Mengenal Seluk Beluk Wihara sebagai Tempat Ibadah Budha

Tempat ibadah Budha dinamakan wihara. Di Indonesia, orang juga menyebut wihara sebagai klenteng. Namun, sebenarnya, klenteng adalah tempat ibadah penganut taoisme dan konfisiusme. Tapi karena yang datang di kedua tempat tersebut umumnya dari etnis Tionghoa, maka masyarakat pun sulit membedakannya.

Secara kasat, sebenarnya mudah membedakan antara bangunan klenteng dan wihara. Bangunan klenteng sangat kental dengan arsitektur Tionghoa. Sedangkan wihara beradaptasi dengan bangunan modern pada masanya atau arsitektur lokal, tapi ditambah ornamen, patung dan lambang-lambang Budha lainnya.

Untuk menambah wawasan, yuk, kita lihat lebih dekat Wihara sebagai tempat ibadah Budha berikut ini.

Seluk Beluk Wihara sebagai Tempat Ibadah Budha

Selain sebagai tempat ibadah agama Budha, wihara tak ubahnya seperti bangunan sosial lain yang terbuka untuk umum. Semua boleh datang ke wihara untuk berbagai keperluan. Ada yang dibuka sebagai tempat wisata, juga ada wihara yang menyewakan gedung untuk pernikahan.

Namun, tentu saja ruang khusus untuk ibadah tidak bisa dimasuki sembarang orang. Agar tidak penasaran, berikut seluk beluk wihara di Indonesia.

 

1. Fasilitas dalam Wihara

Seperti apa sih, bagian dalam wihara itu? Sebagai contoh, berikut adalah sarana dan prasarana yang ada di Maha Vihara Maitreya. Wihara terbesar di Indonesia ini terletak di Sumatra Utara, yang juga menawarkan wisata religi. Fasilitas yang ada di wihara tersebut adalah:

  1. Gedung bakti puja. Ini merupakan tempat ibadah dan tempat untuk mencari ketenangan spiritual. Gedung ini terdiri 3 ruangan besar, yang masing-masing berkapasitas di atas 1.000 orang. Ruangan-ruangan besar tersebut tak ubahnya seperti gedung pertemuan zaman sekarang yang modern, bersih, dan adem. Selain patung, ada pahatan batu di dinding ruangan yang menggambarkan perjalanan Budha.
  2. Gedung kantor dan wisma. Di sini terdapat pusat informasi, perpustakaan dan genta kebahagiaan. Bagi yang ingin mencari informasi, mengumpulkan data untuk tugas kuliah atau penelitian skripsi, mungkin bisa ditanyakan di gedung ini. Sedangkan genta kebahagiaan raksasa ini jika dipukul akan mendatangkan hawa positif dan kebahagiaan bagi siapa pun juga.
  3. Gedung pusat seni, budaya dan pendidikan. Di gedung ini terdapat restoran yang menawarkan menu-menu vegetarian. Umat Budha terkenal sangat pandai mengolah menu masakah vegan. Selain itu, gedung ini memiliki ruangan yang disewakan untuk resepsi atau acara lain dan toko suvenir.
  4. Arena rekreasi. Di tempat ini terdapat auditorium dan taman.

2. Lima Kebajikan di Wihara

Dikutip dari laman Kemenag RI, ada 5 hal yang wajib dilakukan umat Budha ketika berada di wihara, yaitu:

  1. Cleanliness atau kebersihan. Ada 3 kebersihan yang harus dijaga yaitu lingkungan wihara, jasmani, dan batin.
  2. Tidiness atau kerapian. Kerapian harus diperhatikan karena mendukung konsentrasi dalam melakukan puja bakti.
  3. Politeness atau kesopanan. Kesopanan meliputi busana, sikap, dan perilaku, termasuk ucapan agar tidak menyakiti orang lain.
  4. Punctuality atau tepat waktu. Ketepatan waktu menunjukkan konsistensi atas kesepakatan bersama.
  5. Meditation atau meditasi. Meditasi merupakan latihan pengendalian diri agar bisa melaksanakan 4 kebajikan di atas.

Lima kebajikan tersebut juga berlaku untuk semua pengunjung yang berniat untuk berwisata ke tempat ibadah Budha ini.

Wihara-Wihara Terkenal di Indonesia

Indonesia, yang mendukung toleransi beragama, memiliki banyak wihara sebagai tempat ibadah Budha. Beberapa wihara menjadi sangat terkenal yang menjadi destinasi wisata atau sekadar sebagai background berfoto. Berikut 5 di antaranya.

Mengenal Seluk Beluk Wihara sebagai Tempat Ibadah Budha

1.  Maha Vihara Maitreya, Sumatra Utara

Tempat ibadah Budha pertama ini terletak di Cemara Asri, Deli Serdang. Informasinya sudah diceritakan di atas.

2. Vihara Bodhigiri, Balerejo

Wihara ini juga dikenal sebagai Panti Semedi Balerejo. Wihara yang terletak di Blitar dengan luas 60.000 m² ini memilik arsitektur menarik, yang merupakan perpaduan candi Budha dan Jawa.  Wihara yang terletak di ketinggan 550 meter ini selalu berhawa sejuk sehingga menjadi tempat semedi yang nyaman.

Keasrian dan pesonanya yang menawan, yaitu seperti muncul di atas bukit, membuat wihara ini ditetapkan sebagai salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Blitar. Pengelola menyediakan pemandu bagi pengunjung.

3. Padepokan Dhammadipa Arama, Batu

Nama tempat ibadah Budha satu ini sedikit unik karena merupakan perpaduan Jawa dan Thailand. Padepokan merupakan istilah Jawa untuk tempat menimba ilmu. Sedangkan Dhammadipa Arama merupakan nama pemberian dari Yang Mulia Somdet Phra Nyanasamvara.

Berdiri pada tahun 1971, padepokan ini pernah kehilangan 2 patung Budha karena dirampok. Kejadian tersebut mengundang simpati umat Budha di seluruh dunia hingga bantuan pun mengalir. Kemudian padepokan ini dipugar menjadi bangunan yang lebih aman. Padepokan juga berkembang terus bahkan mendirikan sekolah tinggi agama Budha.

4.  Bramavihara Amara, Banjar

Merupakan wihara terbesar di Bali. Selain sebagai tempat ibadah, wihara ini juga merupakan destinasi wisata religi. Uniknya, pengunjung dari agama apa pun diperbolehkan ikut bersemedi dan berdoa. Bramavihara merupakan salah satu objek wisata terlaris di Buleleng.

Wihara ini menyuguhkan pemadangan yang indah menghadap Pantai Lovina. Bangunan Bramavihara beradaptasi dengan arsitektur khas Bali. Di sini pengunjung dapat menemukan replika Candi Borobudur dan pohon besar yang menyerupai pohon Bodhi.

5.  Vihara Avalokitesvara Graha, Tanjungpinang

Wihara yang sangat megah ini merupakan tempat memperdalam ilmu agama Budha bagi masyarakat Indonesia, Malaysia, Singapura dan negara-negara lain di Semenanjung Malaka. Pengunjung yang datang ke Avalokitesvara disuguhi pemandangan kebun buah negara, sejak dari pintu gerbangnya yang megah hingga ke gedung utama. Atmosfir wihara ini seperti berada di Tiongkok.

Di dalam tempat ibadah Budha ini terdapat patung Dewi Kuan Yin Phu Sha terbesar yang pernah ada di dalam ruangan, sehingga tercatat dalam Museum Rekor Indonesia. Patung setinggi 16,8 meter ini dilapisi emas 22 karat.

Demikianlah seluk beluk wihara sebagai tempat ibadah Budha dan informasi tentang wihara-wihara terkenal di Indonesia. Indonesia sangat kaya akan keberagaman dan sudah terbiasa saling menghargai. Memahami wihara merupakan tambahan pengetahuan yang berharga agar makin menghormati keberagaman tersebut.

Exit mobile version