JNEWS – Spring Temple Buddha menjadi salah satu ikon wisata religi yang menarik perhatian di Tiongkok.
Selain patung Buddha berukuran raksasa, kompleks ini menyimpan sejumlah daya tarik yang membuat kunjungannya menarik untuk dibahas, mulai dari lingkungan alam pegunungan sampai bangunan keagamaan yang memiliki nilai sejarah. Arsitektur patungnya pun memperlihatkan skala pengerjaan yang luar biasa besar.
Tak heran jika patung raksasa satu ini dikenal luas sebagai salah satu landmark penting di Tiongkok.
Berkenalan dengan Spring Temple Buddha

Spring Temple Buddha dibangun pada 1997 dan selesai pada 2008. Lokasi tepatnya berada di kawasan Fodushan Scenic Area, Kabupaten Lushan, Pingdingshan, Provinsi Henan, Tiongkok.
Patung raksasa ini menggambarkan Buddha Vairocana, sosok Buddha yang melambangkan cahaya dan kebijaksanaan dalam tradisi Buddhisme Mahayana. Namanya berasal dari mata air panas Tianrui yang berada di dekat lokasi patung ini berada. Air di sumber tersebut memiliki suhu sekitar 60°C dan menjadi salah satu daya tarik wisata utama kawasan ini.
Patung Spring Temple Buddha ada di kompleks Kuil Foquan, tempat ibadah yang memiliki sejarah panjang sejak masa Dinasti Tang. Tinggi patungnya mencapai 128 meter, termasuk alas berbentuk bunga teratai. Jika dihitung bersama landasan dan bukit tempatnya berdiri, ketinggian keseluruhannya mencapai sekitar 208 meter. Struktur patung ini tersusun dari sekitar 1.100 keping tembaga cor dengan berat total kurang lebih 1.000 ton.
Pada 2008, Spring Temple Buddha tercatat sebagai patung tertinggi di dunia dan mempertahankan rekor tersebut hingga 2018. Ukurannya yang luar biasa menjadikannya salah satu landmark keagamaan paling mencolok di Tiongkok. Selain menjadi tempat yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan, kompleks ini juga menarik pengunjung yang ingin melihat langsung skala konstruksi patung Buddha tersebut.
Baca juga: Uniknya Arsitektur Candi Plaosan yang Memadukan Gaya Hindu dan Buddha
Atraksi dan Keunikan yang Bisa Ditemukan di Kawasan Wisata Spring Temple Buddha

Kawasan wisata Spring Temple Buddha memiliki sejumlah daya tarik yang melengkapi keberadaan patung raksasa ini. Berikut beberapa hal menarik untuk diamati, mulai dari kondisi alam setempat hingga peninggalan yang berkaitan dengan tradisi Buddhisme.
1. Mata Air Panas Tianrui dengan Suhu Mencapai 60°C
Lokasi Spring Temple Buddha berada dekat mata air panas Tianrui. Sumber air panas alami ini menghasilkan sekitar 65.000 galon air setiap hari, dengan suhu yang dapat mencapai 60°C. Keberadaan mata air tersebut menjadi salah satu ciri khas kawasan wisata ini, yang memadukan bangunan keagamaan dengan potensi alam setempat.
Masyarakat setempat meyakini air Tianrui memiliki khasiat untuk kesehatan. Keberadaan sumber air panas ini turut menjelaskan alasan pemilihan nama patung raksasa ini, sekaligus menambah daya tarik kawasan di luar patung utamanya.
2. Gunung Yao dengan Pemandangan Alam Pegunungan
Spring Temple Buddha berada di kawasan Gunung Yao, yang berada di bagian timur Pegunungan Funju. Kawasan pegunungan ini menawarkan pemandangan alam yang menjadi pelengkap kunjungan ke kompleks Buddha. Dari sejumlah titik di sekitarnya, pengunjung dapat melihat patung raksasa tersebut berdiri di tengah bentang alam pegunungan Henan.
