Oleh-Oleh Khas Gorontalo, dari Jajanan Tradisional hingga Produk Lokal

JNEWS – Gorontalo adalah provinsi yang terletak di Semenanjung Minahasa, tepatnya di ujung utara Pulau Sulawesi. Kota yang dekat dengan garis ekuator ini, memiliki ragam oleh-oleh khas Gorontalo yang unik dan berbeda dari kota lainnya.

Nama Gorontalo memang tidak sepopuler provinsi lainnya seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Tapi, provinsi yang merupakan hasil pemekaran Sulawesi Utara di tahun 2000 ini memiliki kekayaan alam, budaya, kuliner hingga keindahan wisata bahari yang menarik untuk ditelusuri.

Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Gorontalo, Ada Songkok yang Unik dan Kain Karawo

Bahan pangan lokal yang identik dengan kota Serambi Madinah ini adalah binte atau jagung. Dari jagung, lahirlah kuliner khas kota Gorontalo yakni binte biluhuta atau biasa disebut milu siram. Kuliner ikonik ini sekilas tampak seperti sup jagung, tapi yang membedakannya adalah sajian dengan suwiran ikan cakalang, kelapa parut, kuah berbumbu, dan daun bawang.

Kuliner lokal dari daerah ini pun banyak yang kemudian menjadi oleh-oleh khas Gorontalo dan kerap dicari oleh wisatawan. Selain kuliner, Gorontalo juga dikenal kain tradisional yang khas dan peci dari bahan akar pohon mintu.

Bagi yang akan berkunjung ke kota ini, berikut rekomendasi oleh-oleh khas Gorontalo yang bisa dicicipi dan dibawa pulang.

1. Pia Gorontalo

Tak hanya Yogyakarta saja yang memiliki camilan pia, di Gorontalo pun ada. Pia Gorontalo bentuknya bulat dengan tekstur renyah dan lembut ketika dikunyah. Ada beragam varian rasa yang dijual mulai dari kacang hijau, cokelat, keju, durian dan lain-lain.

Camilan berbahan dasar tepung ini disukai oleh banyak orang dan bisa tahan lama di suhu ruang. Inilah mengapa pia Gorontalo kerap dijadikan buah tangan. Sebagai rekomendasi, ada beberapa merek pia Gorontalo yang terkenal seperti Saronde, Cemerlang dan Extra.

Baca juga: Daftar Makanan Khas Gorontalo dengan Cita Rasa Autentik

2. Ilabulo

Ke Gorontalo tidak afdal kalau tidak mencicipi jajanan tradisional, ilabulo. Dari tampilan luar, mirip dengan lalampa khas Manado karena menggunakan daun pisang dan dibakar agar lebih gurih. Atau mirip pepes karena sama-sama pakai daun pisang dengan bentuk memanjang.

Ciri khas dari ilabulo ini adalah baunya yang sedikit menyengat, tapi jangan khawatir karena rasanya lezat. Dikutip dari website Budaya Kita Kemendikdasmen, ilabulo dibuat melalui proses pemasakan adonannya.

Adonan ilabulo terdiri dari jeroan (hati dan ampela) dan kulit ayam, tapi sering juga ditambahkan telur puyuh. Karena menggunakan jeroan inilah membuat ilabulo memiliki aroma khas. Adonan tersebut kemudian dicampur dengan bumbu pedas dan tepung sagu sehingga berwarna cokelat kehitaman setelah proses pemasakan.

Umumnya ilabulo melalui proses pemasakan dengan cara dibakar di atas arang tempurung kelapa sehingga menghasilkan rasa lebih gurih dengan aroma smokey. Tapi, ada juga yang menggunakan teknik dikukus agar hasil adonannya lebih lembut.

Kuliner tradisional ini cocok dimakan langsung selagi hangat. Ketahanan ilabulo sekitar 2-3 hari di suhu ruang.

3. Duduli

Dodol memiliki beragam nama menyesuaikan dengan daerah masing-masing. Kalau di Gorontalo, disebut dengan duduli. Perbedaan mencolok dodol di kota lain dengan Gorontalo adalah di pembungkusnya. Umumnya dodol dibungkus dengan kertas atau plastik, tapi di Gorontalo menggunakan daun woka dari pohon kelapa.

Kue duduli tidak lepas dari tradisi Gorontalo yang kental sejak abad ke-15. Nama duduli berasal dari Bahasa Gorontalo yang artinya sesuatu yang kecil dan bulat. Kue tradisional ini sering disajikan di berbagai acara adat dan upacara tradisional. Kini, duduli menjadi oleh-oleh khas Gorontalo yang banyak diminati wisatawan.

Bahan-bahan pembuatan duduli sama dengan dodol pada umumnya seperti kelapa parut, gula merah, tepung ketan dan garam. Penggunaan daun woka sebagai pembungkusnya membuat makanan tahan dengan kelembapan dan memiliki aroma yang khas.

Oleh-Oleh Khas Gorontalo, dari Jajanan Tradisional hingga Produk Lokal
Sumber: Indonesia Travel

4. Kue Karawo

Kue kering pastinya ada di tiap daerah, tapi di Gorontalo ada kue kering terkenal dan menjadi ikon kota tersebut, kue Karawo. Kue yang juga disebut kue Kerawang ini memiliki bentuk unik dan dihias dengan motif sulam bunga khas kain Karawo.

Bahan-bahan pembuatan kue ini seperti kue kering pada umumnya yakni tepung terigu, gula halus, mentega, maizena, susu, dan vanili. Adonan tersebut kemudian dicetak berbentuk bulat dan hati. Setelah itu dipanggang hingga matang di dalam oven. Ketika kue sudah dingin, dilanjutkan dengan melukis motif sulam.

Biasanya kue karawo ini dibuat dengan dua warna dasar kue pada umumnya yakni cokelat pekat dan cokelat kekuningan. Yang membedakan adalah motif sulamannya karena tergantung kreativitas dari pembuatnya.

Sumber: Platform Event Daerah

5. Kain Karawo

Indonesia kaya akan kain tradisional dan setiap pulau memiliki kain khas yang mewakili budaya daerah setempat. Di Gorontalo ada kain Karawo atau kain Karawang yang terkenal dengan motif sulaman dan dikerjakan dengan cara manual.

Kain Karawo ini terkenal dengan teknik pembuatan yang rumit. Salah satu yang membuat prosesnya rumit yaitu perajin harus mencabut dan mengiris benang untuk bisa mendapatkan desain menarik. Tingkat kesulitan proses ini pun bervariasi tergantung produk yang akan diaplikasikan, misalnya di sapu tangan, taplak meja, atau kain.

Untuk melestarikan kain ini, seluruh ASN Provinsi Gorontalo memiliki seragam dari bahan kain Karawo. Bahkan sekarang ini, kain Karawo telah merambah ke dunia fesyen dengan produk seperti pakaian ready to wear, dress, tas hingga jaket.

6. Songkok

Peci khas Gorontalo biasa disebut songkok atau upiya karanji. Bentuknya khas peci dan ada juga yangberbentuk ala kupluk. Yang membuat songkok ini unik adalah bahan pembuatannya dari tumbuhan paku hata (mintu) yang banyak ditemui di Gorontalo.

Dalam kebudayaan Gorontalo, upiya karanji kerap digunakan saat perayaan hari-hari besar Islam, seperti Iduladha, Idulfitri, Maulid Nabi Muhammad saw., dan lain-lain. Namun seiring perkembangan zaman, songkok ini pun sering dipakai saat akan salat. Songkok ini makin populer ketika KH Abdurrahman Wahid sering memakainya ketika menjabat sebagai presiden.

Pembuatan songkok ini masih dilakukan secara manual dengan proses cukup rumit. Oleh perajin, batang mintu yang kecil akan dibelah dan dihaluskan sebelum dianyam. Tapi, sebelum menganyam mintu, perajin akan membuat rangka songkok terlebih dahulu dari belahan rotan. Inilah yang membuat upiyah karanji kokoh dan tahan lama.

7. Sambal Sagela

Tidak jauh berbeda dengan Manado, ada sambal sagela atau ikan roa yang sering diburu wisatawan sebagai oleh-oleh khas Gorontalo. Pembuatan sambal ini menggunakan ikan roa yang sudah diasap, lalu dicampur dengan cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat.

Sambal sagela yang sudah matang, kemudian dibagi ke dalam berbagai ukuran wadah. Jadi, siapa pun yang akan membeli bisa menyesuaikan ukuran dan bujet. Tidak sulit menemukan sambal sagela ini karena ada di supermarket, pasar hingga pusat oleh-oleh.

8. Kopi Pinogu

Pencinta kopi tidak boleh melewatkan menyesap kopi pinogu khas Gorontalo. Kopi robusta ini memiliki sejarah yang panjang karena sudah ada di Gorontalo sejak tahun 1677. Kopi ini tumbuh di Kawasan Hutan Lindung Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang memiliki luas mencapai 225 hektare. Hutan ini tersebar di lima desa yakni Dataran Hijau, Pinogu Induk, Pinogu Permai, Tilongkabila dan Bangiyo.

Kopi Pinogu adalah campuran dari kopi robusta dan kopi liberika dengan cita rasa cokelat yang sedikit manis. Rasa pahit dan asam pun seimbang, jadi bisa dinikmati oleh berbagai kalangan pencinta kopi.

7. Keripik Kasubi

Keripik pada umumnya memiliki cita rasa gurih dan asin. Namun berbeda dengan keripik kasubi, oleh-oleh khas Gorontalo. Keripik ini terbuat dari singkong yang memiliki rasa manis karena dicampur dengan gula aren.

Tekstur keripik ini renyah dan cocok dijadikan camilan selama perjalanan. Harganya pun relatif terjangkau yakni mulai dari Rp15.000 dan bisa dibeli di pasar hingga pusat oleh-oleh.

Baca juga: 13 Tempat Wisata di Gorontalo dengan Pemandangan Memukau

Dari daftar buah tangan di atas, beberapa di antaranya memiliki ketahanan yang baik sehingga aman untuk perjalanan jauh. Salah satu cara terbaik untuk mencari oleh-oleh khas Gorontalo sekaligus menikmati kotanya adalah berkeliling menggunakan bentor. Selamat berburu buah tangan di Kota Hulontalo!

Exit mobile version