JNEWS – Bencana tanah longsor di Cisarua, yang menelan puluhan korban jiwa membuat duka banyak pihak. Tidak terkecuali bagi Fajar Fadhillah, seorang kurir JNE Cabang Cimareme yang setiap hari mengantar paket dan beberapa customer langganannya menjadi korban tertimbun tanah longsor.
Bencana tanah longsor yang melanda Kampung Babakan Cibudah, Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari, sedikitnya telah mengubur 30 rumah warga, puluhan jiwa meninggal serta hilang tertimbun oleh material longsoran.
Dari beberapa korban yang meninggal, Fajar mengenali beberapa yang di antaranya adalah customer yang sering menjadi penerima paket JNE, baik apakah itu paket belanjaan online atau paket yang dikirim sanak saudaranya dari luar daerah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Fajar Fadhillah, seorang kurir JNE Cabang Cimareme yang hampir setiap hari ke Pasir Langu untuk mengantarkan paket. “Sedih dan prihatin, beberapa pelanggan JNE yang sering menerima paket dan sudah kenal dekat, meninggal terkubur tanah longsor. Saya dapat informasi jenazahnya baru ditemukan kemarin oleh tim SAR gabungan,” ujar Fajar, kepada JNEWS, Kamis (29/1/2026) seraya mengabarkan bahwa dirinya sedang berada tidak jauh dari lokasi longsor.
Menurutnya, sehari sebelum kejadian, dirinya sempat ke perkampungan yang kini sudah rata dengan tanah. Tidak menyangka kampung yang dulunya indah dan asri itu akan hilang dengan sekejap tertimbun tanah.
“Kampungnya indah banyak dikelilingi kebun bunga dan sayuran. Saya juga betah kalau pas ke kampung tersebut, bahkan serasa lagi piknik. Meski terkadang harus memarkirkan mobil paket agak di bawah karena jalannya berupa tanah merah dan licin apabila musim hujan seperti sekarang ini,” bebernya.
Sehari setelah bencana terjadi, pengantaran paket sempat ditunda karena akses jalan terputus. Namun, saat ini sudah normal kembali, meski agak sedikit macet karena banyaknya kendaraan tim penyelamat dan yang lainnya yang datang ke lokasi tanah longsor.
“Saya tadinya mau masuk ke kawasan longsor untuk melihat bekas rumah pelanggan JNE yang tertimbun, tetapi tidak mendapat izin dari pihak aparat, terlebih sekarang cuaca lagi tidak bersahabat turun hujan,” tuturnya.
Baca juga: Awal 2026, JNE Rangkasbitung Mantapkan Langkah Genjot Kiriman
Perkampungan yang menjadi pusat longsoran dihuni oleh warga dengan mayoritas petani bunga dan sayuran, sehingga adakalanya mereka membeli perlengkapan alat-alat pertanian, seperti pupuk dan lain sebagainya dan mengirimkannya melalui JNE.
“Semoga musibah ini yang terakhir kalinya, para korban yang hilang cepat ditemukan. Kehidupan dan perekonomian warga normal kembali seperti sediakala. Ini saya akan lanjut mengantarkan paket ke kampung sebelahnya,” pungkas Fajar. *