Gunung Yao juga memiliki sejarah penamaan yang cukup panjang. Pada masa lalu, gunung ini dikenal sebagai Gunung Rao, kemudian namanya berubah menjadi Yao. Kawasan tersebut dikaitkan dengan asal-usul marga Liu dalam tradisi setempat dan pernah menjadi tempat tinggal Mozi, seorang pemikir Tiongkok kuno. Pada 1950-an, namanya sempat diubah menjadi Gunung Shiren sebelum kembali menggunakan nama Gunung Yao pada 2008.
3. Kuil Foquan dan Lonceng Keberuntungan Berukuran Raksasa
Kuil Foquan merupakan tempat ibadah yang berada di dekat Spring Temple Buddha. Sejarah kuil ini dikaitkan dengan masa Dinasti Tang, salah satu periode penting dalam perkembangan kebudayaan dan agama Buddha di Tiongkok.
Salah satu daya tarik di dalam kompleks kuil ini adalah Lonceng Keberuntungan atau Bell of Good Luck, yang dipasang pada tahun 2000. Lonceng berbahan perunggu ini memiliki tinggi lebih dari 8 meter, diameter sekitar 5,1 meter, dan berat kurang lebih 115 ton. Permukaannya dihiasi 36 pola kelopak bunga teratai yang selaras dengan simbolisme Buddhis.
Lonceng tersebut pertama kali dibunyikan tepat pada tengah malam saat pergantian tahun dari 2000 ke 2001. Ukurannya yang besar menjadikannya salah satu benda paling mencolok di kompleks Kuil Foquan.
4. Diamond Seat dan Sumeru Seat, Landasan di Bawah Patung Buddha
Spring Temple Buddha berdiri di atas dua landasan utama yang dikenal sebagai Diamond Seat dan Sumeru Seat. Kedua struktur ini menambah ketinggian keseluruhan monumen sekaligus menjadi bagian penting dari rancangan arsitekturnya.
Jika tinggi patung dan kedua landasan tersebut digabungkan, ukurannya mencapai sekitar 208 meter atau 682 kaki.
Diamond Seat memiliki keunikan berupa 6.666 patung Buddha berukuran lebih kecil yang menghiasi bagian kompleksnya. Di dalam struktur ini juga terdapat biara Buddha yang dapat diakses melalui rangkaian anak tangga. Pengunjung yang menaiki tangga menuju area ini dapat melihat lebih dekat susunan bangunan dan ornamen yang menjadi bagian dari kompleks kawasan wisata ini.
Baca juga: Mengenal Tembok Besar Tiongkok: Sejarah dan Fungsi Ikoniknya
Panduan Berkunjung ke Spring Temple Buddha
Perjalanan menuju Spring Temple Buddha perlu direncanakan karena tidak ada bandara tepat di dekat kawasan patung.
Wisatawan dapat berangkat dari Zhengzhou, Ibu Kota Provinsi Henan, perjalanan bisa dilanjutkan dengan kereta atau bus menuju Pingdingshan. Sebaiknya pesan tiket lebih awal, terutama jika berkunjung saat musim liburan. Pingdingshan dapat menjadi tempat singgah untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata.
Dari Pingdingshan, perjalanan menuju Spring Temple Buddha bisa diteruskan dengan bus ke arah kawasan wisata Gunung Yao. Waktu tempuhnya sekitar satu setengah jam sekali jalan, bergantung pada kondisi lalu lintas dan rute yang digunakan.
Alternatif lainnya adalah berangkat dari Lushan, kota yang lebih dekat dengan lokasi dan memiliki layanan bus menuju kawasan wisata. Sebelum berangkat, pastikan jadwal transportasi tersedia agar perjalanan pulang tidak terkendala.
Tiket masuk kawasan Spring Temple Buddha diperkirakan sekitar 120 yuan, sedangkan jam operasionalnya tercatat pukul 08.00 – 17.30. Harga tiket dan jadwal kunjungan dapat berubah, jadi sebaiknya periksa informasi terbaru sebelum berangkat.
Dengan memperhitungkan waktu perjalanan, biaya transportasi, dan jam tutup kawasan, kunjungan bisa direncanakan lebih nyaman tanpa terburu-buru.












