JNEWS – Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara, terkenal dengan potensi wisatanya yang besar. Melakukan perjalanan wisata ke Kota Lulo, selain mengunjungi destinasi wisata populer, membeli oleh-oleh khas Kendari tidak boleh dilupakan.
Pariwisata di kota ini masih didominasi wisata alam dan bahari karena letaknya berdekatan dengan laut. Bahkan dari 65 kelurahan, 30 di antaranya terletak di pesisir. Dengan kondisi geografis tersebut, hasil laut yang melimpah kerap diolah menjadi oleh-oleh oleh masyarakat setempat.
Selain hasil dari laut, bidang pertanian dan perkebunan pun menjadi bahan dasar pembuatan sejumlah buah tangan.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Kendari, Ada Aneka Olahan Mete
Sebagian besar oleh-oleh khas Kendari didominasi dari sektor kuliner. Seperti penggunaan sagu yang merupakan tepung kaya karbohidrat sebagai bahan utama pembuatan camilan tradisional yang banyak dicari untuk buah tangan.
Bagi yang berencana berkunjung ke kota yang terkenal dengan ikon Jembatan Teluk Kendari, berikut sejumlah rekomendasi oleh-oleh khas Kota Lulo yang wajib dicicipi dan dibawa pulang.
1. Bagea
Dikutip dari website Konreg BPSP Provinsi Sulawesi Tenggara, bagea adalah salah satu makanan tradisional yang populer di wilayah Sulawesi dan Maluku Utara. Camilan tradisional ini terbuat dari tepung sagu, berbentuk bulat dan biasanya sering dijadikan teman untuk minum teh atau ngopi.
Kue kering bagea memiliki cita rasa manis, aroma khas dari kayu manis dan tekstur cukup keras. Tapi, begitu masuk ke dalam mulut, terasa lembut dan nikmat. Bagea sering dijual dengan rasa original, ada campuran kacang tanah atau kenari.
Baca juga: Menyelami Keindahan Alam Pulau Labengki Sulawesi Tenggara
2. Biji Jambu Mete
Sulawesi Tenggara dikenal sebagai sentra produksi jambu mete terbesar di Indonesia. Dari jambu tersebut, yang diambil adalah bijinya.
Biji jambu mete atau biasa dikenal sebagai kacang mete merupakan oleh-oleh khas Kendari yang populer. Proses pembuatannya dimulai dari pemisahan, pemanggangan, dan pengolahan. Kacang mete pun menjadi camilan renyah dengan rasa gurih khas.
Biji jambu mete ini dijual dalam beragam varian rasa, mulai dari original, pedas, manis hingga yang dilapisi karamel. Camilan ini diminati menjadi oleh-oleh karena manfaat kesehatan yang baik, kualitas premium, dan daya tahannya lama.
3. Cokelat Mete
Selain penghasil jambu mete, Sultra juga dikenal sebagai produsen kakao lokal terbesar di Indonesia. Olahan kakao adalah menjadi cokelat susu yang dicampur dengan kacang mete.
Camilan manis ini memadukan rasa cokelat yang creamy dipadukan dengan renyahnya kacang mete. Oleh-oleh ini menjadi favorit wisatawan karena praktis dan cocok untuk berbagai kalangan.
4. Gula Kelapa Buton
Gula kelapa Buton berbeda dengan gula dari kota lainnya. Oleh-oleh khas Kendari ini dikemas mirip seperti bawang putih tapi ukurannya sebesar bola pingpong. Gula ini terbuat dari nira kelapa murni yang kemudian dimasak hingga mengental dan dibentuk ke dalam cetakan.
Rasa manis tanpa pengawet dan aroma khas kelapa membuatnya menjadi pilihan sehat untuk digunakan dalam berbagai olahan masakan. Gula ini kerap dibawa pulang sebagai buah tangan karena kualitas yang terjamin dan tahan lama.
5. Lapa-Lapa
Lapa-lapa adalah makanan tradisional Sulawesi Tenggara yang dibuat dari beras dimasak dengan santan, dibungkus dengan daun kelapa berbentuk memanjang lalu direbus hingga matang. Kuliner ini mirip lontong tapi lebih gurih dan lembut.
Makanan ini kerap disantap dengan lauk-pauk seperti ikan bakar dan sambal. Lapa-lapa kerap disajikan di acara adat, hari raya, atau acara penting lainnya. Makanan tradisional ini bisa tahan beberapa hari bahkan satu minggu tergantung dari cara penyimpanannya.

