10 Pilihan Oleh-Oleh Khas Toraja untuk Buah Tangan Sepulang Liburan

JNEWS – Mencari oleh-oleh khas Toraja kerap jadi bagian yang tidak kalah penting dari perjalanan itu sendiri. Setelah puas berkeliling, biasanya ada keinginan membawa pulang sesuatu yang bisa mengingatkan pada suasana, rasa, dan pengalaman selama di sana.

Pilihan oleh-olehnya ternyata cukup beragam, tidak hanya makanan, tetapi juga kerajinan yang punya ciri kuat dan bernilai budaya tinggi. Beberapa bahkan masih dibuat dengan cara tradisional, sehingga punya cerita yang ikut terbawa bersama barangnya.

Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Toraja

Toraja dikenal dengan kekayaan budaya yang masih dijaga hingga sekarang, dan hal itu juga tercermin dalam pilihan oleh-oleh yang tersedia. Berikut adalah beberapa pilihan oleh-oleh khas Toraja yang cukup mudah ditemukan dan sering dibawa wisatawan.

Kopi Termahal di Dunia, Ada yang dari Indonesia

1. Kopi Toraja

Kopi Toraja dikenal sebagai salah satu kopi terbaik dunia, bahkan sering dijuluki “Queen of Coffee” karena cita rasanya yang khas. Tidak heran kalau kopi ini hampir selalu jadi pilihan utama oleh-oleh khas Toraja. Selain rasanya yang istimewa, kopi Toraja juga punya daya tahan yang cukup lama dan mudah ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh.

Secara umum, ada dua jenis kopi Toraja yang paling sering dijumpai, yaitu Arabika dan Robusta. Arabika Toraja adalah yang paling populer. Kopi ini memiliki tingkat keasaman yang terasa cerah, tapi tetap lembut di lidah. Salah satu ciri khasnya adalah aroma earthy yang tajam namun tetap bersih.

Sementara itu, Robusta Toraja menawarkan karakter yang jauh lebih kuat. Rasanya cenderung lebih pahit dengan aroma nutty atau cokelat hitam. Teksturnya lebih kental, dengan kandungan kafein yang lebih tinggi.

Baca juga: Panduan Menelusuri Keunikan Budaya dan Wisata Toraja

2. Kacang Sembunyi

Kacang sembunyi adalah salah satu camilan khas Toraja yang cukup populer dijadikan oleh-oleh. Rasanya gurih dengan tekstur renyah. Nama kacang sembunyi sendiri diambil dari tampilannya, yaitu sebutir kacang tanah yang dibungkus kulit tipis lalu digulung dan digoreng hingga kering, sehingga kacangnya seolah “tersembunyi” di dalam.

Selain rasanya yang enak, camilan ini juga disukai karena daya tahannya yang cukup lama. Jika disimpan dalam wadah kedap udara, kacang sembunyi bisa bertahan sekitar 2-3 bulan. Kacang sembunyi banyak dijual di berbagai toko oleh-oleh di Toraja, terutama di area Makale dan Rantepao.

3. Deppa Tori

Deppa Tori’, atau sering juga disebut Deppa Te’te’, merupakan salah satu kue tradisional yang selalu masuk daftar oleh-oleh khas Toraja yang wajib dibawa pulang. Kue ini berbentuk lonjong dengan warna kecokelatan, lalu dipotong miring hingga menyerupai jajaran genjang kecil.

Deppa tori’ yang masih segar bisa didapatkan di sepanjang jalan poros Makale–Rantepao, terutama di daerah Mandetek. Di sana, banyak produsen rumahan yang menjual kue ini sekaligus memperlihatkan proses pembuatannya, sehingga pengalaman membeli oleh-oleh jadi lebih menarik.

Daya tahannya cukup baik, yaitu sekitar 1-2 minggu pada suhu ruang. Jika teksturnya mulai mengeras, kue ini masih bisa dinikmati kembali dengan cara dikukus sebentar agar kembali empuk.

4. Bannang-Bannang

Bannang-bannang adalah kue tradisional khas Sulawesi Selatan, termasuk Toraja, berbentuk menyerupai gulungan benang kusut. Dalam tradisi, bannang-bannang sering disajikan dalam upacara pernikahan sebagai lambang hubungan yang erat dan tidak terputus.

Bannang-bannang bisa bertahan sekitar 1-2 bulan jika disimpan dalam wadah kedap udara, sehingga aman dibawa untuk perjalanan jauh tanpa khawatir cepat rusak. Bannang-bannang bisa dibeli di berbagai toko oleh-oleh di sepanjang jalan poros Rantepao–Makale, atau di pusat oleh-oleh seperti Pasar Seni Makale.

5. Kerupuk Jintan

Kerupuk Jintan juga sangat populer dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Toraja. Meski disebut “kerupuk”, teksturnya sebenarnya lebih mirip kue kering atau biskuit goreng yang padat dan renyah.

Salah satu ciri utamanya adalah penggunaan biji jintan, baik jintan hitam (habbatussauda) maupun jintan putih yang memberikan cita rasa gurih dan wangi rempah. Kerupuk jintan ini bisa bertahan hingga 3-4 bulan jika disimpan dalam kemasan rapat.

6. Lada Katokkon

Dikutip dari website Kementerian Pertanian RI, lada Katokkon adalah cabai khas Toraja yang cukup legendaris karena tingkat kepedasannya yang tinggi sekaligus aromanya yang tajam dan khas. Cabai ini menjadi salah satu identitas kuliner Toraja, bahkan telah terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis dari Toraja Utara dan Tana Toraja.

Skala kepedasan lada katokkon ini konon mencapai ratusan ribu SHU (Scoville Heat Units), membuat sensasi pedasnya terasa lebih nampol, dengan karakter aroma yang khas.

Saat ini, lada katokkon tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga sudah tersedia dalam berbagai olahan yang lebih praktis. Salah satunya adalah sambal siap saji dalam botol atau kemasan sachet yang bisa langsung dikonsumsi. Ada juga versi bumbu kering atau bubuk yang lebih tahan lama dan mudah dibawa, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh.

7. Kain Tenun Toraja

Kain tenun merupakan salah satu oleh-oleh khas Toraja paling bernilai. Setiap motif yang ditenun punya makna yang berkaitan dengan simbol status, harapan, hingga doa dalam kehidupan masyarakat Toraja. Proses pembuatannya juga masih mempertahankan cara tradisional, yakni menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) serta pewarna alami.

Ada beberapa jenis kain tenun Toraja yang cukup dikenal. Di antaranya:

Untuk mendapatkan kain tenun yang autentik, bisa mengunjungi Desa Wisata Sa’dan Barana’. Di sana, para pengrajin masih menenun secara langsung, sehingga pengunjung juga bisa melihat proses pembuatannya sekaligus membeli dari tangan pertama.

8. Miniatur Tongkonan

Miniatur Tongkonan adalah salah satu oleh-oleh khas Toraja paling ikonik, terutama bagi wisatawan yang ingin membawa pulang simbol budaya setempat.

Tongkonan merupakan rumah adat masyarakat Toraja yang tidak sekadar tempat tinggal, tetapi juga melambangkan hubungan antara leluhur, keluarga, dan alam. Karena itu, miniaturnya sering dianggap sebagai representasi kecil dari nilai budaya yang besar.

Miniatur Tongkonan tersedia dalam beberapa pilihan, tergantung bahan dan tingkat detailnya. Untuk kualitas premium, biasanya menggunakan kayu keras seperti kayu hitam (ebony) atau kayu nangka. Ada juga yang bambu atau kayu ringan.

Untuk membelinya, bisa berkunjung ke Pasar Seni Makale yang dikenal sebagai pusat kerajinan tangan. Selain itu, kawasan wisata seperti Kete’ Kesu’ juga menawarkan banyak kios suvenir.

Baca juga: Mengenal Rumah Adat Tongkonan: Ikon Arsitektur Toraja di Sulawesi Selatan

9. Ukiran Kayu

Selain miniatur Tongkonan, ukiran kayu Toraja, atau sering disebut passura’, juga menjadi oleh-oleh khas Toraja yang bernilai seni tinggi yang layak dipertimbangkan.

Ukiran ini bukan sekadar hiasan, tetapi merupakan bagian dari bahasa visual masyarakat Toraja yang sarat makna. Setiap motif mengandung simbol doa, harapan, dan filosofi hidup yang diwariskan secara turun-temurun.

Jenis produk ukiran kayu yang tersedia cukup beragam. Salah satunya adalah hiasan dinding berupa panel kayu berbentuk persegi atau bulat. Ada juga perabotan fungsional seperti nampan, tempat tisu, atau kotak perhiasan yang seluruh permukaannya dihiasi ukiran halus. Untuk pilihan yang lebih praktis dan ekonomis, tersedia juga gantungan kunci dan magnet kulkas dengan motif ukiran khas Toraja.

Jika menginginkan yang lain daripada yang lain, ada pula pilihan berupa miniatur patung tau-tau. Bahannya terbuat dari kayu dan bisa jadi pajangan.

10. Sepu’ Toraja

Sepu’ Toraja adalah tas tradisional khas Toraja. Secara tradisional, sepu’ digunakan oleh masyarakat Toraja, baik pria maupun wanita, untuk menyimpan perlengkapan menyirih (bolu) atau tembakau saat menghadiri upacara adat.

Sepu’ biasanya dibuat dari kain tenun khas Toraja atau bahan seperti beludru, lalu dihiasi dengan manik-manik berwarna-warni yang disebut ana’ pangngan. Manik-manik ini dijahit membentuk motif geometris khas Toraja yang indah.

Kini, sepu’ tersedia juga dalam berbagai varian yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Salah satunya adalah model tas selempang (sling bag) ataupun versi pouch atau dompet berukuran kecil. Untuk pilihan yang lebih elegan, tersedia tas pesta yang biasanya dibuat dari bahan premium seperti tenun sutra, dengan hiasan manik-manik yang lebih detail dan mewah, sehingga cocok digunakan untuk acara formal.

Dari kopi, camilan, sampai kerajinan, pilihan oleh-oleh khas Toraja yang ada memang cukup beragam. Tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan dan ruang bawaan.

Exit mobile version