JNEWS – Mencari tempat wisata di Kendari sebenarnya tidak sulit karena pilihannya cukup beragam dan lokasinya saling berdekatan. Dalam satu kota dan area sekitarnya, ada pantai, perbukitan, air terjun, hingga ruang terbuka tepi teluk yang bisa dikunjungi tanpa perjalanan panjang.
Beberapa tempat wisata ada yang cocok untuk liburan keluarga, sebagian lainnya pas untuk yang ingin healing di suasana alam lebih tenang. Aksesnya pun relatif mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi lokal.
Rekomendasi Tempat Wisata di Kendari dan Sekitarnya yang Populer
Kendari dan wilayah di sekitarnya menawarkan kombinasi wisata alam dan ruang publik yang nyaman. Daftar berikut merangkum sebelas pilihan tmpat wisata di Kendari yang layak dipertimbangkan sebelum menyusun rencana liburan di Kota Lulo ini.

1. Pulau Labengki
Pulau Labengki berada di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Tempat ini disebut sebagai Miniatur Raja Ampat karena gugusan pulau karst, tebing curam, laguna jernih, dan pasir putihnya mengingatkan pada lanskap di Papua Barat.
Dari Kendari, perjalanan menuju pulau ini memakan waktu sekitar 1,5 – 2 jam menggunakan perahu motor atau speedboat, berangkat dari Pelabuhan Tapulaga atau Toli-Toli.
Daya tarik utamanya ada pada gugusan karst yang menjulang membentuk panorama unik. Salah satu spot yang sering dibicarakan adalah Laguna Mahumalalang, laguna berair hijau toska yang dikelilingi tebing batu.
Ada juga Teluk Cinta, titik pandang yang memperlihatkan lekukan laut menyerupai bentuk hati jika dilihat dari atas. Selain menikmati pemandangan, aktivitas seperti snorkeling dan diving cukup diminati karena terumbu karangnya masih terjaga dan ikan-ikannya beragam.
Baca juga: Menyelami Keindahan Alam Pulau Labengki Sulawesi Tenggara
2. Pulau Bokori
Di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, ada juga Pulau Bokori yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata bahari yang mudah dijangkau dari Kendari. Di sini, pengunjung bisa menikmati pasir putih yang halus, air laut berwarna biru toska yang jernih, serta deretan pohon kelapa yang eksotis.
Perjalanan menuju pulau ini relatif cepat, sekitar 15–30 menit menggunakan perahu dari dermaga di wilayah Tapulaga atau Desa Bokori, Kecamatan Soropia. Pengunjung bisa berenang atau snorkeling, juga menyewa banana boat atau donut boat. Selain aktivitas air, pemandangan matahari terbit dan terbenam di pulau ini sering menjadi momen yang ditunggu, terutama bagi yang datang sejak pagi atau memilih menginap.
3. Pantai Nambo
Pantai Nambo berada di Kelurahan Nambo, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar 15–16 kilometer dari pusat kota, dengan waktu tempuh kurang lebih 27–30 menit menggunakan motor atau mobil.
Karena aksesnya mudah dan tidak terlalu jauh, pantai ini sering jadi pilihan warga yang ingin liburan singkat. Area pantainya dikenal dengan pasir putih dan perairan yang relatif dangkal, sehingga cukup ramah untuk anak-anak maupun pengunjung yang hanya ingin bermain air di tepi pantai.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati jajanan yang dijual di sekitar area pantai. Salah satu yang sering dicari adalah sate pokea, yakni sejenis kerang air tawar. Kuliner khas ini cukup mudah ditemukan di kawasan ini.
4. Pantai Toronipa
Pantai Toronipa dikenal karena garis pantainya yang panjang, sekitar empat kilometer, dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara yang cukup rapat. Suasananya terasa teduh, bahkan ketika siang hari.
Air laut di pantai ini dangkal, sehingga banyak pengunjung bisa bermain air di tepi pantai dengan nyaman. Selain berenang, pengunjung juga bisa menyewa banana boat. Fasilitas seperti saung atau gazebo cukup mudah ditemukan.
Pantai Toronipa terletak di Desa Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Dari Kendari, jaraknya tidak terlalu jauh sehingga sering dijadikan tujuan rekreasi singkat, terutama saat akhir pekan.
5. Air Terjun Moramo
Air Terjun Moramo berada di kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa, tepatnya di Desa Sumbersari, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar 60–65 kilometer dari Kota Kendari, sehingga biasanya ditempuh lewat perjalanan darat selama kurang lebih dua jam, tergantung kondisi jalan.
Air terjun ini memiliki tujuh tingkat. Ketinggiannya mencapai sekitar 100 meter dengan puluhan undakan kecil. Totalnya sekitar 60 lebih. Pengunjung bisa memilih berhenti di tingkat bawah atau naik perlahan ke bagian yang lebih tinggi.
Dari area parkir, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 1,2 hingga 1,5 kilometer untuk mencapai lokasi air terjun. Jalurnya sudah tertata dan sebagian dilapisi keramik, sehingga relatif nyaman dilalui.
