JNEWS – Bicara soal Dieng memang tidak ada habisnya. Alamnya indah, udaranya sejuk, dan budayanya kental terasa. Semua itu terasa lengkap ketika ada beragam oleh-oleh khas Dieng yang bisa dibawa pulang sebagai pengingat.
Oleh-Oleh Khas Dieng yang Seru kalau Dibawa Pulang
Setiap oleh-oleh punya cerita, entah dari bahan unik yang hanya tumbuh di Dieng, cara pengolahannya yang masih tradisional, atau cita rasanya yang bikin kangen. Itu sebabnya banyak wisatawan rela meluangkan waktu khusus untuk berburu buah tangan sebelum kembali.
Berikut daftar oleh-oleh khas Dieng yang bisa dibawa pulang. Ada yang cocok dinikmati bersama keluarga, ada juga yang pas dijadikan hadiah untuk teman
1. Carica
Dikutip dari laman resmi Pemkab Banjarnegara, carica adalah buah yang bentuknya mirip pepaya kecil, tapi rasanya beda jauh. Buah ini hanya bisa tumbuh di dataran tinggi Dieng, jadi benar-benar khas dan sulit ditemukan di tempat lain.
Biasanya carica diolah jadi manisan, sirup, dodol, atau selai. Rasanya segar manis dengan sedikit asam yang enak banget. Carica dalam kemasan botol atau cup juga praktis buat dibawa pulang.
Baca juga: Mengunjungi Candi Dieng untuk Menelusuri Jejak Kejayaan Hindu di Dataran Tinggi
2. Purwaceng
Purwaceng sering disebut sebagai ginseng Jawa karena khasiatnya untuk meningkatkan stamina. Tanaman herbal ini tumbuh di sekitar pegunungan Dieng dan jadi minuman tradisional yang dipercaya menyehatkan oleh masyarakat sejak lama.
Biasanya purwaceng dikonsumsi dalam bentuk serbuk yang diseduh dengan air panas, rasanya agak pahit tapi hangat di badan. Sekarang banyak juga yang menjualnya dalam bentuk teh celup, kapsul, bahkan kopi campuran purwaceng. Jadi, selain unik, oleh-oleh khas Dieng ini juga bermanfaat buat kesehatan.
3. Teh Tambi
Teh Tambi berasal dari perkebunan teh di lereng Dieng yang berada di ketinggian sekitar 4.500 kaki. Udara sejuk pegunungan membuat daun tehnya punya aroma segar dan rasa khas yang beda dengan teh dari dataran rendah.
Pilihan teh Tambi beragam, ada teh hitam, teh hijau, sampai teh aromatik. Rasanya sepet tapi menenangkan, cocok diminum sore hari sambil menikmati dinginnya udara Dieng. Kalau dibawa pulang, teh ini bisa jadi teman santai keluarga di rumah.
4. Sagon
Sagon adalah camilan tradisional yang sederhana. Terbuat dari tepung sagu, kelapa parut, dan gula, lalu dipanggang sampai harum. Teksturnya agak kasar dengan rasa gurih manis yang khas.
Sagon biasanya berbentuk bulat pipih dan mudah rapuh saat digigit. Meski terlihat sederhana, camilan ini punya cita rasa klasik yang bikin hangat suasana.
5. Kacang Dieng
Kacang ini dikenal juga dengan nama kacang babi karena ukurannya besar dan gemuk. Cara pengolahannya biasanya digoreng dengan baluran tepung berbumbu sehingga rasanya gurih dan renyah. Kacang Dieng sering dijadikan camilan saat ngobrol santai atau sebagai oleh-oleh khas Dieng untuk teman di rumah. Rasanya gurih alami.
6. Keripik Jamur
Jamur yang tumbuh di dataran tinggi Dieng punya kualitas bagus, dan salah satu olahannya adalah keripik jamur. Teksturnya tipis dan renyah dengan rasa gurih yang pas. Camilan ini banyak disukai karena dianggap lebih sehat dibanding keripik biasa. Ada beberapa varian jamur yang dipakai, seperti jamur tiram atau jamur merang. Cocok banget buat teman nonton film atau bekal perjalanan.
7. Opak Singkong
Opak singkong ini bentuknya mirip kerupuk bundar, tapi bahannya dari singkong yang diparut. Adonannya biasanya dicampur dengan kucai dan garam, lalu dijemur dan dipanggang. Rasanya gurih dengan aroma kucai yang khas.
