Rencana Pembangunan 1.301 Pelabuhan oleh Kemenhub Disambut Antusias ABUPI Jateng

ABUPI Jateng rencana pembangunan pelabuhan kemenhub

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana untuk membangun 1.301 pelabuhan. Rencana tersebut pun disambut antuasia oleh Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia Koordinator Wilayah Jawa Tengah (ABUPI Korwil Jateng).

Seperti disampaikan oleh Ketua ABUPI Korwil Jateng Mindo H Sitorus, pelabuhan merupakan penggerak perekonomian nasional dan sebagai titik simpul jaringan tranportasi laut sekaligus sebagai pintu gerbang perdagangan regional dan internasional.

“Kebijakan pelabuhan nasional yang disampaikan menhub (menteri perhubungan) pada peringatan HUT ke-6 ABUPI lebih diarahkan pada upaya mendorong investasi swasta, mendorong persaingan pemberdayaan dan peran penyelenggara pelabuhan, serta mewujudkan sistem operasi pelabuhan yang aman dan terjamin tentu kita sambut positif dan dukung secara optimal,” ujar Mindo dalam keterangannya.

Baca Juga: Digitalisasi Jasa Angkutan Logistik Disebut Turunkan Tarif Logistik

Mindo pun mengatakan asosiasi siap mendukung tiga kebijakan Menteri Perhubungan (Menhub) terkait pengembangan pelabuhan nasional, yakni bagaimana bisa mendorong investasi swasta yang friendly, mendorong persaingan pemberdayaan melalui peran penyelenggaraan pelabuhan secara profesional, serta mewujudkan sistem operasi pelabuhan yang aman, nyaman, dan terjamin keberlangsungan bisnis.

Lebih lajut Mindo menjelaskan bahwa ABUPI bekerja sama dengan pemerintah daerah melalui sinergi dengan Pemprov Jateng mengembangkan lima pelabuhan terbaik, di antaranya pelabuhan yang berlokasi di Semarang, Kendal, Rembang, Brebes, dan Blora.

Mindo mengajak semua pemangku kepentingan terkait di sektor maritim untuk tetap optimistis dan mengutamakan semangat gotong-royong dengan melakukan kolaborasi guna mempercepat pemulihan perekonomian nasional di saat Indonesia telah melaksanakan program vaksinasi nasional dalam rangka melawan pandemi Covid-19.

“Pengembangan lima pelabuhan di Jateng dapat menggunakan skema konsorsium antara pemprov/pemkab/pemkot, BUMN, BUMD, dan swasta. Dengan skema konsorsium, dikonkretkan sharing saham masing-masing di dalamnya sehingga diharapkan dari sisi permodalan dan perizinan pengembangan pelabuhan kian cepat. Dengan begitu asa untuk pemulihan dan kebangkitan ekonomi pun tercapai secara cepat,” terangnya.

Baca Juga: Gubernur Babel Minta Pelabuhan Beroperasi 24 Jam Guna Tingkatkan Ekspor

Mindo mengingatkan bahwa upaya pemulihan perekonomian juga akan melalui proses yang panjang. Peran pelabuhan menjadi sangat penting dan perlu adanya sinergitas di antara pemangku kepentingan, kepelabuhanan, pelayaran, logistik, dan political will dari pemerintah untuk memastikan transaksi perdagangan berjalan lancar. Dengan begitu rantai pasok pasokan dan permintaan kebutuhan pokok rakyat akan selalu terjaga.

“Di sinilah pentingnya Pemprov Jateng membangun lima pelabuhan, agar roda perekonomian bisa segera pulih dan ketika manajemen rantai pasok efektif, dapat menurunkan biaya keseluruhan perusahaan dan meningkatkan profitabilitas. Jika satu tautan rusak, itu dapat memengaruhi sisa rantai pasok dan bisa mahal biayanya” ujar Mindo.

Saat ini, lanjut Mindo, salah satu konsesi yang sedang berproses adalah Pelabuhan Rembang Terminal Sluke. Sejak 2007, Bangun Arta Group melalui PT Pelabuhan Rembang Kencana telah mengembangkan pelabuhan ini dan kini bakal berkolaborasi dengan pemda dan BUMD setempat.

“Pelabuhan Rembang Terminal Sluke sedang menuju konsesi. Konsep kolaborasi itu bisa kita terapkan di Pelabuhan Kendal, dan juga pelabuhan lainnya,” jelas Mindo.

Sementara itu Direktur Utama PT Pelabuhan Rembang Kencana berharap dalam tiga bulan ke depan pihaknya bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dapat membuat hasil konkret mengenai rencana pengembangan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke.

Mindo memastikan saat ini Pelabuhan Rembang Terminal Sluke sedang melalui proses pengapalan barang yang nilainya sudah mencapai jutaan ton. Hal itu tentunya turut mendongkrak perekonomian dan daya beli masyarakat setempat serta multiplier effect-nya sangat berpengaruh signifikan bagi pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Pelindo 1 Kejar Kenaikan Bongkar Muat Peti Kemas 10 Persen Tahun Ini

Exit mobile version