JNEWS – Pesona panorama bawah laut Nusa Penida menawarkan keanekaragaman biota laut yang dihuni oleh ikan tropis warna-warni, penyu karang, pari manta hingga ikan mola-mola. Ratusan ikan dan terumbu karang yang hidup di perairan dangkal sekeliling pulau ini menjadi magnet besar bagi para pencinta scuba diving dan snorkeling.
Dikutip dari website Kabupaten Klungkung, pulau ini terletak di tenggara Pulau Bali, tepatnya di Kabupaten Klungkung. Menariknya, pulau ini adalah yang terbesar dari gugusan Kepulauan Nusa Penida, Pulau Lembongan, dan Pulau Ceningan.
Di antara ketiga pulau tersebut, Nusa Penida terkenal dengan pantai berpasir dan relatif landai. Pemandangan sekeliling pulau ini sangat memukau karena dikelilingi oleh perbukitan hijau dan hutan lebat yang masih alami.
8 Spot Diving di Nusa Penida, Cocok untuk Pemula hingga Profesional
Dikenal dengan sebutan The Blue Paradise Island, pulau ini memiliki ratusan ikan dan terumbu karang yang masih alami serta sehat. Tidak mengherankan apabila pulau ini menjadi salah satu primadona wisata bertaraf internasional.
Menyelam di berbagai spot diving di pulau ini, para divers bisa bertemu dengan ikan pari manta dan ikan mola-mola yang terkenal langka. Tertarik untuk melakukan aktivitas air di Nusa Penida? Berikut ini rekomendasi spot diving populer yang bisa dijajal baik untuk level pemula dan profesional.

1. Manta Point
Ingin menyelam dan melihat langsung ikan pari raksasa? Maka, wajib datang ke Manta Point.
Spot diving ini merupakan salah satu yang populer di Nusa Penida. Terletak di ujung barat daya pulau, Manta Point merupakan habitat asli ikan pari manta yang dikenal memiliki lebar sayap mencapai 7-8 meter.
Menyelam sambil melihat langsung megahnya ikan pari manta yang meluncur di air tentunya memberikan kepuasan tersendiri. Selain itu, para penyelam juga bisa menikmati keindahan biota laut lainnya seperti hiu terumbu, penyu, ikan kakatua, ikan kepe-kepe hingga ikan kupu-kupu.
Menyelam di Manta Point, arusnya relatif tenang dengan ombak kecil. Tapi, kadang kala bisa berubah secara mendadak. Oleh karena itu, bagi yang ingin menyelam di spot ini, pastikan didampingi oleh instruktur berpengalaman.
Waktu terbaik datang ke Manta Point yakni saat musim panas, sekitar bulan April sampai November. Mengapa demikian? Karena airnya lebih tenang dan visibilitas bawah airnya pun bagus. Peluang untuk bertemu ikan pari manta ada sepanjang tahun, tapi untuk waktunya tidak menentu.
Baca juga: 7 Tempat Wisata di Nusa Penida yang Punya Lautan Biru yang Jernih
2. Crystal Bay
Crystal Bay terkenal dengan air yang jernih bak kristal dan keanekaragaman biota lautnya. Tak hanya terkenal dengan airnya, spot diving ini juga merupakan tempat untuk berjumpa dengan ikan ikonik yakni ikan mola-mola. Biasanya, ikan ini akan muncul antara bulan Juli hingga Oktober.
Arus bawah laut yang kuat dan kerap muncul tiba-tiba terutama saat pasang surut, membuat penyelam harus ekstra waspada. Bahkan, di musim tertentu, ombaknya cukup besar.
Maka, penyelam disarankan didampingi oleh instruktur berpengalaman dan pilih waktu ketika kondisi laut lagi tenang.
3. SD Point
Terletak di bagian utara Pulau Nusa Penida, SD point menjadi salah satu spot diving yang populer dan ramai pengunjung.
SD Point memiliki pemandangan bawah laut yang indah dengan formasi terumbu karang berwarna-warni. Di sini, penyelam bisa berjumpa dengan hiu terumbu, gerombolan ikan kecil, penyu hingga sesekali ikan pari manta.
