Sosok Heny Sulistiyawati, Srikandi JNE yang Komandani Ratusan Security

Heny Sulistiyawati (baju putih) saat memberi briefing kepada para anggota security.

Keamanan dan kenyamanan semua kantor JNE selama ini tidak terlepas dari peran dan tugas dari anggota security. Ternyata selama ini yang menjadi komandan dari ratusan petugas security adalah sosok perempuan bernama Heny Sulistiyawati.

Selalu memegang teguh kedisiplinan, ketegasan, kesopanan dan kejujuran ditambah lagi dengan sifat lugas, membuat Heny Sulistiyawati dipercaya oleh perusahaan untuk memimpin ratusan security yang mayoritas anggotanya adalah laki-laki.

“Saya mulai diberi amanah oleh perusahaan untuk memimpin security atau satpam sejak 2011 silam. Kala itu jumlah anggotanya 80 orang dan masih dengan nama Departemen Risk Management. Adapun sekarang anggota security berjumlah 306 orang di bawah naungan Departemen HSE & Security. Dalam melaksanaan tugas harian semua anggota security JNE harus memegang teguh kedisiplinan, ketegasan, kesopanan dan kejujuran,” ujar Srikandi yang akrab dipanggil Boni ini, saat berbincang dengan JNEWS, Selasa (12/4/2022).

Baca juga: Siap Antisipasi Lebaran, JNE Tambah Armada Jalur Darat dan Udara

Menurut wanita yang menjabat sebagai kepala Departemen HSE & Security JNE tersebut, membawahi ratusan security di lapangan yang mayoritas laki-laki tidak mudah dan merupakan tantangan tersendiri. “Namun sebesar apa pun tantangan, bagi saya karena ini amanah dari perusahaan maka harus bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

“Perusahaan mungkin menilai dari karakter dan sifat serta latar belakang kegiatan saya selama ini. Saya juga bukanlah tipe wanita yang lemah gemulai. Jadi tidak terlalu sulit bagi saya untuk  bergaul dan menyesuaikan diri dengan para security internal perusahaan dan juga dengan rekan-rekan pembina keamanan lingkungan di mana kantor JNE berada,” tambah Heny.

Head off HSE & Security Department JNE Heni Sulistywati yang membawahi ratusan anggota security.

Menjadi pimpinan dari ratusan security yang tersebar di banyak lokasi kantor, harus juga siap dengan segala resiko. “Karena security adalah petugas yang berada di garis depan atau frontliner, di mana harus  selalu siap dengan resiko tersebut,” jelasnya.

Karena harus bersinggungan langsung juga dengan pelanggan, maka departemen yang ia pimpin secara rutin dan berkala memberikan training dengan materi diantaranya mengenai pelayanan prima sesuai SOP, product knowledge dan manajemen SDM yang penanganannya dibutuhkan sifat-sifat humanis.

“Sebelum pandemi, setiap tahun pasti ada agenda dan program rutin untuk melaksanakan kegiatan refreshment fisik di luar kantor, khususnya pada saat hari libur yang melibatkan unsur pelatih dari satuan TNI dan Polri. Kegiatan-kegiatan pelatihan yang dilakukan tersebut memberikan hasil positif selama ini,” terang Heny.

Selain penyegaran secara fisik, pelatihan juga bisa menambah pengetahuan dan ajang silaturahmi sesama anggota security yang hasilnya akan membentuk jiwa korsa sesama anggota dan sikap loyal terhadap pimpinan dan perusahaan.

Adapun secara garis besarnya, tugas pokok security adalah menyelenggarakan pengamanan dan ketertiban di lingkungan tempat kerja, yang meliputi pengamanan fisik, personal, informasi dan pengamanan teknis lainnya. Selain itu, melaksanakan perintah pimpinan, menegakkan dan mengawasi peraturan perusahaan dan kegiatan perusahaan.

Para anggota security JNE sebelum pandemi Covid-19 rutin menggelar pelatihan fisik bersama.

Bulan April, tepatnya 21 April nanti adalah peringatan Hari Kartini. Menurut Heny sosok pahlawan nasional R.A. Kartini telah memberinya inspirasi untuk kesetaraan gender di mana membuka cakrawala tentang peran wanita yang juga memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki.

“Sosok pahlawan R.A. Kartini tidak bisa dipungkiri telah membuka sejumlah pintu bagi kaum perempuan Indonesia untuk mengenyam pendidikan dan juga meniti karir dalam bidang pekerjaan. Termasuk dalam bidang keamanan seperti yang saya kerjakan saat ini,” ucapnya.

Meski dikenal sebagai sosok yang tegas dalam memimpin ratusan anggota security di kantor, bila pulang ke rumah, Heny tetaplah seorang ibu rumah tangga bagi suami dan anak-anaknya. “Kalau di rumah saya layaknya ibu rumah tangga, bantu anak-anak mengerjakan PR dan juga memasak. Jadi kita juga harus menyeimbangkan antara pekerjaan di kantor dengan tugas sebagai ibu rumah tangga juga di kala ada di rumah,” pungkas Heny. *

Baca juga: Dikenal Dekat dan Ramah Terhadap Karyawan, Presdir JNE M. Feriadi Dinobatkan Sebagai 50 Best CEO 2022

Exit mobile version