JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus JNE Content Competition

Menjadi Kurir JNE; Menafsiri Jalanan dan Menemukan Makna Hidup

Oleh Aqil Husein Almanuri*

by Redaksi JNEWS
11 February 2026
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Albert Camus pernah bilang begini; pemberontakan terhadap absurditas adalah satu-satunya cara bertahan hidup. Hidup ini seringkali absurd, manusia mencari makna hidup, tapi kehidupan selalu tak memberikannya jawaban yang jelas. Namun, di tengah absurditas hidup seperti itu, bukan berarti kita lantas menyerah begitu saja. Camus menyuruh kita untuk memberontak.

Sebagai karyawan JNE yang sudah merasakan ribuan Kilometer rute, kurang lebih 2 tahun melintasi banyak rupa jalan, dari yang becek hingga yang tak jelas permukaannya, saya paham betul apa yang Albert Camus katakan. Saya rela bangun pagi, mengemudikan motor sejauh 15 Kilometer untuk mencapai kantor, kadang tak peduli kondisi badan hanya untuk merekahkan senyum balita yang menunggu paket boneka Pokojangnya tiba di rumah. Meskipun, saya punya alasan yang lebih dari itu, yakni nabung untuk melanjutkan S2.

Menjadi kurir JNE tentu bukan cita-cita saya. Saya memutuskan menjadi rider sebelum kelulusan S1. Ya, sambil menunggu hari wisuda tiba, begitulah pikian saya kala itu. Jauh panggang dari api, pemuda yang bermimpi menjadi Dosen dan Advokat ini justru ditakdirkan untuk membersamai paket-paket orang dan mengantarnya ke tujuan.

Saya kira bakal mudah. “Apa susahnya mengantarkan paket yang alamatnya sudah jelas?” pikir saya sebelum masuk ke pekerjaan ini. Namun, justru menjadi kurir adalah pekerjaan terberat yang pernah saya lakukan dalam hidup. Sebab, masalahnya bukan capek badan, namun juga mental yang dipertaruhkan. Bayangkan, di tengah terik, nyari alamat, telepon nggak direspon, dimarah-marahin, atau yang paling sering dikira komplotan penipu karena paket nggak sesuai! Maklum, rute saya salah satunya ke pegunungan pedalaman Madura, yang akses informasi tak semuncer kota.

Belum lagi kejadian tak menyenangkan lainnya, seperti; ban bocor, motor mogok di tengah gunung, nyaris ketabrak truk, diguyur hujan padahal paket masih nyisa separuh, dan lain-lain. Kekacauan-kekacauan seperti ini membuat saya mudah menganggap hidup itu semacam lelucon kosmik. Tapi justu dari inilah saya belajar, bahwa melawan absurditas adalah dengan terus sat-set melesat. Melawan ketidak-jelasan dalam hidup adalah dengan tetap mengantarkan paket ke tujuan, melewati gang, jalanan menanjak. Inilah bentuk pemberontakan kecil saya.

Menafsiri Jalanan

Selama ini saya bertugas menjadi kurir back-up. Itu berarti saya harus menghafal banyak rute. Mau tidak mau, saya harus menguasai enam rute Kecamatan di Sumenep; Kota, Kalianget, Ganding, Guluk-guluk, Batuan, Lenteng. Setiap hari, rute saya berpindah-pindah, menyesuaikan hari libur kurir di rute terkait.

Memegang enam rute adalah kesempatan berharga bagi saya, meskipun awalnya tidak mudah. Rute-rute itu punya karakteristik, baik secara geografis, kultur, dan bagaimana masyarakat menyambut kedatangan kurir.

Dari ujung Timur, Kalianget misalkan. Kecamatan ini menjadi saksi bisu peradaban Sumenep di masa lampau. Sejak dari bangunan bersejarah (benteng Belanda, rumah peninggalan Belanda, hingga jejak stasiun kereta api yang masih terjaga). Makanya, jumlah pendatang yang tidak bisa berbahasa Madura juga tak sedikit. Sering kali mengalami miss-komunikasi dengan pemesan. Mereka tidak bisa menjelaskan patokan atau ancer-ancer, pun maps yang diberikan selalu tidak akurat, entah karena apa.

Kalianget, saya membaginya menjadi dua wilayah; ada wilayah tempat para pendatang, ada wilayah tempat warga lokal. Mereka punya pekerjaan yang berbeda pula. Pendatang biasanya menempati perumahan PT Garam (rumah-rumah tua peninggalan Belanda) dan bekerja di kantoran sebagai pegawai, ada juga yang jadi guru. Warga lokal menempati area tegalan dan bibir pantai, mata pencariannya pun sebagai nelayan dan petani.

Kedua wilayah itu mengajarkan saya dua hal yang berbeda. Di wilayah pendatang, saya belajar tentang disiplin dan efisiensi. Belajar mencari jalan sendiri, sebab gak mungkin nanya ke tetangga sebelah, karena sama-sama asing. Di wilayah ini, komunikasi sebatas mengantar paket, antar-foto-beres.

Di wilayah warga lokal (desa) suasana lebih tayub dan hangat, saya sering diajak ngopi dan ngobrol, merundingkan nasib, atau kadang cuma basa-basi tentang pekerjaan. Sebutan untuk saya bukan lagi hanya Pak Kurir atau Mas Paket, namun mereka sudah memanggil saya nama atau Nak sebagai bentuk ke-akrab-an.

