JNEWS – Siapa yang tak kenal Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen yang terletak di antara Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Wisata alam dengan minat khusus ini menyuguhkan keindahan bak surga di puncak gunung.
Tren kunjungan wisatawan ke Kawah Ijen pada 2025, khususnya momen libur panjang Natal dan Tahun Baru meningkat tajam. Data Banyuwangi Tourism mencatat, pada momen libur Nataru per 21 Desember 2025 – 1 Januari 2026, TWA Kawah Ijen mencatat ada lonjakan 8.952 pengunjung, yang terdiri dari 8.223 wisatawan domestik dan 729 mancanegara.
Puncak kunjungan terjadi pada 27-28 Desember 2025 dengan jumlah kunjungan lebih dari 1.200 orang/hari. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan ke destinasi Banyuwangi, termasuk Ijen memang mengalami peningkatan 7,25% atau mencapai 3,67 juta orang.
Destinasi wisata ini memang disebut ‘wisata minat khusus’ lantaran tidak semua orang punya kesempatan bisa mendaki ke atas Gunung Ijen di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut (MDPL). Dibutuhkan tenaga yang ekstra dan fisik yang kuat untuk menuju puncak.
Itu sebabnya, sebelum mendaki, pengunjung Gunung Ijen wajib memenuhi sejumlah syarat penting di antaranya melakukan pembelian tiket secara online melalui website resmi BBKSDA Jatim.
Untuk harga tiket masuk wisatawan lokal dipatok seharga Rp20.000 + Rp2.000 (asuransi WNI) per orang. Sedangkan wisatawan mancanegara dipatok Rp150.000 + Rp5.000 (asuransi WNA) per orang. Jika membawa motor, dikenakan tarif parkir Rp5.000 dan mobil Rp10.000.
Baca juga: Pesona De Djawatan Forest, Hutan Trembesi di Banyuwangi yang Unik dan Asri
Setelah memiliki tiket masuk kawasan Gunung Ijen berbentuk digital, pengunjung juga wajib mengantongi surat pernyataan sehat dari dokter dalam kurun waktu 1×24 jam. Tenang saja, di sekitar kawasan Gunung Ijen ini terdapat beberapa desa yang memiliki Puskesmas. Tempat layanan kesehatan tersebut dapat mengeluarkan surat kesehatan, tentunya calon pengunjung wajib diperiksa seperti tensi darah dan suhu badan.

Salah satu Puskesmas yang dapat melayani tes kesehatan yakni Puskesmas Sempol Jl. Raya Kawah Ijen No.1, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso. Dengan catatan, jika berangkat menuju Gunung Ijen melalui Kabupaten Bondowoso. Jika melalui Kabupaten Banyuwangi, bisa melakukan cek kesehatan di Puskesmas/klinik/rumah sakit di kota Banyuwangi pada malam hari. Biaya tes Kesehatan berkisar antara Rp20.000 – Rp30.000/orang.
Menuju puncak Ijen memang lebih cocok dilakukan pada dini hari, terutama jika ingin menyaksikan fenomena alam berupa Blue Fire (api biru). Disarankan, perjalanan dari gerbang pemeriksaan tiket dimulai pukul 02.00 dini hari. Untuk mencapai puncak dibutuhkan waktu sekitar 2 – 3 jam bergantung kemampuan tiap orang, serta waktu istirahat di tiap pos. Harapannya, sesampainya di atas, pengunjung dapat melihat indahnya matahari terbit dan gumpalan awan di bawah gunung.
Pengunjung juga akan melihat para penambang belerang berlalu lalang mengangkut hasil tambangnya untuk dijual kepada industri, maupun untuk diukir menjadi patung belerang sebagai oleh-oleh khas TWA Kawah Ijen.
Penginapan
Jika ingin bermalam di sekitar kawasan Ijen sebelum bersiap mendaki. Di wilayah Kabupaten Bondowoso terdapat sejumlah penginapan yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara. Beberapa rekomendasi penginapan tersebut seperti Arabica Homestay, New Catimore Heritage 1894 Blawan dan Guest House Jampit. Penginapan Arabica Homestay ini tak jauh dari Puskesmas Sempol. Dari penginapan ini menuju pos Kawah Ijen Blue Fire hanya sekitar 15 km atau sekitar 30-45 menitan.
Tarif penginapan di antara keduanya berkisar antara Rp250.000 – Rp350.000/unit. Kamar yang disediakan beragam, dari isi 2 orang sampai dapat diisi beramai-ramai. Untuk transportasi, memang secara khusus kawasan wisata ini hanya dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi alias tidak ada angkutan umum menuju lokasi ini.
Persiapan Mendaki
Sebaiknya bawalah bekal makanan seperti roti/nasi bungkus dan snack lainnya serta air mineral yang cukup. Kenakan juga pakaian hangat, terutama jaket ringan yang tahan terhadap angin. Pergunakan trecking pole (tongkat mendaki) jika perlu untuk membantu mendorong beban tubuh saat mendaki. Kenakan juga alas kaki yang cocok untuk berjalan di atas medan yang berbatu dan berpasir.
Jasa Troli
Menantangnya pendakian ke Kawah Ijen bukan berarti tak dapat dinikmati oleh orang yang memiliki fisik mudah lelah. Di TWA Kawah Ijen juga tersedia jasa troli atau kereta dorong layaknya becak dorong yang berisi hanya satu penumpang. Namun, biaya yang ditawarkan untuk menggunakan fasilitas ini tergolong cukup mahal berkisar hingga 1 juta/orang jika dimulai dari pos pertama.
Jasa troli ini akan berlalu lalang dan akan terus ditawarkan kepada setiap pengunjung yang mulai kelelahan dalam perjalanan. Tentunya tarif jasa troli akan berubah atau semakin berkurang ketika jarak menuju puncak sudah semakin dekat. Begitu juga sebaliknya, pada saat rute kembali ke bawah. Tarif jasa troli yang ditawarkan akan terus berkurang, dan pengunjung pun bisa menawarnya.
Fasilitas Kawasan
Seusai puas melakukan pendakian ke puncak Ijen. Pengunjung bisa bersih-bersih badan di sekitar Pos Paltuding lantaran sudah tersedia banyak toilet umum, serta warung makan dan kopi yang beragam.