JNEWS – Lagi liburan ke Madagaskar, ketemu lemur dan mengagumi deretan pohon baobab yang ikonik? Jangan lupa sekalian bawa pulang beragam produk oleh-oleh khas Madagaskar yang sulit ditemukan di negara lain.
Banyak produk lokal Madagaskar lahir dari kekayaan alam dan keterampilan masyarakat lokal yang diwariskan lintas generasi. Rasanya akan kurang banget kalau sudah jauh-jauh ke Madagaskar, tapi tidak membawa pulang beberapa di antaranya.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Madagaskar

Karena pilihannya cukup beragam, berburu oleh-oleh khas Madagaskar ini bisa jadi bagian menarik dari perjalanan. Ada produk yang sudah dipasarkan ke berbagai negara, ada pula kerajinan lokal dengan karakter kuat dan proses pembuatan tradisional.
Berikut beberapa pilihan yang layak masuk daftar belanja sebelum pulang.
1. Vanila Bourbon
Madagaskar punya salah satu komoditas ekspor bernilai tinggi yang namanya sudah mendunia, yaitu vanila Bourbon. Negara ini memasok sekitar 80% kebutuhan vanila global.
Meski namanya bourbon, vanila ini sama sekali tidak berkaitan dengan minuman beralkohol. Sebutan tersebut berasal dari Pulau Bourbon, sekarang bernama Pulau Réunion, tempat teknik penyerbukan tanaman Vanilla planifolia mulai dikembangkan di kawasan Samudra Hindia.
Untuk oleh-oleh khas Madagaskar, vanila tersedia dalam beberapa bentuk. Ada polong utuh, cocok bagi yang mencari produk paling autentik dan umumnya dijual dalam kemasan vakum. Ada juga ekstrak vanila yang lebih praktis, tetapi sebaiknya pilih produk berlabel pure atau murni agar tidak tertukar dengan perisa sintetis. Sementara itu, bubuk vanila juga tersedia.
Baca juga: Tsingy de Bemaraha: Hutan Batu Tajam, Formasi Geologi Langka di Madagaskar
2. Cokelat Madagaskar
Tak hanya vanila, kualitas kakao Madagaskar juga punya reputasi tinggi. Kakao dari negara ini masuk kategori fine flavor cocoa atau kakao bercita rasa unggul.
Rasanya cukup berbeda dibanding cokelat komersial yang cenderung pahit pekat. Cokelat Madagaskar memiliki sensasi asam buah yang segar, fruity, dan sedikit citrusy.
Banyak perkebunan kakao berada di Lembah Sambirano. Kondisi tanah vulkanik dan iklim tropisnya cocok untuk varietas kakao seperti Criollo dan Trinitario. Biji kakao dari kawasan ini pun banyak dicari oleh produsen cokelat premium di Eropa.
Untuk oleh-oleh khas Madagaskar, salah satu merek lokal yang bisa dipilih ialah Chocolat Robert. Produsen yang berdiri sejak 1940 ini menawarkan cokelat susu, dark chocolate berkadar kakao tinggi, hingga lini cokelat organik premium.
3. Lada Hitam Liar Voatsiperifery
Sekilas bentuknya mirip lada hitam biasa. Namun, Voatsiperifery punya ukuran lebih kecil dengan tangkai tipis menyerupai ekor pada setiap butirnya. Rempah liar khas Madagaskar ini bernilai tinggi dan cukup langka di dunia kuliner.
Voatsiperifery tumbuh di hutan tropis Madagaskar dan tidak bisa dibudidayakan secara luas. Tanamannya merambat pada pepohonan, bahkan dapat mencapai ketinggian belasan meter.
Kelangkaan serta proses panen yang rumit ikut mendongkrak harganya. Jika tertarik membawanya pulang, lada Voatsiperifery dapat dicari di toko rempah atau gerai yang menjual produk khas Madagaskar.
4. Madu Hutan Baobab
Pohon baobab tidak hanya menghasilkan pemandangan ikonik di Madagaskar. Bunga pohon raksasa berjuluk Tree of Life ini juga menjadi sumber nektar bagi lebah lokal yang menghasilkan madu hutan Baobab.
Jenis madu monofloral ini tergolong langka. Pasalnya, bunga baobab hanya mekar dalam waktu singkat setiap tahun sehingga jumlah madu yang dapat diproduksi cukup terbatas.
Produksi madu baobab banyak ditemukan di wilayah barat dan barat daya Madagaskar. Menabe dan Morondava, kawasan yang juga populer berkat Avenue of the Baobabs, termasuk daerah penghasilnya.
5. Anyaman Serat Rafia
Bagi masyarakat Malagasi, menganyam rafia merupakan keterampilan yang telah diwariskan lintas generasi dan kini ikut menopang penghasilan banyak keluarga pengrajin, terutama perempuan di kawasan pedesaan.
Bahan utamanya berasal dari daun palem rafia. Serat yang dihasilkan kuat, lentur, sekaligus mudah diwarnai sehingga dapat diolah menjadi beragam produk.
Tas belanja dan tote bag adalah produk oleh-oleh khas Madagaskar yang paling populer. Ada pula topi rafia yang lucu dan unik.
Pilihan produk yang lebih beragam bisa dicari di Digue Market, Antananarivo. Harga barang di pasar ini umumnya masih dapat ditawar.
6. Kain Lamba Tradisional
Sulit memisahkan kain Lamba dari kehidupan masyarakat Malagasi. Kain tradisional ini berkaitan erat dengan status, penghormatan, serta berbagai fase kehidupan, mulai dari kelahiran hingga kematian.
Kata lamba dalam bahasa Malagasi berarti kain atau pakaian. Bentuknya berupa lembaran persegi panjang yang dapat disampirkan di bahu maupun dililitkan pada tubuh.
Salah satu jenisnya yang sangat populer ialah Lamba Landy atau lamba sutra. Proses tenunnya dilakukan secara manual menggunakan sutra, termasuk sutra liar khas Madagaskar. Kainnya cenderung tebal dan tahan lama, dengan warna alami bernuansa krem hingga cokelat.
Ambalavao bisa dituju untuk melihat kerajinan Lamba lebih dekat. Kota ini menjadi salah satu pusat tenun sutra tradisional. Di sini, wisatawan juga bisa mengamati proses pengolahan dan pemintalan sutra.
7. Kertas Antaimoro
Teksturnya kasar, tebal, dan sekilas menyerupai perkamen. Istimewanya, kertas ini punya ornamen bunga serta dedaunan asli yang ditekan dan dikeringkan langsung di permukaannya.
Kertas buatan tangan ini berasal dari tradisi masyarakat Antaimoro di pesisir tenggara Madagaskar. Karena permukaannya tidak rata, penggunaannya lebih banyak diarahkan untuk produk seni dan kerajinan daripada kebutuhan cetak modern.
Produk yang mudah dibawa pulang antara lain jurnal dan buku catatan dengan jilid rafia atau kulit serta kartu ucapan dan amplop berhias bunga. Kertas Antaimoro juga banyak diolah jadi bingkai foto, dekorasi dinding, kap lampu, dan kotak perhiasan.
Salah satu pusat pembuatan produk oleh-oleh khas Madagaskar ini berada di Ambalavao. Produk ini juga banyak dijual di butik dan toko suvenir Antananarivo.
8. Ukiran Kayu Zafimaniry
Seni pahat kayu Zafimaniry mendapat pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2003. Tradisi ini tumbuh di tengah masyarakat Zafimaniry yang mendiami kawasan pegunungan berhutan di dataran tinggi Madagaskar.
Keterampilan mereka dalam mengolah kayu terlihat pada rumah hingga perlengkapan sehari-hari. Teknik sambungan kayu memungkinkan berbagai struktur dibuat tanpa memakai paku besi.
Untuk suvenir, kotak perhiasan dan secret box bisa dipilih. Ada juga papan catur tradisional dengan papan serta bidak yang dipahat menggunakan motif khas Zafimaniry.
Pusat kerajinan kayu dapat ditemukan di Ambositra, yang sekaligus menjadi salah satu gerbang menuju kawasan masyarakat Zafimaniry.
9. Perhiasan Tanduk Zebu
Sapi zebu punya posisi penting dalam budaya masyarakat Malagasi. Hewan berpunuk ini dikaitkan dengan kekayaan dan status sosial. Setelah sapi disembelih untuk konsumsi atau keperluan adat, bagian tanduknya dapat dimanfaatkan kembali oleh pengrajin.
Dari bahan tersebut lahirlah bijoux en corne de zebu atau perhiasan tanduk zebu. Produknya bisa berupa gelang atau bangle, kalung, liontin, dan anting-anting. Motifnya beragam, mulai dari bentuk geometris hingga siluet lemur.
Proses pengolahannya dapat dilihat di Ambatolampy, kawasan yang terletak di jalur antara Antananarivo dan Antsirabe. Sejumlah bengkel pengrajin setempat dibuka untuk wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan kerajinan secara langsung.
10. Minyak Esensial Ylang-Ylang
Aroma bunga ylang-ylang ikut mengharumkan nama Madagaskar dalam industri parfum. Minyak esensial ini diperoleh melalui distilasi uap bunga Cananga odorata yang berwarna kuning cerah dan memiliki aroma kuat.
Salah satu sentra penghasilnya berada di Nosy Be. Pulau berjuluk Nosy Manitra atau Pulau Parfum tersebut memiliki iklim tropis serta tanah vulkanik yang mendukung pertumbuhan ylang-ylang. Minyak hasil penyulingannya banyak digunakan dalam industri parfum mewah.
Saat singgah di Nosy Be, minyak ylang-ylang bisa dibeli di perkebunan atau tempat penyulingan, seperti Domaine de Florette dan Lemuria Land. Produk serupa juga tersedia di apotek serta butik suvenir di Antananarivo.
Baca juga: 12 Oleh-Oleh Khas Tanzania yang Wajib Dibeli Saat Berkunjung ke Afrika Timur
Pilihan oleh-oleh khas Madagaskar membuktikan bahwa kekayaan negara ini tidak berhenti pada lemur, baobab, dan lanskap eksotisnya. Setiap produk membawa karakter alam, tradisi, serta keterampilan masyarakat lokal yang sulit ditemukan di tempat lain. Jadi, jangan asal membeli suvenir. Pilih buah tangan yang benar-benar menyimpan cerita Madagaskar untuk dibawa pulang.