JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Penyu Belimbing: Mengenal Penyu Terbesar di Dunia dan Kehidupannya

by Penulis JNEWS
13 April 2026
Penyu Belimbing: Mengenal Penyu Terbesar di Dunia dan Kehidupannya
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Orang mengenal Pulau Buru sebagai penghasil minyak kayu putih. Tapi tak banyak yang tahu bahwa pulau ini merupakan salah satu tempat “pulang” bagi penyu belimbing untuk bertelur. Mereka menempuh perjalanan jauh dari laut lepas, lalu kembali ke garis pantai yang sama seperti sudah punya penanda sendiri.

Lokasinya ada di Kecamatan Fena Leisela, dengan bentang pantai hampir 14 kilometer. Bukan sekadar tempat singgah, tapi tempat ini merupakan salah satu titik peneluran terbesar di Indonesia, setelah Jeen Womom di Papua Barat.

Aktivitas ini terjadi setiap tahun, berjalan tanpa banyak sorotan, meski perannya besar untuk keberlangsungan penyu terbesar di dunia tersebut.

Siapa Itu Penyu Belimbing?

Penyu Belimbing: Mengenal Penyu Terbesar di Dunia dan Kehidupannya

Dikutip dari situs Biologi Unpad, penyu belimbing (Dermochelys coriacea) dikenal sebagai penyu terbesar di dunia yang masih hidup sampai sekarang. Ukurannya memang bisa sangat besar, panjang tubuhnya mencapai sekitar 2,7 meter dengan berat ratusan kilogram, bahkan bisa mendekati 900 kilogram pada individu tertentu. Kalau dibayangkan, bobotnya setara belasan orang dewasa.

Mereka juga bukan perenang biasa. Dalam setahun, penyu ini bisa menjelajah lebih dari 16.000 kilometer dan menyelam hingga kedalaman ribuan meter.

Baca juga: 6 Hewan yang Dipercaya Merupakan yang Pertama Hidup di Dunia

Struktur Tubuh yang Khas

Secara fisik, penyu belimbing punya ciri yang sangat khas. Mereka tidak punya cangkang keras seperti kebanyakan penyu. Bagian punggungnya justru dilapisi kulit tebal dan lentur. Tulang rusuknya tidak menyatu dengan bagian luar cangkang, sehingga tubuhnya lebih fleksibel. Hal ini membantu mereka menahan tekanan tinggi saat menyelam dalam.

Warna tubuhnya cenderung gelap, hitam sampai biru kehitaman, dengan bintik-bintik putih atau merah muda. Karapaksnya memanjang dengan tujuh tonjolan di sepanjang tubuh, memberi bentuk yang khas mirip buah belimbing. Sirip depannya panjang, sementara sirip belakangnya lebih pendek dan berbentuk seperti dayung, membantu mereka bergerak stabil di air.

Bentuk rahangnya juga berbeda dari penyu lain. Tidak keras seperti paruh, tetapi lebih tajam dengan tonjolan khusus untuk menangkap mangsa yang licin. Di bagian tenggorokan, ada duri-duri kecil yang mengarah ke dalam, membantu menahan makanan agar tidak mudah keluar.

Kombinasi antara tubuh yang lentur, lapisan lemak, dan bentuk tubuh yang streamline membuat mereka bisa berenang jauh tanpa banyak hambatan. Itu sebabnya penyu belimbing dikenal sebagai salah satu penjelajah laut paling tangguh.

Kebiasaan Hidup

Penyu belimbing menghabiskan hampir seluruh hidupnya di laut. Hanya betina yang sesekali naik ke darat, itu pun khusus untuk bertelur.

Soal makan, kebutuhannya cukup besar. Dalam sehari, mereka bisa mengonsumsi makanan setara sebagian besar berat tubuhnya, dengan menu utama ubur-ubur dan hewan laut lunak lainnya.

Kemampuan berenangnya juga tidak main-main. Dalam sehari, penyu belimbing bisa menempuh jarak puluhan hingga ratusan kilometer. Mereka juga mampu menyelam sangat dalam dan bertahan lama di bawah air tanpa naik ke permukaan. Itu sebabnya mereka bisa berpindah jauh antar wilayah laut tanpa banyak hambatan.