Biasanya opak dijual dalam bentuk setengah matang, jadi bisa digoreng lagi di rumah biar lebih renyah. Oleh-oleh khas Dieng ini cocok buat penggemar camilan tradisional yang simpel tapi nagih.
8. Mi Ongklok Instan
Mi ongklok adalah kuliner khas Wonosobo yang kuahnya kental dengan bumbu kacang dan kol rebus. Biasanya disajikan hangat dengan sate daging sapi sebagai pelengkap.
Karena terkenal, sekarang ada juga versi instannya yang praktis dibawa pulang. Rasanya tetap khas meski penyajiannya lebih mudah. Jadi, buat yang kangen sama cita rasa mi ongklok setelah pulang dari Dieng, versi instan ini bisa jadi obat rindu.
9. Dendeng Gepuk
Dendeng gepuk adalah olahan daging sapi tipis yang dimasak dengan bumbu manis gurih lalu digoreng. Teksturnya empuk tapi agak kering sehingga tahan lama. Rasa manis gurihnya bikin cocok dimakan dengan nasi hangat.
Dendeng ini dijual dalam kemasan praktis, jadi aman dibawa perjalanan jauh. Cocok banget buat oleh-oleh keluarga yang suka lauk praktis tapi tetap enak.
10. Tempe Kemul
Tempe kemul adalah gorengan khas Wonosobo yang dibalut tepung berbumbu, lalu digoreng hingga renyah. Disebut kemul karena balutan tepungnya tebal seperti selimut.
Kalau untuk oleh-oleh, ada versi petos alias tempe kemul atos, artinya tempe kemul keras. Varian ini dikemas dalam bentuk goreng kering sehingga awet disimpan. Rasanya gurih dan tetap enak, mirip keripik tempe. Camilan ini bisa jadi alternatif bagi pencinta tempe yang ingin coba versi khas Dieng.
11. Terong Belanda
Terong Belanda adalah buah dengan bentuk mirip tomat tapi rasanya unik, perpaduan manis dan asam. Buah ini bisa dimakan langsung atau dijadikan sirup dan jus. Kandungan vitamin C-nya cukup tinggi, jadi segar diminum saat cuaca dingin. Kalau buat oleh-oleh khas Dieng, biasanya terong Belanda dijual dalam bentuk buah segar atau olahan sirup. Rasanya menyegarkan dan cocok buat oleh-oleh sehat.
12. Kentang Dieng
Kentang dari Dieng dikenal berkualitas bagus karena ditanam di tanah subur dataran tinggi. Ukurannya besar, kulitnya mulus, dan rasanya lebih pulen dibanding kentang biasa. Banyak wisatawan yang membeli kentang mentah untuk dibawa pulang, atau dalam bentuk olahan seperti keripik kentang.
13. Kopi Dieng
Dataran tinggi Dieng juga menghasilkan kopi dengan cita rasa khas pegunungan. Aromanya kuat dengan rasa sedikit pahit tapi lembut di akhir. Banyak kafe kecil di sekitar Dieng yang menawarkan kopi lokal sebagai menu andalan.
Sebagai oleh-oleh, kopi Dieng dijual dalam bentuk bubuk atau biji sangrai. Buat pencinta kopi, rasanya sayang kalau tidak bawa pulang satu bungkus.
14. Geblek
Geblek adalah camilan tradisional berbahan dasar tepung singkong yang dibentuk melingkar. Teksturnya kenyal di dalam tapi garing di luar kalau digoreng. Rasanya gurih dengan aroma bawang putih yang kuat. Biasanya geblek dijual dalam bentuk mentah yang bisa digoreng di rumah.
15. Kerajinan atau Suvenir
Selain makanan, di Dieng juga ada berbagai kerajinan tangan yang bisa jadi oleh-oleh. Seperti berbagai produk anyaman bambu, seperti tudung saji. Ada juga kerajinan khas seperti kain batik motif Dieng atau gantungan kunci.
Suvenir ini bisa jadi kenang-kenangan visual selain kuliner. Jadi kalau bosan dengan oleh-oleh khas Dieng yang berupa makanan, kerajinan bisa jadi pilihan menarik.
Baca juga: 7 Oleh-Oleh Khas Bandung Makanan Kekinian yang Viral dan Wajib Dibawa Pulang
Dengan membawa pulang oleh-oleh khas Dieng di atas, perjalanan pun tidak hanya berhenti di momen liburan. Namun, juga berlanjut lewat rasa dan cerita yang menempel pada setiap hal yang dibawa pulang.