Potret Perayaan Paskah PO JNE 2022: Memberi, Menyantuni Dan Menyayangi

Dewan Komisaris dan Direksi JNE yang beragama Kristen turut hadir dalam perayaan Paskah PO JNE 2022 di Sentul, Bogor.

Persekutuan Oikoumene (PO) JNE menggelar Perayaan Paskah 2022 di Yayasan Breakthrought Missions Indonesia (YBMI), Sentul, Bogor, dengan menghadirkan Pendeta Yerry Pattinasarany. Dalam kesempatan tersebut perusahaan JNE memberikan donasi sebesar Rp 40 juta dan Rp 17 juta hasil sumbangan sukarela yang terkumpul dari anggota PO.

Pagi nan cerah dengan udara segar menghiasi kawasan YBMI, di Babakan Madang Sentul, Sabtu (23/4/2022), saat Perayaan Paskah PO JNE 2022 digelar. Dalam acara tersebut hadir diantaranya Dewan Komisaris JNE yakni Maria Hui dan Adi. Selain itu juga tampak hadir  Direktur JNE Chandra Fireta dan Vice President of Finance JNE Joseph serta puluhan anggota PO JNE baik yang hadir langsung maupun via online melalui aplikasi zoom. Begitu juga puluhan klien YBMI yang sedang menjalani program rehabilitasi dari ketergantungan narkoba.

Acara dimulai dengan melantunkan tembang-tembang pujian kepada Tuhan dan pembacaan beberapa ayat Al Kitab. Acara kemudian dilanjutkan dengan khotbah rohani oleh Pendeta Yerry Pattinasarany yang membawakan tema ‘Dengan Merasa Berkecukupan Maka Kasih Tuhan Akan Hadir.’

Dalam ceramahnya Pendeta Yerry menjelaskan, memiliki rasa cukup merupakan bagian dari kasih Tuhan, sehingga segala sesuatunya tidak berlebihan. Mencintai Tuhan harus terlebih dahulu belajar mencintai sesama, itulah nilai-nilai yang terkandung dalam Paskah.

Baca juga: Hj. Nuraini Soeprapto : Srikandi Kurau Nan Dermawan (1)

Pendeta yang sebelumnya mengaku pernah kecanduan narkoba ini, mengapresiasi JNE yang turut serta dalam memerangi narkoba, meski dalam bentuk pelayanan rohani dan doa, di mana hal tersebut bisa menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.

Pendeta Yerry Pattinasarany saat memberikan khotbah dalam perayaan Paskah PO JNE 2022.

“Pecandu narkoba tidak harus dipidanakan. Adanya pelayanan dan pembinaan  Breaktrough Mission menjadi pesan ke masyarakat bahwa pecandu narkoba mempunyai hak untuk dilayani dan dibina supaya mereka bisa sembuh dan menjadi lebih baik. Saya bangga dan salut kepada JNE yang telah berpartisipasi dalam pemberantasan narkoba, meski hadir di sini dalam bentuk pelayanan rohani,” ungkap Pendeta Yerry.

Hal senada juga diutarakan oleh Direktur JNE Chandra Fireta, bahwa memiliki rasa cukup atau tidak berlebihan merupakan sesuatu yang pas dengan nilai-nilai Paskah yang harus diamalkan dan diterapkan di JNE.

“Jangan selalu merasa tidak puas. Segala sesuatu merasa kurang. Jangan berlebihan sehingga meninggalkan rasa syukur. Bila kita pandai bersyukur dan dekat dengan-Nya, maka kasih Tuhan akan selalu hadir. JNE sejak didirikan selalu dekat dengan Tuhan, salah satunya selalu malaksanakan 3M, yaitu memberi, menyantuni dan menyayangi,” ujarnya.

Chandra melanjutkan, perayaan Paskah merupakan bentuk kesyukuran terlebih sekarang ini Covid-19 semakin menurun dan perekonomian kembali menggeliat bangkit. Untuk itu ia mengajak semua karyawan JNE terus memberi pelayanan maksimal kepada para customer.

“Paskah adalah penebusan dari Tuhan, artinya kita sudah ditebus dari semua dosa-dosa, di mana Sang Juru Selamat Yesus dibangkitkan di hari ketiga setelah disalib. Mari kita instrospeksi dan evaluasi diri kita sendiri demi kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.

Direktur JNE Chandra Fireta (baju putih) memberikan donasi kepada pengurus Yayasan Breakthrought Mission Indonesia.

Sementara itu Pendi Herman, selaku mentor di YBMI mengungkapkan, mengingat masih pandemi Covid-19, tidak banyak klien yang menjalani rehabilitasi dan pembinaan di mana sekarang ini hanya ada 10 orang klien yang ditangani YBMI.

Adapun metode pembinaan dengan pelayanan rohani dan  doa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, semua klien yang baru datang akan menjalani isolasi, mereka akan dibatasi kebebasannya seperti tidak boleh membawa HP dan lain sebagainya sebagai bentuk bagian dari terapi.

“Untuk yang sudah menikah masa pembinaan 15 bulan dan yang belum menikah 18 bulan. Semua kilen yang dibina dan dilayani free alias tidak dipungut biaya sedikitpun. JNE datang ke sini digerakan oleh Tuhan. Terima kasih JNE, semoga ke depannya JNE terus berjaya dan semakin dekat dengan Tuhan,” ucap Pendi.

Perayaan Paskah maupun hari besar lainnya bagi karyawan JNE yang beragama Nasrani sejak dulu dilakukan dan mendapat support penuh dari perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa JNE menjunjung tinggi dan menghormati nilai-nilai keberagaman yang ada. *

Baca juga:Jangan Sia-Siakan, Ramadhan adalah Sawah-Ladang Untuk Memanen Pahala dan Menghapus Dosa

Exit mobile version