Dari segi pertumbuhan, fase awal hidupnya tergolong cepat, tapi akan melambat saat sudah dewasa, terutama pada betina yang aktif bertelur. Umurnya panjang, bisa mencapai puluhan tahun, meski waktu untuk mencapai matang seksual bervariasi, ada yang belasan tahun, ada juga yang jauh lebih lama.

Perkembangbiakan

Saat musim bertelur tiba, penyu betina akan naik ke pantai pada malam hari. Mereka menggali lubang besar di pasir, lalu meletakkan puluhan telur dalam satu sarang. Proses ini meninggalkan jejak khas di pantai, biasanya berupa pola melingkar yang cukup besar.

Dalam satu musim, seekor penyu bisa bertelur beberapa kali dengan jarak sekitar satu hingga dua minggu. Siklus ini tidak terjadi setiap tahun, melainkan sekitar dua sampai empat tahun sekali. Dalam satu musim saja, jumlah sarang yang dihasilkan bisa cukup banyak, menunjukkan betapa pentingnya satu lokasi pantai bagi kelangsungan generasi berikutnya.

Sebaran

Penyu belimbing tidak hanya singgah di Pulau Buru. Sebarannya luas, melintasi hampir seluruh samudra besar di dunia.

Mereka tidak menetap di satu wilayah, melainkan terus berpindah mengikuti ketersediaan makanan dan musim. Saat mencari makan, penyu ini bisa berada di perairan yang lebih dingin. Ketika waktunya bertelur, mereka kembali ke pantai-pantai tropis atau subtropis yang sesuai.

Di Indonesia, selain Pulau Buru, lokasi penting penyu belimbing banyak ditemukan di wilayah timur. Papua Barat, terutama kawasan Tambrauw seperti Jeen Womom, dikenal sebagai salah satu pusat peneluran terbesar. Di pesisir utara Papua, penyu ini juga masih rutin terlihat naik ke pantai. Sementara di wilayah barat Indonesia, seperti Sumatra bagian barat dan beberapa titik di pantai selatan Jawa, keberadaannya tetap ada, meski tidak sebanyak di Papua.

Di luar Indonesia, jangkauan penyu belimbing bahkan lebih luas lagi. Mereka bisa ditemukan di Samudra Pasifik, dari perairan Amerika hingga Jepang, lalu di Samudra Atlantik seperti Karibia, Brasil, dan Afrika Barat.

Di Samudra Hindia, penyu ini juga muncul di sekitar India, Sri Lanka, hingga Afrika Timur. Pergerakannya yang lintas negara membuat satu individu bisa melewati banyak wilayah dalam satu siklus hidupnya. Itu sebabnya upaya perlindungan penyu belimbing tidak bisa bergantung pada satu tempat saja.

Antara Tradisi, Perburuan, dan Perlindungan

Penyu Belimbing: Mengenal Penyu Terbesar di Dunia dan Kehidupannya

Spesies ini sudah ada jauh sebelum manusia modern, dan sejak lama menjelajahi hampir semua samudra besar. Meski terlihat kuat dan adaptif, populasinya sekarang terus menurun hingga masuk kategori terancam punah menurut IUCN.

Salah satu titik penting dalam perjalanan panjang itu ada di Pulau Buru. Warga setempat menyebut penyu belimbing sebagai teteruga salawaku. Teteruga berarti penyu, sedangkan salawaku merujuk pada perisai tradisional Maluku dengan motif hitam-putih, mirip pola di tubuh penyu ini.

Kedekatan ini sudah ada sejak lama, tapi tidak selalu berjalan baik. Dulu, saat malam bulan purnama, pantai ramai oleh warga yang datang untuk mengambil telur penyu. Telur tersebut dikonsumsi dan dipercaya bisa meningkatkan stamina.

Perburuan tidak berhenti di telur. Pada tahun 1970-an, pemburu dari Pulau Haruku datang ke Fena Leisela dan menangkap induk penyu dalam jumlah besar. Dagingnya diolah menjadi dendeng dan dijual ke Ambon. Dalam satu malam, jumlah yang diburu bisa mencapai puluhan ekor.