6. Kain Tenun
Sulawesi Tenggara juga penghasil kain tenun dengan motif unik. Beberapa kain tenun khas Kendari yang populer mewakili suku-suku besar yang mendiami provinsi tersebut. Mulai dari kain tenun khas Buton, Tolaki, hingga Muna.
Keunikan kain tenun khas Kendari adalah motifnya dengan garis-garis horisontal dan vertikal, serta memiliki warna cerah seperti kuning, biru, jingga, hijau, dan merah. Oleh-oleh khas Kendari ini diproduksi dengan cara tradisional dan ada yang menggunakan pewarna alami.
7. Terasi Udang
Terasi udang khas Kendari dibuat dari fermentasi udang yang segar. Bahan campuran makanan ini cukup banyak digemari oleh wisatawan. Rasanya pun sedikit berbeda dari kota lainnya karena terasi udang ini diolah dari udang-udang pilihan dan kualitasnya masih terjaga.
Tidak perlu khawatir dengan baunya yang menyengat, karena para pedagang membungkusnya dengan rapi sehingga bisa diizinkan masuk ke dalam bagasi pesawat. Membeli terasi udang bisa di Pasar Basah Mandonga dengan harga relatif terjangkau mulai dari Rp70.000.
8. Kerajinan Perak
Oleh-oleh khas Kendari berikutnya ada kerajinan perak. Konon, kerajinan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Oleh orang Belanda menyebut kerajinan ini sebagai Kendari Werk atau Karya Kendari.
Pernak-pernik terbuat dari perak ini tersedia dalam berbagai bentuk. Mulai dari cincin, kalung, anting, bros hingga gelang. Yang unik dari kerajinan ini adalah para pengrajin masih menggunakan cara tradisional tanpa bantuan mesin modern dalam proses pembuatannya.

9. Abon Ikan Marlin
Jika umumnya abon ikan menggunakan ikan tongkol, di Kendari ada ikan marlin yang menjadi bahan baku utama pembuatan abon. Ikan marlin sangat melimpah di pesisir Kendari, jadi tidak mengherankan apabila ikan ini diolah menjadi beragam makanan.
Pengolahan abon ikan marlin dimasak dengan bumbu rempah sampai kering dan berbentuk seperti serat halus. Rasanya gurih dan sedikit manis, sangat cocok dijadikan lauk pelengkap nasi atau isian roti.
10. Keripik Mete
Camilan renyah yang terbuat dari kacang mete kualitas terbaik, selalu dicari oleh wisatawan sebagai oleh-oleh khas Kendari.
Proses pembuatan dari keripik mete ini dimulai dari pemilihan kacang mete, dikupas, diiris tipis, direndam dalam larutan garam atau bumbu lain untuk menambah cita rasa. Setelah itu, irisan kacang mete dikeringkan dan digoreng dengan minyak panas hingga berwarna cokelat keemasan.
Harga keripik mete bervariasi tergantung beratnya. Mulai dari Rp30.000 hingga Rp40.000 per 100 gram dan bisa dibeli di berbagai pusat oleh-oleh.
11. Browniesta
Tidak hanya diolah menjadi keripik, kacang mete juga dijadikan bahan pembuatan brownies. Adalah Browniesta, oleh-oleh khas Kendari kekinian yang sejak pertama kali muncul langsung disukai oleh masyarakat hingga wisatawan.
Browniesta menjual variasi brownies dengan kacang mete, seperti brownies moka mete, brownies moka dengan topping mete, dan brownies kacang karamel.
12. Ikan Dole
Ke Kendari, jangan lupa untuk mencicipi ikan dole. Penyajian ikan ini seperti sate, hanya bahan dasarnya saja yang berbeda.
Kuliner tradisional ini dibuat dari campuran ikan tenggiri yang dihaluskan dan ditambahkan kelapa parut. Kedua bahan tersebut dicampur merata, lalu dibentuk mirip sate dan dibakar. Memiliki cita rasa gurih dan aroma bakar yang menggugah selera, hidangan ini cocok untuk langsung makan di tempat.
Baca juga: 14 Pilihan Oleh-Oleh Khas Ternate untuk Keluarga di Rumah
Oleh-oleh khas Kendari yang beragam menunjukkan bahwa bahan pangan lokal bisa diolah menjadi berbagai kuliner lezat. Membeli buah tangan bisa menjadi pengingat akan perjalanan yang dilakukan selama berada di Kota Lulo ini.












