JNEWS – Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa dan bekerja keras menyukseskan peak season, manajemen dan para karyawan JNE menggelar Halalbihalal Idul Fitri 1447 H. Selain untuk mempererat tali silaturahmi di lingkungan perusahaan, acara ini juga sebagai momentum untuk saling memaafkan serta meningkatkan sinergi dalam lingkungan kerja.
Acara yang berlangsung di Kantor Pusat JNE Tomang 11, Jakarta Barat pada Kamis (2/4/2026) tersebut dihadiri ratusan karyawan baik yang hadir secara langsung maupun via daring. Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto dan Direktur JNE Chandra Fireta serta beberapa pejabat JNE lainnya turut hadir dalam acara.
Dalam kesempatan ini, JNE mengundang beberapa lembaga amil zakat nasional, yang terdiri dari Baznas (Bazis), Rumah Zakat, DT Peduli, Kitabisa.org, YM (Yatim Mandiri) dan dari IZI (Insiatif Zakat Indonesia). Untuk memberikan tausiyah, turut diundang Habib Isa Al kaff dan Ustaz Jojo Ali Yusuf.
Dalam sambutannya, M. Feriadi menyatakan bahwa halalbihalal sudah menjadi acara rutin tahunan perusahaan usai merayakan Idul Fitri. “Setelah sebulan berpuasa, sebulan mendapat ujian di mana ibadah dan perbuatan baik meningkat, usai Idul Fitri semoga kita semua kembali ke Fitri, kembali suci di mana semua dosa diampuni oleh Allah SWT. Semoga ibadah dan kebaikan yang selama Ramadan meningkat terus bisa berlanjut ke depannya,” ujarnya.

“Momen Halalbihalal juga menjadi perekat tali silaturahmi seluruh Ksatria dan Srikandi JNE di mana pun berada. Terima kasih kepada semua karyawan sehingga kemarin JNE sukses panen kiriman selama Ramadan hingga Lebaran. Mari terus bergerak bersama agar JNE ke depan semakin maju serta berkah,” tandas M. Feriadi.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Isa yang disampaikan ala talkshow dengan Ustaz Jojo Ali, menjelaskan bahwa bekerja yang utama harus membenarkan niat, mengetahui tujuan dan menjaga integritas sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
“Ibadah dan penghambaan kepada Allah bukan hanya salat, puasa haji dan ibadah lainnya, akan tetapi bekerja seperti di JNE ini juga adalah bagian dari ibadah. Untuk itu niat, tujuan dan menjaga integritas harus terlebih dahulu dibetulkan,” ucapnya.
Menurutnya, bekerja yang diniatkan sebagai bagian dari ibadah akan mendapat ganjaran pahala sebagai bekal kelak di akhirat. “Saya mengapresiasi JNE, di mana para pemimpinnya sudah mencontohkan langsung bagaimana bekerja dengan baik, berbuat kebaikan kepada anak yatim dan pihak-pihak lainnya,” jelas Habib Isa.

Dalam hal ini Ustaz Jojo, berkisah mengenai latar belakang pengalamannya semasa dulu yang pernah terjerembab kepada perbuatan buruk sehingga kemudian masuk penjara. Dan di dalam penjara itulah dirinya mendapat hidayah sehingga kemudian setelah keluar menjadi seorang pendakwah yang terus mengajak kebaikan kepada orang lain.
“Alhamdulillah, berkat pengalaman jauh dari Allah dan kemudian di penjara, sekarang saya bisa mengetahui bagaimana cara mendapatkan solusi dalam menjalani kehidupan yakni selalu dekat dengan Allah,” ucapnya.
Di tengah acara, manajemen JNE memberikan santunan kepada para anak yatim dan juga sekaligus memberikan zakat perusahaan yang disalurkan lewat 7 lembaga zakat yang diundang. Acara halalbihalal ditutup dengan dengan bersalam-salaman saling memaafkan. *












