Daftar Oleh-Oleh Khas Pacitan untuk Buah Tangan Keluarga

JNEWS – Mencari oleh-oleh khas Pacitan biasanya jadi agenda terakhir sebelum pulang, setelah puas menikmati pantai, gua, atau berkeliling kota. Pilihannya ternyata tidak sedikit, mulai dari makanan hingga kerajinan.

Karena ragamnya banyak, orang sering bingung harus membawa apa sebagai buah tangan. Supaya tidak asal pilih, ada baiknya mengenal dulu apa saja yang memang identik dengan Pacitan.

Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Pacitan

Pacitan memang terkenal akan wisata alamnya. Namun, selain itu, oleh-olehnya juga unik. Banyak produknya yang dibuat dari bahan lokal, tahan lama, dan praktis dibawa perjalanan jauh.

Daftar oleh-oleh khas Pacitan berikut bisa jadi gambaran sebelum memutuskan mana yang paling pas untuk dibawa pulang.

1. Tahu Tuna dan Olahan Lainnya

Olahan ikan tuna sudah lama jadi identitas kuliner Pacitan. Wajar saja, karena daerah ini punya hasil tangkapan laut yang melimpah.

Salah satu yang populer adalah tahu tuna. Teksturnya lembut di dalam dan sedikit renyah di luar. Rasanya gurih tanpa perlu tambahan banyak saus. Tahu tuna selalu jadi pilihan pertama wisatawan untuk dibawa sebagai oleh-oleh khas Pacitan.

Selain tahu, ada juga olahan tuna yang lain, seperti bakso, nugget, pangsit, hingga otak-otak tuna yang punya aroma khas dan rasa gurih, tersedia dalam bentuk panjang atau bulat. Variasinya banyak, jadi bisa memilih sesuai selera atau kebutuhan.

Baca juga: 10 Destinasi Wisata Gua Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Oleh-Oleh Khas Pacitan untuk Buah Tangan Keluarga

2. Jenang Dodol dan Krasikan

Jenang dan krasikan termasuk dua camilan manis tradisional yang cukup dikenal di Pacitan. Sekilas keduanya terlihat mirip karena sama-sama berbahan dasar ketan dan gula, dan kerap dijual berdampingan di toko oleh-oleh. Namun kalau diperhatikan lebih dekat, karakter keduanya berbeda.

Jenang—yang di daerah lain sering disebut dodol—punya tekstur yang licin, halus, dan kenyal. Adonannya dibuat dari tepung ketan yang diolah sampai lembut dan elastis. Saat dimakan, rasanya lumer di mulut.

Berbeda dengan jenang, krasikan punya tekstur yang lebih padat dan berbutir. Bahan ketannya bukan tepung halus, melainkan beras ketan yang disangrai lalu ditumbuk agak kasar. Karena itu, saat digigit ada sensasi krenyes-krenyes dari butiran ketan. Rasanya tetap manis karena menggunakan gula merah, hanya saja krasikan lebih padat dan sedikit berserat.

Keduanya sama-sama tahan lama sehingga cocok dibawa untuk perjalanan jauh. Tidak mudah basi selama disimpan dengan baik.

3. Sale Pisang

Sale pisang terbuat dari pisang matang yang diiris tipis, dijemur sampai kering, lalu diolah lagi supaya rasanya lebih kuat dan tahan lama.

Sale pisang Pacitan agak berbeda dibanding sale pisang dari daerah lainnya. Salah satu varian yang paling terkenal adalah sale pisang anggur. Namanya memang memakai kata anggur, tetapi bukan karena rasanya seperti anggur. Penyebutan itu muncul dari bentuknya yang disusun menyerupai untaian buah anggur.

4. Kolong Klithik

Kolong klithik adalah camilan tradisional Pacitan yang dibuat dari singkong yang diparut atau dihaluskan, lalu dibumbui bawang putih dan garam. Setelah itu adonan dibentuk kecil-kecil seperti cincin, dan digoreng sampai kering. Hasil akhirnya renyah dan gurih.

Di Pacitan, produksi kolong klithik berkembang di beberapa desa. Desa Bolosingo dikenal sebagai salah satu sentra lama yang sudah memproduksi camilan ini sejak dulu. Ada juga Desa Cangkring (Lorok) yang mengelola industri rumahan dan memasarkan produknya lebih luas, termasuk ke toko oleh-oleh modern.

Selain gurih, ada juga kolong klithik versi manis yang dibalut gula merah cair, sering disebut arak keling oleh warga setempat. Pilihan ini membuat kolong klithik bisa dinikmati oleh penyuka rasa asin maupun manis. Karena tahan lama dan mudah dibawa, camilan ini cukup sering dipilih wisatawan sebagai oleh-oleh khas Pacitan.