Spot diving ini menjadi primadona para penyelam karena bisa dijelajahi oleh semua tingkat keahlian termasuk pemula. Arus di spot ini hampir selalu satu arah, jadi bisa melakukan penyelaman santai.
4. Toyapakeh Wall
Menyelam di Toyapakeh Wall, penyelam akan melihat indahnya kombinasi terumbu karang, dinding karang dan taman karang dengan formasi seperti lereng. Bagaimana dengan biota lautnya? Di spot ini, bisa berjumpa dengan spesies karang, ikan terumbu warna-warni, hiu terumbu hingga penyu.
Arus di Toyapakeh Wall cukup tenang dan stabil karena lokasinya tidak jauh dari daratan utama pulau Nusa Penida. Hal inilah yang membuatnya ramah bagi pemula. Tapi, perlu waspada apabila datang saat musim hujan, karena ombak bisa menjadi lebih besar.
5. Malibu Point
Malibu Point adalah spot diving di Nusa Penida yang terletak di ujung timur pulau. Tempat ini terkenal dengan arus lautnya yang kuat dan kehidupan laut yang beragam. Menyelam di spot diving ini, penyelam bisa bertemu dengan berbagai jenis ikan seperti ikan hiu, ikan barakuda, lumba-lumba, penyu hijau, gurita hingga penyu sisik.
Dikutip dari Sertifikasi SSI, Malibu Point memiliki kedalaman maksimal 26 meter dan cocok untuk penyelam tingkat lanjutan.
6. Gamat Bay
Gamat Bay adalah spot diving tersembunyi di Nusa Penida. Suasananya yang tenang dan keindahan bawah laut yang masih alami, membuat tempat ini kerap dipilih bagi yang menginginkan tempat tidak terlalu ramai.
Lokasi Gamat Bay berada di bagian barat Nusa Penida dan tidak jauh dari Toyapakeh. Spot diving ini terkenal dengan air yang jernih, ragam terumbu karang, ikan kecil berwarna-warni yang hidup di celah-celah karang.
Namun, perlu diperhatikan bahwa di beberapa titik, arusnya cukup kuat sehingga harus ekstra hati-hati saat menjelajah.

7. Blue Corner
Letak Blue Corner memang di Pulau Nusa Lembongan tapi bisa dijangkau dari Nusa Penida. Perlu dicatat, spot diving ini khusus penyelam berpengalaman karena arusnya yang kuat. Di spot ini juga penyelam bisa berjumpa dengan ikan pari manta dan ikan mola-mola.
Penyelam bisa melihat terumbu karang yang miring, dimulai dari kedalaman 12 meter lalu menurun hingga lebih dari 30 meter. Perpaduan dari arus kuat dan kedalaman ekstrem, membuat air di spot ini berwarna biru tua. Hal tersebut membuat spot ini dinamakan Blue Corner.
8. Buddha Point atau Temple Point
Kepulauan Nusa Penida tidak pernah kehabisan memiliki spot diving populer dan unik, salah satunya adalah Buddha Point atau biasa disebut Temple Point. Lokasinya terletak di antara Pulau Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Seperti namanya, spot diving ini memiliki patung Buddha dan stupa di kedalaman tujuh meter dan telah mendiami bawah laut pulau ini selama lebih dari sepuluh tahun. Arus di spot ini cukup kencang, jadi perlu bantuan instruktur berpengalaman.
Baca juga: Panduan Wisatawan untuk Menjelajahi Kebun Raya Gianyar
Dengan usianya yang sudah cukup lama, bagian-bagian patung serta stupa sudah berlumut dan ditumbuhi soft coral serta anemon. Menyelam di spot ini tentunya memberikan pengalaman unik sekaligus religius.
Deretan spot diving Nusa Penida di atas semakin memantapkan Pulau Dewata adalah surga bagi pencinta keindahan laut. Panorama bawah laut di berbagai spot tersebut, tidak akan ditemui di belahan dunia mana pun.












