Simak Cerita Deretan Pengusaha Muda yang Sukses Optimalkan Fitur WhatsApp Business

Adi Wahyu Prasetya asal Palu, Sulawesi Tengah, membantu ibunya mengelola bisnis bawang goreng milik keluarga yang bernama Hj. Mbok Sri. Adi yang berusia 19 tahun memperkenalkan aplikasi WhatsApp Business kepada keluarganya tahun 2018 silam.

Sejak itu, hasil penjualan mereka meningkat secara signifikan dan kini pelanggan mereka datang dari seluruh Indonesia, tersebar ribuan kilometer jauhnya.

Highland Roastery yang dimiliki oleh Yafeth Steven Wetipo, juga sukses mengoptimalkan WhatsApp Business. Yafeth memulai perjalanan bisnisnya dengan menjual biji kopi hasil tanah kampung halamannya di Lany Jaya, Papua.

Dengan sertifikat roastery yang ia dapat, Yafeth kemudian membeli alat sangrai kopi dan mulai menjual biji kopi sangrai dalam kemasan ke berbagai restoran dan kafe di Papua.

Ia terus meningkatkan keterampilan berbisnisnya hingga berhasil membuat produknya kompetitif di pasaran. Tidak berhenti di situ saja, Yafeth juga bersemangat dalam membagikan ilmunya kepada generasi muda Papua yang ingin menjadi pengusaha.

Rawis Orchid di Jakarta, dimiliki Wiwit Sulistiono yang berusia 20 tahun. Wiwit mengambil jurusan pertanian di SMK-nya dan memiliki hobi merawat bunga anggrek Indonesia yang eksotis.

Baca Juga: 5 Podcast Inspiratif Untuk Pebisnis Pemula

Ia kemudian mempromosikan bisnisnya melalui grup WhatsApp dan komunitas Facebook. Kini, klien Wiwit sudah berkembang melampaui wilayah Jakarta hingga ke Kalimantan, Sumatra, dan bagian wilayah Indonesia lainnya.

Para pengusaha tersebut memang mengikuti pelatihan WhatsApp Business yang berjalan selama 6 bulan dan dapat diakses secara daring untuk siswa-siswi usia SMA dari Prestasi Junior Indonesia di 12 kota di Indonesia.

Siswa-siswi dapat membuat akun WhatsApp Business mereka sendiri dan menikmati fitur seperti berbagi katalog, info lokasi toko, tautan yang terhubung langsung ke laman media sosial, dan fitur enkripsi end-to-end milik WhatsApp.

Baca Juga: Cara Arief Muhammad Membagi Waktu Sebagai Content Creator dan Pebisnis

WhatsApp sendiri memang bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia, meluncurkan program pelatihan bisnis digital untuk membantu lebih dari 1.000 calon pengusaha muda di 12 kota bergabung dalam perekonomian digital Indonesia.

Melalui program ini, para siswa akan dibekali dengan keterampilan bisnis digital yang kreatif dan beretika melalui lokakarya daring dan kiat-kiat dari pengusaha yang sukses.

Kemitraan yang unik antara WhatsApp dan Prestasi Junior Indonesia ini adalah bagian dari kampanye “BaWA Usaha Aja!” di mana WhatsApp bertujuan untuk terus mendukung ekonomi masyarakat Indonesia melalui digitalisasi.

“Keterampilan digital yang mumpuni itu perlu dimiliki pengusaha muda masa kini. Apalagi di dunia yang serba cepat ini,” kata Direktur Kebijakan Publik WhatsApp APAC, Clair Deevy.

“Kami merasa bahwa kita sedang berada di dalam masa penuh tantangan untuk segera melengkapi calon pengusaha muda agar terampil menggunakan sarana digital untuk berbisnis,” tambahnya.

Baca Juga: 5 Jenis Usaha yang Bisa Dikelola dengan Mudah Bagi Pebisnis Pemula

Exit mobile version