5. Rengginang Manis

Rengginang manis khas Pacitan punya karakter yang berbeda dibanding rengginang pada umumnya. Kalau biasanya rengginang identik dengan rasa gurih terasi atau bawang, versi manis ini mengandalkan perpaduan gula dan kelapa.

Rengginang manis terkenal diproduksi di Desa Arjowinangun. Namun, produk ini mudah ditemukan hampir di semua toko oleh-oleh di pusat kota. Karena tahan lama dan ringan dibawa, rengginang manis cukup sering jadi pilihan oleh-oleh khas Pacitan selain olahan tuna atau kolong klithik.

6. Ampyang

Ampyang adalah camilan tradisional yang cukup dikenal di Jawa, termasuk di Pacitan. Bahan utamanya adalah kacang tanah dan gula jawa.

Tekstur ampyang cenderung keras dan renyah saat digigit. Rasa manisnya cukup pekat, tetapi tetap seimbang dengan gurihnya kacang. Kalau memakai jahe, ada rasa hangat tipis di akhir gigitan.

7. Gadung

Gadung, atau sering disebut kerupuk gadung, termasuk camilan khas Pacitan yang dibuat dari umbi gadung (Dioscorea hispida). Umbi ini sebenarnya mengandung racun alami, sehingga tidak bisa langsung dimakan begitu saja.

Proses pembuatan kerupuk ini cukup panjang. Gadung harus direndam, dicuci berkali-kali, lalu dijemur sampai benar-benar aman dikonsumsi. Gadung yang sudah aman ini kemudian diiris tipis dan dikeringkan lagi sebelum digoreng. Hasilnya berupa kerupuk berwarna putih kekuningan dengan rasa gurih alami.

Di Pacitan, beberapa wilayah pedesaan dikenal sebagai sentra produksi gadung, termasuk area Kecamatan Arjosari dan Nawangan. Umumnya tersedia dalam dua pilihan jika ingin dibawa pulang jadi oleh-oleh khas Pacitan, yakni bentuk mentah yang tinggal digoreng di rumah, atau versi matang yang siap dimakan.

8. Batu Akik

Batu akik asal Pacitan dikenal punya tingkat kekerasan tinggi dan pilihan warnanya beragam. Banyak kolektor mencari batu dari Pacitan karena kualitasnya bagus, tampilannya bersih, dan kilapnya halus. Tidak sedikit juga yang sudah diolah dan dijual sebagai perhiasan siap pakai. Jadi, pembeli tinggal pilih sesuai selera dan bisa dijadikan oleh-oleh khas Pacitan.

Jenis yang paling best seller adalah kalsedon atau chalcedony, red baron, batu druzy, hingga motif junjung derajat, yang punya pola garis simetris membentuk sudut.

Untuk melihat langsung proses pengolahannya, beberapa desa di Pacitan dikenal sebagai sentra kerajinan batu akik. Salah satunya adalah Desa Donorojo, yang dijuluki Kampung Batu Akik karena di sepanjang jalan utamanya terdapat banyak galeri. Selain itu, juga ada Desa Sukodono, Desa Gendayakan, dan Wareng yang menjadi pemasok bahan batu berkualitas.

9. Batik Pacitan

Batik Pacitan punya karakter berbeda dibanding batik dari daerah lain di Jawa. Pengaruh wilayah pesisir selatan terlihat dari pilihan warna yang lebih berani dan cerah. Motifnya pun banyak terinspirasi dari alam sekitar, mulai dari laut sampai perbukitan.

Beberapa motif yang cukup dikenal antara lain batik pace dan motif jagad Pacitan. Batik pace terinspirasi dari buah pace atau mengkudu yang memang banyak tumbuh di wilayah ini. Sementara motif jagad Pacitan tampil lebih ramai dan penuh detail.

Ada beberapa toko batik Pacitan yang cukup dikenal. Batik Tulis Puspita termasuk salah satu yang sudah lama berdiri sejak awal 1980-an dan berada di pusat kota. Ada juga Batik Saji dan Batik Lorog.

Baca juga: Dari Pudak hingga Olahan Bandeng, Ini Oleh-Oleh Khas Gresik yang Banyak Diminati

Memilih oleh-oleh khas Pacitan sebenarnya tidak sulit jika sudah tahu mana yang benar-benar mencerminkan karakter daerahnya. Dari olahan tuna sampai camilan tradisional dan kerajinan lokal, semuanya bisa jadi pilihan yang masuk akal untuk dibawa pulang dan dibagikan ke keluarga.

Exit mobile version