah bukti bahwa kampung ini memiliki warisan budaya yang kaya.

Sebagian besar jenazah/sisa tulang belulang di makam Peneleh ini sudah pindahkan oleh keluarganya, dan tersisa bangunan makam yang masih kokoh. Namun sebagian juga masih tersisa jenazah di Surabaya, sehingga menjadi jujugan ziarah keluarganya. Total terdapat 14.355 jiwa yang pernah dimakamkan di sini.

Selain dikunjungi oleh keluarga, makam eksotis ini juga menjadi destinasi wisata sejarah. Rerata terdapat kunjungan wisata sebanyak 200 pengunjung per bulan. Mereka yang datang biasanya wisatawan asing khususnya orang Eropa, lalu rombongan mahasiswa yang sedang belajar sejarah.

Lodji Besar, kafe di seberang makam Peneleh yang kini jadi jujugan nongkrong kalangan muda

“Jika ingin berkunjung ke sini, makam mulai dibuka sejak pukul 08.00-16.00 WIB. Akan ada guide yang akan menemani tamu untuk berkeliling dan menceritakan sejarah di makam itu. Kunjungan tidak berbayar, mereka cukup mengisi buku tamu,” ujar salah seorang guide yang disediakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Surabaya.

Di sekitar taman makam Eropa ini juga terdapat sejumlah bangunan bersejarah lainnya seperti Rumah Kelahiran Bung Karno Jl. Pandean IV No. 40, Peneleh, Kecamatan Genteng, lalu Museum H.O.S Tjokroaminoto Jl. Peneleh gang VII, serta tak jauh dari kawasan Tugu Pahlawan, dan Kota Tua Surabaya.

Seusai berkeliling di kawasan wisata sejarah, kita bisa singgah untuk menikmati minuman segar atau aneka kopi di kafe Lodji Besar yang berada di seberang makam Eropa Peneleh, yang bukai mulai pukul 10.00-24.00 WIB. Kafe ini pun mengusung konsep zaman penjajahan Belanda. Harga makanan dan minuman di kafe ini pun cukup terjangkau berkisar antara Rp10.000 – Rp50.000.

 

Tags: destinasi wisata surabayakafe lodji besarmakam eropa penelehmakam orang eropa di surabaya
Share186Tweet117

TERKINI

makan eropa peneleh, surabaya

Menilik Jejak Kolonial di Makam Eropa Peneleh di Surabaya

13 April 2026
Mobil operasional JNE di pesisir Garut Selatan.

Wisata dan UMKM di Pesisir Garut Selatan Angkat Potensi Kiriman JNE

13 April 2026
Konsumsi BBM Kendaraan, Ini Faktor yang Memengaruhi!

10 Faktor yang Memengaruhi Konsumsi BBM pada Kendaraan

13 April 2026
Penyu Belimbing: Mengenal Penyu Terbesar di Dunia dan Kehidupannya

Penyu Belimbing: Mengenal Penyu Terbesar di Dunia dan Kehidupannya

13 April 2026
Apa Itu Godzilla El Nino? Fenomena Cuaca Ekstrem yang Perlu Dipahami

Apa Itu Godzilla El Nino? Fenomena Cuaca Ekstrem yang Perlu Dipahami

11 April 2026
Desa Sawai Maluku: Fakta, Keindahan, dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Desa Sawai Maluku: Fakta, Keindahan, dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan

11 April 2026

POPULER

7 Jenis Bisnis yang Cocok untuk Generasi Sandwich

7 Jenis Bisnis yang Cocok untuk Generasi Sandwich

by Penulis JNEWS
24 March 2026

Bubur Tinutuan Adalah Menu Sarapan Paling Sehat se-Indonesia

6 Alasan Mengapa Bubur Tinutuan Adalah Menu Sarapan Paling Sehat di Indonesia

by Penulis JNEWS
17 March 2026

Candi Kalasan: Candi Buddha dari Abad ke-8 di Yogyakarta dan Sejarahnya

Candi Kalasan: Candi Buddha dari Abad ke-8 di Yogyakarta dan Sejarahnya

by Penulis JNEWS
13 March 2026

9 Negara yang Murah untuk Dikunjungi dan Penuh Destinasi Menarik

by Penulis JNEWS
19 March 2026

Candi Bajang Ratu: Gapura Megah Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Bajang Ratu: Gapura Megah Peninggalan Kerajaan Majapahit

by Penulis JNEWS
30 March 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal