JNEWS – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan mendorong Provinsi Lampung untuk memanfaatkan potensi produk halalnya secara optimal agar mampu bertransformasi menjadi produsen halal berkualitas yang terhubung langsung dengan rantai pasok halal global.
Menurut Haikal, produk halal harus ditempatkan sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional, bukan semata-mata dipahami sebagai kepatuhan regulasi dan keagamaan semata. Dorongan ini disampaikan dalam Talkshow Kawasan Industri Halal Tahun 2026 bertajuk “Akselerasi Kawasan Industri Halal, Mewujudkan Lampung sebagai Pusat Produksi Halal Berkualitas” yang digelar beberapa waktu lalu di Lampung.
Haikal menegaskan bahwa daerah dengan kekuatan sektor hulu seperti Lampung memiliki posisi strategis untuk naik kelas, dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi produsen halal bernilai tambah tinggi yang berdaya saing global. Ia mendorong para pelaku UMKM di Lampung untuk memanfaatkan era digital agar produk yang dihasilkan bisa menjangkau pangsa pasar lebih luas lagi.
Di sisi lain, Haikal juga menyoroti ironi bahwa Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia justru masih tertinggal dari sejumlah negara berpenduduk mayoritas non-Muslim dalam penguasaan produksi produk halal dunia. “Berdasarkan data, justru saat ini tiga negara produsen produk halal terbesar berasal dari Cina, Brasil dan Amerika Serikat,” jelasnya.
Ketiga negara tersebut, lanjutnya, sejak puluhan tahun yang lalu sudah memperhitungkan bahwa produk halal akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. “Maka tidak heran jika di Mekkah, Madinah hingga Dubai, pasar dan perbelanjaan dibanjiri produk Made in China dan sudah berlabelkan halal,” beber Haikal.
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Haikal menekankan pentingnya strategi simplifikasi dan percepatan. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar berani mengambil terobosan dengan belajar dari keberhasilan ketiga negara tersebut. Terlebih, upaya tersebut dipastikan akan berdampak positif bagi penguatan ekonomi dan kemandirian nasional.
Baca juga: Cara Mengurus Sertifikat Halal untuk UMKM Makanan
“Indonesia harus berdiri di kaki sendiri dan berdaulat secara ekonomi. Jangan sampai kita hanya menjadi pasar. Aneh jika warteg tidak bersertifikat halal, atau keripik singkong kita justru beli yang dari luar negeri hanya karena sudah ada label halalnya,” tegas Babe Haikal sambil menggaris bawahi bahwa halal telah bertransformasi menjadi simbol peradaban modern dan global.
Dalam konteks ini, BPJPH terus mendorong berbagai program konkret di daerah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen halal global, termasuk di Provinsi Lampung. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui akselerasi sertifikasi halal guna menjamin kehalalan dari sektor hulu ke hilir. *












