JNEWS – Musim kemarau yang panjang dan belum tahu kapan berakhir, membuat sebagian wilayah Kalimantan mengalami bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tidak terkecuali yang terjadi di Kalimantan Barat.
Akibat dari karhutla tersebut, setiap hari warga di Kalimantan Barat termasuk di ibukotanya yakni Pontianak harus menghirup paparan asap. Selain masalah kesehatan, kabut asap tebal yang sering menyelimuti Kota Pontianak membuat aktivitas warga terganggu. Begitu juga jadwal penerbangan.
“Sejak adanya kebakaran hutan dan lahan, Kota Pontianak sering diselimuti kabut asap. Tentu saja ini memberikan dampak terhadap kelancaran operasional JNE Pontianak, terutama pada proses pengiriman melalui jalur udara. Kondisi kabut asap yang mengurangi jarak pandang dapat menyebabkan perubahan jadwal, keterlambatan, bahkan pembatalan penerbangan yang menuju maupun dari Pontianak. Hal ini tentunya turut memengaruhi waktu pengiriman dan kelancaran distribusi paket kepada pelanggan. Meski demikian, kami terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan dampak tersebut,” ungkap Sales & Marketing Section Head JNE Pontianak, Dery Paryogi.
Menurut Dery, operasional dan layanan di konter tetap berjalan normal. Tim operasional JNE Pontianak pun secara aktif berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk mendapatkan informasi dan menyesuaikan jadwal penerbangan, sehingga kiriman customer tetap dapat diproses dan dikirim dengan menyesuaikan jadwal penerbangan yang ada.
“Bagi kami, kondisi karhutla merupakan tantangan operasional yang harus dihadapi bersama, bukan menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan. Kami tetap berkomitmen menjaga pelayanan kepada customer dan memastikan proses pengiriman berjalan seoptimal mungkin di tengah kondisi yang ada,” jelasnya.
Sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang terdampak kabut asap, JNE Pontianak menggelar kegiatan bagi-bagi masker. Tim relawan diturunkan ke jalan-jalan untuk membagikan masker bagi mereka yang membutuhkan. “Harapannya dengan memakai masker bisa meminimalisir dampak dari paparan kabut asap yang masih sering menyelimuti Kota Pontianak,” terang Dery. “Warga yang tengah melintas di jalan, begitu antusias saat dibagikan masker oleh tim JNE,” tambahnya. *
Baca juga: Sebelum Berangkat ke Tanah Suci, 89 Karyawan JNE Dapat Motivasi dan Ilmu Umrah