Suasana di perkotaan tak jauh berbeda dengan kondisi Kalianget di wilayah pendatang, hanya saja lebih padat dan penuh gang. Di Kecamatan seperti Batuan, Lenteng, Ganding, dan Guluk-Guluk yang terbilang pedesaan tak jauh berbeda dengan kondisi Kalianget di wilayah Lokal (desa). Hanya saja kita butuh lebih sabar dengan kondisi jalan, sosialisasi sistem COD, atau jaringan yang sering hilang.

Maka, ketika saya menempuh jalan-jalan yang berbeda itu, saya seperti selesai mengkhatamkan satu buku filsafat. Bahwa menempuh rute bukan hanya sekadar tentang mencapai tujuan, namun juga tentang menyelami makna perjalanan itu sendiri.

Menemukan Makna Lain

Lambat laun, saya mulai sadar, bahwa bekerja di JNE sebagai kurir bukan hanya tentang rutinitas mencari nafkah. Ada makna lain. Saya tidak hanya membuat orang-orang tersenyum karena paketnya tiba, tapi saya juga sedang mengantar harapan bagi keluarga saya (Emak dan adik yang tumbuh tanpa sosok bapak). Dan tanpa sadar pula, saya juga sedang membangun jalan bagi impian-impian saya sendiri.

Gaji yang saya dapat memang tak terbilang “mewah”. Namun, justru sebab itu saya belajar bagaimana menentukan cara pandang agar penghasilan selalu berbanding lurus dengan kemanfaatan. Sedikit demi sedikit, saya bisa membantu ekonomi keluarga yang pernah sangat terpuruk, dengan konsistensi yang pelan tapi pasti. Selain itu, pekerjaan ini juga membuka babak baru di kehidupan saya yang sangat saya idamkan; lanjut ke Studi Magister, lalu mengabdi sebagai dosen.

Ya, dari hasil kurir saya sisihkan untuk membayar uang kuliah, tanpa beasiswa atau dana orang tua. Rasanya berat, tapi justru di sanalah nilainya; bekerja sambil kuliah, menyusun proposal penelitian, nganter paket sambil kadang membawa buku untuk mengisi waktu pas rehat. Saya seolah merasakan dua dunia sekaligus.

Sekarang, selain jadi kurir, saya juga ditakdirkan untuk mengelola sebuah kampus swasta sebagai tim lembaga penelitian kampus. Bagi sebagian orang, mungkin ini lompatan tak terduga. Tapi bagi saya, ini adalah kelanjutan dari kerja keras dan ketulusan saya bekerja sebagai kurir.

Makna hidup selalu muncul tak terduga. Ia bisa lahir dari lelah dan pesimis. Maka, yang bisa kita pahami dari pendapat Albert Camus di awal tadi, kita yang harus mencari makna hidup, bukan menunggu hidup untuk memberi maknanya sendiri.

*Juara 1 Lomba Menulis di JNE Content Competition 2025 Kategori Karyawan

Tags: kurir jne
Share186Tweet117
Next Post
Cara Naik Bus Macito Malang untuk Wisata Keliling Kota

Cara Naik Bus Macito Malang untuk Wisata Keliling Kota

TERKINI

Cara Naik Bus Macito Malang untuk Wisata Keliling Kota

Cara Naik Bus Macito Malang untuk Wisata Keliling Kota

11 February 2026

Menjadi Kurir JNE; Menafsiri Jalanan dan Menemukan Makna Hidup

11 February 2026
Makanan Khas Bangka Belitung Paling Populer

17 Makanan Khas Bangka Belitung Paling Populer yang Sayang Dilewatkan

11 February 2026
rekomendasi kuliner yogyakarta

Panen Raya Durian Telah Tiba, Berikut Rekomendasi Kuliner Durian di Yogyakarta dan Sekitarnya 

11 February 2026
Pura Tirta Empul dan Tradisi Penyucian Diri di Bali

Mengenal Pura Tirta Empul dan Tradisi Penyucian Diri di Bali

11 February 2026
ide bisnis yang cocok untuk mahasiswa

9 Ide Bisnis yang Cocok untuk Mahasiswa dengan Modal Terjangkau

11 February 2026

POPULER

Bukit Menoreh dan Keindahan Lanskapnya

Mengenal Bukit Menoreh dan Keindahan Lanskapnya

by Penulis JNEWS
21 January 2026

Macam-Macam Kue Basah Tradisional yang Masih Digemari hingga Kini

by Penulis JNEWS
10 January 2026

Subak Bali: Sejarah, Filosofi, dan Cara Kerjanya

Subak Bali: Sejarah, Filosofi, dan Cara Kerjanya

by Penulis JNEWS
19 January 2026

Biaya Hidup di Bali: Gambaran Umum

Biaya Hidup di Bali: Gambaran Umum untuk Pendatang dan Wisatawan

by Penulis JNEWS
24 January 2026

Mie Khas Korea yang Populer dan Unik

Mengenal Beragam Mie Khas Korea yang Populer dan Unik

by Penulis JNEWS
9 January 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal