JNEWS – Minggu-minggu pertama tahun baru kerap diwarnai dengan rasa mager, tubuh yang lelah setelah libur panjang dan ritme kerja belum sepenuhnya kembali normal. Tidak sedikit orang yang merasa kesulitan untuk langsung kembali bekerja dalam mode seperti biasa setelah kalender berganti.
Periode transisi ini justru harus dimanfaatkan sebagai momen penting dalam membangun kebiasaan kecil yang baru, bagaimana ritme kerja yang sesuai dengan kemampuan dan tentunya pola hidup sehat mesti dipertahankan.
9 Cara untuk Fokus dan Produktif di Minggu-Minggu Pertama Tahun Baru
Biasanya minggu-minggu pertama tahun baru adalah masa penyesuaian karena tubuh serta pikiran kadang kala belum sepenuhnya sinkron. Di sinilah, kita membutuhkan ketenangan, fokus, ritme kerja yang diatur lebih realistis dan produktivitas tetap stabil.
Memulai tahun, jadikan momen ini untuk menancapkan fondasi yang kuat. Karena dengan fondasi kuat, konsistensi bekerja pun mudah dijaga. Berikut ini sejumlah cara yang bisa dilakukan agar di minggu pertama bekerja di tahun baru bisa menentukan ritme, fokus dan produktif.
1. Mulai dengan Tujuan yang Terukur
Jika sebelumnya membuat tujuan terlalu banyak, sekarang ini mari membuatnya lebih terukur dan sesuai dengan kemampuan kita. Dengan tujuan yang jelas dan terukur, akan mudah fokus dan tidak gampang lelah.
Gunakan metode SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound) untuk menyusun tujuan yang ingin dicapai tahun ini. Dengan metode tersebut, akan lebih mudah menyaring dan menentukan prioritas harian tanpa merasa kesulitan melakukannya.
Setelah membuat tujuan dengan metode SMART, buatlah to-do-list harian. Dengan demikian, akan lebih mudah memetakan pekerjaan-pekerjaan yang penting dilakukan, ritme kerja baru tercipta dan bisa konsisten.
Baca juga: Lelah dan Bosan di Kantor? Begini Cara Menghilangkan Jenuh Saat Kerja
2. Mengatur Ulang Jadwal
Tidak mesti harus mengubah jadwal secara drastis dari yang sudah dilakukan di tahun 2025. Tapi coba dianalisis kembali, apakah jadwal tersebut benar-benar sesuai dengan kemampuan kita atau justru selama ini membebani? Apakah jadwal tersebut membuat kita lebih produktif atau justru bikin tubuh tidak memiliki waktu istirahat?
Memang sih tidak akan langsung normal dalam satu dua hari, tapi dengan menyusun ulang jadwal maka rutinitas harian pun akan tertata dengan baik, seperti jam bangun, waktu untuk kerja dengan fokus tinggi, dan tentunya ada jam istirahat.
Ketika jadwal kembali tersusun menyesuaikan kemampuan dan ‘suara tubuh’ kita, maka akan terbentuk ritme harian baru. Tak hanya itu saja, tubuh dan pikiran pun akan mudah menyesuaikan.
3. Gunakan Teknik Manajemen Waktu
Tujuan dan jadwal telah disusun, selanjutnya adalah manajemen waktu dalam bekerja. Harus diakui bahwa manajemen waktu adalah kunci dari produktivitas. Salah satu metode yang populer dan terbukti membuat seseorang lebih fokus bekerja adalah teknik pomodoro.
Teknik pomodoro bisa dilakukan dalam berbagai bidang kerja. Caranya adalah dengan fokus selama 25 menit, lalu ambil jeda 5 menit. Setelah empat siklus, ambil istirahat lebih panjang sekitar 15-30 menit. Dengan demikian, pekerjaan akan selesai tepat waktu dan tubuh pun tidak akan merasa terlalu terbebani.
4. Mengurangi Distraksi Digital
Salah satu penghambat produktivitas dan biang kerok pemecah fokus adalah aktivitas digital. Coba deh akui, munculnya notifikasi di layar smartphone membuat kita langsung menoleh dan ingin segera membukanya. Awalnya hanya 5 menit, tapi kegiatan tersebut ternyata berlanjut sekrol media sosial dan tidak terasa 1 jam sudah berlalu.
Kegiatan yang terlihat ‘receh’ ini justru membuat pekerjaan tidak selesai tepat waktu dan konsentrasi menurun. Apalagi setelah membaca beberapa berita, tak jarang membuat overthinking sehingga kesulitan untuk kembali bekerja.
Oleh karena itu, tentukan batasan notifikasi yang muncul di layar smartphone. Matikan suara ketika sedang bekerja agar tidak selalu mengintip notifikasi. Atau bisa gunakan mode ‘Do Not Disturb’ yang kini sudah ada di berbagai merek smartphone.
Kuncinya adalah mengendalikan diri. Dengan batasan jelas dalam hal akses smartphone selama bekerja, pikiran akan lebih tenang dan pekerjaan lebih lancar.

5. Mulai dari Pekerjaan yang Mudah
Sisa-sisa kelelahan dan euforia tahun baru kerap membuat tubuh terasa berat untuk membuka laptop lalu memulai pekerjaan. Untuk mengatasinya, susunlah daftar pekerjaan berdasarkan skala prioritas. Setelah itu, lakukan tugas yang mudah untuk dikerjakan terlebih dahulu.
Memulai dengan pekerjaan mudah, secara pelan-pelan akan terbiasa untuk meningkatkan tingkat kesulitan dari tugas yang mesti diselesaikan. Selain itu, mengerjakan yang mudah lebih dulu juga akan membantu meminimalkan stres akibat tenggat waktu yang menumpuk paskaliburan.
6. Melakukan Evaluasi
Tahun baru adalah kesempatan terbaik untuk memulai hal baru agar terus produktif. Jika sebelumnya, malas untuk melakukan evaluasi, di tahun ini sebaiknya dilakukan. Tidak mesti evaluasi dilakukan setiap hari, tapi lakukanlah di akhir bulan.
Buatlah catatan tentang apa saja pekerjaan baik kecil atau besar yang telah berhasil dilakukan, dan apa saja rencana yang akan dilakukan bulan berikutnya. Melakukan evaluasi berkala, bisa memupuk kebiasaan produktif dan memberikan perubahan dalam pola kerja.
Tapi, perlu diingat, evaluasi ini bukan tentang menghakimi diri sendiri tapi melihat sejauh mana pencapaian. Pencapaian sekecil apa pun itu patut diapresiasi karena menunjukkan bahwa diri kita sudah berhasil bekerja dan memotivasi untuk mencapai tujuan yang disusun.
7. Membangun Kebiasaan Kecil yang Positif
Seperti diungkapkan oleh Psikolog dari Fakultas Psikologi UGM, T. Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog., lakukan perubahan kecil atau kaizen secara konsisten tiap hari. Dari perubahan kecil yang dilakukan teratur dan berkesinambungan, akan terakumulasi menjadi perubahan besar dalam kehidupan.
Perubahan kecil ini bisa dimulai dengan kebiasaan kecil yang positif, seperti merapikan meja kerja. Barangkali bagi sebagian orang, kebiasaan tersebut terlihat sepele. Tapi, percayalah bahwa meja kerja yang rapi memiliki korelasi positif dengan peningkatan fokus dan produktivitas baik secara langsung maupun tidak langsung.
Produktivitas jangka panjang itu dibangun dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali.
8. Pentingnya Self Care
Bekerja overtime tidak akan membuat kita menjadi yang terbaik, tapi sebaliknya, akan mendatangkan risiko kesehatan yang buruk. Banyak kejadian di lapangan, pekerja bekerja melebihi waktu dan mengorbankan waktu istirahat.
Produktivitas bukan saja tentang bekerja tanpa henti, tapi mampu menyeimbangkan kehidupan. Pastikan makan yang bergizi, tidur yang cukup, dan rutin berolahraga. Karena dengan tubuh dan pikiran sehat, maka kita bisa bekerja dengan maksimal.
Selain kesehatan fisik, jangan lupa menjaga kesehatan mental. Lakukan hobi yang selama ini ditinggalkan, luangkan waktu untuk meditasi sejenak adalah salah dua cara agar mental tetap sehat.
9. Berani Katakan TIDAK
Dalam dunia kerja, setiap orang berhadapan dengan beragam karakter, situasi, dan dinamika peran. Tidak jarang, batas antara tanggung jawab pribadi dan tugas tambahan menjadi kabur, sementara sebagian orang merasa sulit menolak demi menjaga hubungan kerja yang harmonis.
Memasuki tahun baru, wajar jika muncul keinginan untuk membangun kebiasaan yang lebih sehat dan terarah. Salah satunya adalah belajar menetapkan batas secara sadar.
Kemampuan untuk mengatakan TIDAK merupakan keterampilan penting agar tetap produktif dan fokus. Ketika terlalu sering menerima pekerjaan atau tanggung jawab di luar prioritas utama, energi dan perhatian bisa terpecah, sehingga hal-hal yang benar-benar penting justru terabaikan.
Baca juga: Manfaat AI untuk Pekerjaan yang Bisa Membuat Hidup Lebih Mudah
Minggu-minggu pertama tahun baru memang akan terasa berat untuk melangkah memulai bekerja. Ketika tujuannya jelas didukung dengan cara di atas, menjaga konsistensi pun akan mudah dilakukan dan terasa lebih bermakna.