JNEWS – Piala Dunia 2026 telah resmi dibuka pada 11 Juni 2026 di Meksiko. Namun, sorotan turnamen kali ini tidak hanya tertuju pada pertandingan di lapangan.
FIFA memperkenalkan sejumlah perubahan penting yang membuat edisi 2026 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.
Apa Saja yang Beda di Piala Dunia 2026?

Selama puluhan tahun, format Piala Dunia tidak banyak berubah. Namun pada 2026, FIFA melakukan perombakan besar yang membuat turnamen ini tampil sangat berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Jumlah tim bertambah, fase gugur semakin panjang, tuan rumah tersebar di tiga negara, bahkan final akan menghadirkan halftime show ala Super Bowl.
Berikut sembilan perubahan terbesar yang hadir di Piala Dunia 2026.
1. Jumlah Peserta Bertambah Menjadi 48 Tim
Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara. Sebelumnya, sejak 1998 hingga 2022, jumlah peserta selalu bertahan di angka 32 tim.
Penambahan slot ini langsung mengubah persaingan di babak kualifikasi. Empat negara yang belum pernah tampil di putaran final akhirnya berhasil mengamankan tiket, yakni Yordania, Uzbekistan, Cape Verde, dan Curaçao.
Kehadiran mereka menunjukkan bagaimana format baru membuka peluang yang lebih besar bagi negara-negara yang selama ini sulit bersaing dengan kekuatan tradisional di masing-masing konfederasi.
Baca juga: Rekomendasi Film buat Kamu yang Lagi Demam Piala Dunia
2. Format Grup Mengalami Perubahan
Bertambahnya jumlah peserta membuat FIFA mengubah susunan fase grup. Jika sebelumnya terdapat 8 grup berisi 4 tim, kini jumlahnya meningkat menjadi 12 grup.
Dua tim teratas dari setiap grup akan lolos ke fase gugur. Selain itu, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak melanjutkan perjalanan. Format ini membuat peluang lolos tetap terbuka lebih lama dan membuat setiap poin menjadi semakin berharga.
3. Kini Ada Babak 32 Besar
Fase gugur tidak lagi dimulai dari 16 besar. Untuk pertama kalinya, FIFA menambahkan babak 32 besar guna mengakomodasi jumlah peserta yang lebih banyak.
Akibatnya, jalur menuju gelar juara pun jadi lebih panjang. Tim yang ingin mengangkat trofi harus melewati lima pertandingan knockout, bukan empat seperti pada format sebelumnya. Satu kesalahan kecil bisa langsung mengakhiri perjalanan sebuah tim.
4. Jumlah Pertandingan Melonjak Menjadi 104 Laga
Piala Dunia 2022 di Qatar berlangsung dengan total 64 pertandingan. Pada Piala Dunia 2026, angka tersebut melonjak menjadi 104 laga.
Tambahan 40 pertandingan membuat turnamen terasa jauh lebih besar. Penonton akan disuguhi lebih banyak duel antarbenua, sementara tim peserta dituntut memiliki kedalaman skuad yang memadai untuk menghadapi jadwal yang semakin panjang.
5. Digelar oleh Tiga Negara Sekaligus
Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini menjadi pertama kalinya tiga negara menjadi tuan rumah dalam satu edisi turnamen.
Keputusan tersebut tidak lepas dari kebutuhan penyelenggaraan yang semakin kompleks. Dengan 48 peserta dan lebih dari 100 pertandingan, FIFA membutuhkan kapasitas stadion, jaringan transportasi, serta fasilitas pendukung dalam skala yang jauh lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Sebelum 2026, sebenarnya juga sudah pernah ada Piala Dunia yang digelar oleh dua negara. Korea Selatan dan Jepang menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2002. Ini merupakan pertama kalinya Piala Dunia digelar di lebih dari satu negara.
6. Stadion dan Kota Tuan Rumah Lebih Beragam
Piala Dunia kali ini memanfaatkan 16 stadion yang tersebar di berbagai kota besar Amerika Utara. Beberapa di antaranya sudah menjadi sorotan bahkan sebelum turnamen dimulai.
MetLife Stadium di kawasan New York-New Jersey, contohnya, yang dipilih sebagai lokasi final. Di Meksiko, Estadio Azteca mencetak sejarah sebagai stadion pertama yang digunakan dalam tiga edisi Piala Dunia setelah 1970 dan 1986. Ada pula SoFi Stadium di Los Angeles yang dikenal sebagai salah satu stadion olahraga termahal di dunia, serta BC Place di Vancouver yang menjadi salah satu venue utama Kanada.
7. Durasi Turnamen Lebih Panjang
Bertambahnya jumlah peserta dan pertandingan membuat durasi kompetisi ikut bertambah. Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung sekitar 39 hari.
Waktu yang lebih panjang memberi ruang bagi penyelenggara untuk menyusun jadwal secara lebih teratur. Namun di sisi lain, tim peserta harus mampu menjaga kebugaran pemain dalam periode kompetisi yang berlangsung lebih dari satu bulan.
8. Potensi Kejutan Semakin Besar
Format yang lebih besar membuat peluang munculnya kejutan juga ikut meningkat. Tidak hanya karena bertambahnya jumlah peserta, tetapi juga karena semakin banyak tim yang datang dengan kualitas yang sulit diprediksi.
Yordania dan Uzbekistan menjadi dua nama yang layak diperhatikan meski berstatus pendatang baru. Padahal, Yordania merupakan runner-up Piala Asia 2023, sedangkan Uzbekistan tampil sangat konsisten sepanjang kualifikasi.
Di luar itu, Maroko juga berpotensi kembali mencuri perhatian setelah sukses menembus semifinal Piala Dunia 2022 dan membuktikan bahwa tim di luar kelompok favorit mampu melangkah jauh.
Dengan jumlah pertandingan yang lebih banyak, peluang lahirnya cerita kejutan seperti ini pun semakin terbuka.
9. Final Akan Dilengkapi Halftime Show ala Super Bowl
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, final Piala Dunia akan menghadirkan halftime show yang terinspirasi dari Super Bowl di Amerika Serikat. Selama ini, jeda babak pertama final Piala Dunia tidak pernah diisi pertunjukan hiburan berskala besar.
Sebagai gambaran, halftime show Super Bowl pernah melahirkan sejumlah momen ikonik. Penampilan Michael Jackson pada 1993 acap disebut sebagai titik balik yang mengubah halftime show menjadi atraksi global. Sementara itu, kolaborasi Dr. Dre, Snoop Dogg, Eminem, Mary J. Blige, dan Kendrick Lamar pada 2022 juga masuk dalam daftar pertunjukan yang paling banyak dibicarakan.
Untuk final Piala Dunia 2026, FIFA telah mengumumkan Madonna, Shakira, dan BTS sebagai penampil utama. Kehadiran nama-nama tersebut menunjukkan bahwa final nanti tidak hanya menjadi panggung sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga salah satu acara hiburan terbesar tahun 2026.
Baca juga: Stadion Sepak Bola Terbesar yang Pernah Menjadi Venue Piala Dunia
Piala Dunia 2026 menandai babak baru dalam sejarah sepak bola internasional. Menarik untuk melihat apakah perubahan besar yang dilakukan FIFA mampu membuat Piala Dunia semakin kompetitif dan menarik, atau justru memunculkan tantangan baru yang akan menjadi bahan evaluasi pada tahun-tahun mendatang.