6. Pemandian Air Panas Wawolesea
Pemandian Air Panas Wawolesea juga dikenal dengan sebutan Wales. Lokasinya berada di Desa Wawolesea, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Tempat wisata di Kendari satu ini cukup dikenal karena bentuknya yang tidak biasa. Struktur batu kapurnya membentuk undakan-undakan alami yang sekilas mengingatkan pada terasering. Aliran air panas mengisi kolam-kolam kecil di setiap tingkat, sehingga tampilannya berbeda dari pemandian air panas pada umumnya.
Air di sini terasa asin dan mengandung belerang. Kandungan tersebut membuat aromanya cukup khas dan sering dikaitkan dengan manfaat untuk kulit atau pegal sendi. Kolam-kolamnya memperlihatkan gradasi warna yang berubah tergantung pantulan cahaya dan kedalaman air, mulai dari putih jernih hingga kebiruan atau kehijauan.
Lingkungan di sekelilingnya didominasi perbukitan kapur dan area hutan, sehingga suasananya jadi lebih sejuk dan terbuka.
7. Kebun Raya Kendari
Kebun Raya Kendari, yang juga dikenal sebagai Kebun Raya Nanga-Nanga, berada di Jalan Kebun Raya Nanga-Nanga, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari. Tempat wisata di Kendari ini difungsikan untuk pelestarian flora, terutama tanaman endemik, tetapi juga terbuka untuk kegiatan wisata dan edukasi. Luasnya sekitar 96 hektare.
Area kebun raya dibagi ke beberapa taman tematik. Ada Taman Ultrabas, Taman Pakuli, Taman Etnobotani, hingga Rumah Anggrek yang menampilkan berbagai koleksi tanaman. Selain berjalan santai menikmati pepohonan, pengunjung juga bisa bermain air di aliran sungai yang melintas atau menyewa perahu karet dengan tarif sekitar Rp20.000 per jam.
8. Pegunungan Nipa-Nipa
Pegunungan Nipa-Nipa membentang di sisi utara Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kawasan ini dikenal sebagai ruang hijau alami yang berfungsi sebagai penyangga lingkungan kota
Sebagian besar wilayah tempat wisata di Kendari ini masuk dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Murhum, dengan luas lebih dari 7.800 hektare. Beberapa titik di Pegunungan Nipa-Nipa cukup populer sebagai lokasi kunjungan. Salah satunya adalah Puncak Amarilis yang dikenal sebagai salah satu spot pandang yang sudah dilengkapi fasilitas seperti gazebo dan area untuk berfoto.
9. Masjid Al-Alam
Masjid Al-Alam merupakan masjid terapung yang menjadi salah satu landmark Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Letaknya berada di kawasan Teluk Kendari.
Masjid ini diresmikan pada tahun 2018 setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Mursyid Mustafa dengan konsep yang memadukan unsur modern dan simbolik. Masjid memiliki empat menara, dua di antaranya dirancang menyerupai bentuk Burj Al Arab di Dubai. Kubah utamanya menggunakan sistem mekanik yang dapat membuka dan menutup, dengan desain menyerupai kelopak bunga. Indah sekali.
10. Kendari Beach
Kendari Beach, atau sering disingkat Kebi, merupakan kawasan waterfront yang membentang di sepanjang Teluk Kendari. Tempat ini menjadi pusat keramaian, terutama saat sore menjelang malam. Letaknya juga tidak jauh dari pusat kota, sekitar 15 menit berkendara, sehingga mudah diakses kapan saja.
Salah satu momen yang paling ditunggu di Kebi adalah matahari terbenam. Langit senja terlihat jelas tanpa terhalang, dengan latar perbukitan dan kapal-kapal yang bergerak pelan di perairan teluk.
Dari kawasan ini, Jembatan Teluk Kendari tampak jelas, terutama saat malam ketika lampunya menyala terang. Di kejauhan juga terlihat Masjid Al-Alam yang berdiri di atas teluk.
11. Bukit Alebo
Bukit Alebo berada di Desa Alebo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jaraknya sekitar 20 kilometer dari Kota Kendari.
Di sini, ada hamparan savana hijau yang luas dan terbuka. Karena itu, tempat wisata di Kendari satu ini juga sering disebut sebagai Bukit Teletubbies. Bukit ini juga dikenal sebagai spot favorit untuk melihat matahari terbit maupun terbenam.
Baca juga: Berburu Oleh-Oleh Khas Kendari Sebelum Pulang, Ini Rekomendasinya
Deretan tempat wisata di Kendari di atas menawarkan pilihan yang cukup beragam, mulai dari pantai, perbukitan, hingga ruang publik tepi teluk yang mudah dijangkau dari pusat kota. Dengan jarak yang relatif dekat satu sama lain dan akses yang tidak rumit, kawasan ini bisa jadi opsi liburan yang praktis tanpa perlu perencanaan yang terlalu ribet.