Potret Ksatria JNE yang Menjadi Pelatih Paduan Suara Gereja

Kepala Kantor Perwakilan JNE Atambua Felix Baptista Nahak yang aktif mengajar paduan suara gereja

Siang bekerja di JNE sebagai Kepala Kantor Perwakilan JNE Atambua, sedangkan malam harinya menjadi pelatih vokal paduan suara di gereja. Itulah keseharian Felix Baptista Nahak. Baginya, baik bekerja di JNE maupun menjadi pelatih vokal paduan suara adalah pengabdian dan suatu kebanggaan tersendiri.

Sejak kecil, Felix sudah hobi menyanyi. Saat duduk di bangku SMP-SMA hingga perguruan tinggi, ia pun aktif di paduan suara gereja maupun paduan suara mahasiswa. Dengan bakat dan suara emas yang dimilikinya, maka tidak heran atas rekomendasi Pastor kemudian Felik diminta menjadi pelatih paduan suara di Gereja Katedral Santa Maria Imakulata, Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya bekerja di kantor JNE dari pagi hingga sore hari. Sedangkan di paduan suara gereja karena anggotanya banyak yang bekerja juga, biasanya berlatih mulai pukul 19.00 malam,” ujar Felix kepada JNEWS, Kamis (9/2/2023).

Menjadi pengurus dan pelatih paduan suara, ungkap alumnus S-1 Teknik Pertambangan Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta ini, adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan.

Felix aktif di paduan suara gereja

“Dari dulu saya punya prinsip bahwa melayani Tuhan dengan talenta pemberian Tuhan adalah sebuah kehormatan, sehingga terkadang sepulang kerja, meski merasa capek, tetap meluangkan waktu untuk latihan paduan suara di gereja,” beber Ksatria yang mulai bergabung di JNE Maret 2018 ini.

Bagi Felix, ada kepuasan batin tersendiri saat melatih olah vokal apalagi saat para anggotanya sedang melantunkan kidung puji-pujian kepada Tuhan. “Saya anggap pekerjaan ini sebagai pelayanan kepada Tuhan. Untuk bisa menjadi anggota paduan suara di gereja yang bersuara bagus, memang semua anggota harus sering berlatih, sehingga ketika tampil di acara-acara ibadah kebaktian maupun acara lainnya seperti Natalan sudah teruji kualitas suaranya,” terangnya.

Di sisi lain, Felix mengaku bersyukur bekerja di JNE karena perusahaan memberi dukungan moral terhadap semua aktivitas spiritual karyawannya tanpa membeda-bedakan  agama dari karyawan tersebut. “Kebebasan beragama dan toleransi di JNE selama ini saya rasakan sangat dijunjung tinggi,” ucapnya.

“Doa dan harapan saya untuk JNE, semoga semakin maju dan menjadi perusahaan pengiriman dan logistik terbaik di Indonesia. Dan semoga JNE selalu diberkati oleh Tuhan sehingga terus menghubungkan kebahagiaan bagi banyak orang,” pungkas Felix. *

Baca juga: Cerita Kurir yang Jadi Saksi Perjalanan JNE Pangkal Pinang, Bangka

 

Exit mobile version