Aktivitas ini akhirnya memicu protes warga setempat karena bau bangkai yang ditinggalkan di pantai. Puncaknya, tempat pengolahan dibakar dan para pemburu pergi.

Meski begitu, konsumsi daging penyu masih sempat berlangsung hingga awal 2000-an, baik oleh pendatang maupun sebagian warga lokal. Dampaknya mulai terasa, jumlah penyu makin jarang terlihat.

Di Indonesia sendiri, penyu belimbing sudah lama masuk daftar satwa yang dilindungi dan tidak boleh diburu. Status itu jadi pengingat bahwa spesies ini tidak hanya besar dan kuat, tapi juga rentan jika terus ditekan tanpa jeda.

Baca juga: Mengenal Satwa Liar Indonesia yang Dilindungi yang Menjadi Keajaiban Keanekaragaman Hayati

Penyu belimbing tidak kekurangan kemampuan untuk bertahan hidup. Yang bermasalah adalah ruang hidupnya yang terus menyempit dan tekanan yang tidak berhenti. Selama pantai tempat bertelur tidak dijaga dan lautnya terus tercemar, jarak ribuan kilometer yang mereka tempuh tidak banyak berarti. Karena pada akhirnya, mereka kembali ke tempat yang makin tidak aman.

Tags: ciri-ciri penyu belimbinghabitat penyu belimbinghewan langkahewan yang dilindungipenyu lautPulau Buru
Share186Tweet116
Next Post
Konsumsi BBM Kendaraan, Ini Faktor yang Memengaruhi!

10 Faktor yang Memengaruhi Konsumsi BBM pada Kendaraan

TERKINI

Konsumsi BBM Kendaraan, Ini Faktor yang Memengaruhi!

10 Faktor yang Memengaruhi Konsumsi BBM pada Kendaraan

13 April 2026
Penyu Belimbing: Mengenal Penyu Terbesar di Dunia dan Kehidupannya

Penyu Belimbing: Mengenal Penyu Terbesar di Dunia dan Kehidupannya

13 April 2026
Apa Itu Godzilla El Nino? Fenomena Cuaca Ekstrem yang Perlu Dipahami

Apa Itu Godzilla El Nino? Fenomena Cuaca Ekstrem yang Perlu Dipahami

11 April 2026
Desa Sawai Maluku: Fakta, Keindahan, dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan

Desa Sawai Maluku: Fakta, Keindahan, dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan

11 April 2026
Itinerary Australia 7 Hari untuk Pemula, dari Sydney hingga Melbourne

Itinerary Australia 7 Hari untuk Pemula, dari Sydney hingga Melbourne

10 April 2026
kurir jne tasikmalaya

Lahap Tanjakan di Jalur “Tengkorak” Tiap Hari, Kurir JNE Tasik Ini Bagikan Kiatnya

10 April 2026

POPULER

7 Jenis Bisnis yang Cocok untuk Generasi Sandwich

7 Jenis Bisnis yang Cocok untuk Generasi Sandwich

by Penulis JNEWS
24 March 2026

Bubur Tinutuan Adalah Menu Sarapan Paling Sehat se-Indonesia

6 Alasan Mengapa Bubur Tinutuan Adalah Menu Sarapan Paling Sehat di Indonesia

by Penulis JNEWS
17 March 2026

Candi Kalasan: Candi Buddha dari Abad ke-8 di Yogyakarta dan Sejarahnya

Candi Kalasan: Candi Buddha dari Abad ke-8 di Yogyakarta dan Sejarahnya

by Penulis JNEWS
13 March 2026

9 Negara yang Murah untuk Dikunjungi dan Penuh Destinasi Menarik

by Penulis JNEWS
19 March 2026

kurir jne tasikmalaya

Lahap Tanjakan di Jalur “Tengkorak” Tiap Hari, Kurir JNE Tasik Ini Bagikan Kiatnya

by Redaksi JNEWS
10 April 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal