Safety Riding: Mengenali Bahaya Aquaplaning Berkendara Saat Hujan

safety riding

Foto: Istimewa

JNEWS – Bagi para pengendara, saat turun hujan memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama ketika melintasi jalan yang dipenuhi genangan air. Di balik genangan yang tampak sepele, terdapat ancaman serius bernama aquaplaning. Kondisi ini dapat membuat pengendara kehilangan kendali atas kendaraan dalam hitungan detik.

Banyak faktor sebagai penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya. Salah satunya adalah karena aquaplaning. Aquaplaning terjadi ketika lapisan air mengangkat ban sehingga kehilangan kontak dengan permukaan jalan. Akibatnya, daya cengkeram ban terhadap aspal berkurang drastis, membuat kendaraan sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko tergelincir hingga memicu kecelakaan.

Kecepatan saat memacu kendaraan berkolerasi dengan risiko aquaplaning. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar kemungkinan ban kehilangan daya cengkeram terhadap aspal. Saat melintasi genangan air, pengendara disarankan menjaga kecepatan di bawah 50 km/jam. Pada rentang kecepatan ini, ban masih mampu memecah air dengan baik sehingga cengkeraman terhadap permukaan jalan tetap terjaga.

Namun, bila kendaraan melaju dengan kecepatan 50-70 km/jam, pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan. Pada kecepatan tersebut, risiko ban mulai kehilangan traksi akan meningkat. Solusinya, segera kurangi kecepatan secara bertahap tanpa melakukan pengereman mendadak.

Sedangkan saat kecepatan di atas 80 km/jam merupakan zona berbahaya. Dalam kondisi ini, ban sangat rentan kehilangan kontak dengan permukaan jalan sehingga kendaraan dapat tergelincir meskipun hanya melewati genangan air yang relatif tipis.

Selain menjaga kecepatan, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko aquaplaning. Di antaranya, tidak mengerem secara mendadak saat memasuki genangan air. Sebaiknya lepaskan pedal gas secara perlahan sehingga kendaraan melambat dengan memanfaatkan engine brake.

Baca juga: Bukan Pajangan, Inilah Manfaat Dashcam pada Kendaraan

Hal lainnya, perlu memastikan kondisi ban kendaraan selalu dalam keadaan baik. Ketebalan ban harus masih memenuhi standar dan tidak gundul agar kemampuan ban membuang air tetap optimal.

Pada dasarnya, keselamatan berkendara saat hujan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengemudi, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan. Dengan mengurangi kecepatan dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, risiko kecelakaan akibat aquaplaning dapat dihindari atau diminimalkan. *

Exit mobile version