JNEWS – Tempe penyet sering dianggap menu biasa karena bahannya mudah dicari dan harganya ramah di kantong. Padahal, satu porsi sederhana ini bisa berubah rasanya hanya karena beda cara menggoreng atau beda sambal yang dipakai.
Tempe yang digoreng sampai bagian luarnya agak kering lalu dipenyet saat masih panas akan menyerap bumbu lebih baik. Disajikan dengan nasi hangat dan lalapan, hidangan ini sudah cukup memuaskan tanpa perlu tambahan macam-macam.
Tapi, sudah tahu belum, aslinya tempe penyet ini hidangan dari mana sih?
Asal Usul Tempe Penyet

Tempe penyet adalah salah satu sajian khas Nusantara yang menggabungkan tempe goreng dengan sambal pedas yang diulek manual. Istilah penyet merujuk pada cara penyajiannya, yaitu tempe yang sudah digoreng kemudian ditekan atau dilumatkan di atas sambal agar bumbunya menempel dan lebih meresap.
Hidangan ini mulai banyak dikenal luas pada awal 2000-an, meski konsep penyet sendiri sudah ada sebelumnya dalam bentuk ayam penyet atau lele penyet. Dari dapur rumahan yang sederhana, menu ini berkembang menjadi sajian favorit di berbagai warung makan.
Ciri khasnya ada pada perpaduan rasa gurih tempe dengan pedasnya sambal yang langsung menyatu saat dipenyet. Tempe penyet ini umumnya disajikan bersama nasi putih hangat dan lalapan segar.
Jejaknya dapat ditelusuri dari tradisi kuliner Jawa Timur, terutama Surabaya, yang memang akrab dengan aneka hidangan penyet. Tempe sendiri sebagai bahan utama sudah lama dikenal masyarakat Jawa, bahkan tercatat dalam naskah lama Serat Centhini pada abad ke-16 di wilayah Bayat, Klaten.
Saat ini, hidangan tempe penyet sudah bisa ditemukan di banyak kota di Indonesia, bahkan ikut diperkenalkan di Malaysia dan Singapura.
Baca juga: Sambal Roa dan 10 Sambal Nusantara Lainnya yang Paling Terkenal
Macam-Macam Sambal yang Cocok Menemani Tempe Penyet
Sambal menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari tempe penyet. Setiap racikan membawa karakter berbeda. Berikut macam-macam sambal yang cocok untuk teman tempe penyet.

1. Sambal Terasi Matang
Sambal ini sering jadi pilihan utama karena rasanya kuat dan aromanya khas. Terasi dibakar dulu sampai agak kering supaya wanginya keluar. Cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih juga bisa ikut dibakar, atau ditumis sebentar. Setelah itu baru diulek bersama garam dan sedikit gula merah.
Tempe penyet yang digoreng setengah kering paling pas dipadukan dengan sambal ini. Bagian luar tempe yang renyah akan menyerap minyak dan bumbu dari sambal. Saat dipenyet, sambal terasi matang akan menempel di pori-pori tempe yang masih hangat. Aromanya langsung naik begitu disajikan.
Sambal ini cocok untuk yang suka rasa padat dan tidak ingin sambal yang terlalu segar atau asam.
2. Sambal Bawang
Kalau ingin yang pedasnya nampol, sambal bawang jawabannya. Bahan utamanya adalah cabai rawit merah, bawang putih, dan garam. Semua diulek kasar, tidak perlu terlalu halus. Setelah itu disiram minyak panas bekas menggoreng tempe. Minyak panas ini penting karena akan mematangkan bawang putih tanpa perlu ditumis lama.
Rasa sambal ini pedas dengan aroma bawang yang tajam. Tidak ada rasa manis kecuali ditambahkan sedikit gula sesuai selera. Tempe yang digoreng garing di luar dan lembut di dalam akan terasa lebih hidup dengan sambal ini. Cocok untuk penyuka pedas yang tidak ingin rasa tambahan seperti terasi atau tomat. Simpel, tapi kuat.
3. Sambal Korek
Sambal korek ini mirip sambal bawang, hanya saja lebih banyak cabai rawitnya daripada bawang putih. Uleknya pun cenderung lebih kasar. Setelah diulek, sambal disiram minyak panas dalam jumlah lebih banyak dibanding sambal bawang biasa. Hasilnya tekstur lebih cair dan pedasnya langsung menyengat.
Karena minyaknya cukup banyak, sambal ini cocok untuk tempe yang digoreng agak kering supaya tidak terlalu berminyak saat dimakan. Sensasi pedasnya cepat muncul dan bertahan di lidah. Tidak ada rasa asam atau manis yang menahan. Kalau ingin sedikit variasi, bisa ditambahkan irisan bawang merah mentah tipis supaya ada rasa segar di sela pedasnya.
4. Sambal Tomat
Sambal tomat memberi rasa yang lebih segar. Cabai merah dan cabai rawit dicampur dengan tomat merah matang. Tomat bisa ditumis sebentar supaya tidak terlalu berair. Saat diulek, tomat akan membuat tekstur sambal lebih lembut dan sedikit basah. Warna merahnya juga lebih cerah dibanding sambal tanpa tomat.
Rasanya pedas dengan sentuhan asam-manis alami dari tomat. Untuk yang tidak tahan pedas, porsi cabainya bisa dikurangi. Tempe penyet dengan sambal tomat cocok disajikan bersama lalapan seperti mentimun dan kol.
5. Sambal Kemiri
Sambal kemiri punya tekstur lebih lembut karena ada tambahan kemiri sangrai. Setelah itu, diulek bersama cabai, bawang merah, bawang putih, dan garam. Rasanya gurih yang lebih kuat dibanding sambal biasa. Pedasnya bisa disesuaikan karena kemiri membantu menyeimbangkan rasa cabai. Cocok untuk yang ingin rasa pedas tapi tidak terlalu tajam.

6. Sambal Ijo
Sambal ijo menggunakan cabai hijau besar dan cabai rawit hijau. Cabai direbus atau dikukus sebentar sebelum diulek supaya tidak langu. Bawang merah dan bawang putih ikut dihaluskan, lalu semuanya ditumis sebentar dengan minyak, agar warna hijaunya tetap segar.
Pedas sambal ijo tidak senampol cabai merah, tapi tetap ada tendangan. Rasanya cenderung gurih dan sedikit segar. Sambal ini cocok untuk tempe penyet yang disajikan bersama nasi hangat dan lalapan.
7. Sambal Dabu-Dabu
Sambal dabu-dabu tidak diulek halus, melainkan dicincang kasar. Cabai, bawang merah, dan tomat dipotong kecil-kecil. Lalu diberi garam dan perasan jeruk nipis. Tambahkan sedikit minyak panas supaya rasanya menyatu. Teksturnya lebih berair dan segar dibanding sambal ulek.
Tempe penyet yang masih hangat akan menyerap minyak dari sambal ini. Cocok untuk yang ingin rasa pedas segar tanpa rasa terasi atau kemiri. Sambal ini juga enak jika tempe tidak dipenyet terlalu hancur, jadi potongan sambal masih terasa saat digigit.
Baca juga: Pedas Segar dari Utara: Ragam Sambal Khas Manado yang Wajib Dicoba
Setiap jenis sambal memberi karakter berbeda pada tempe penyet. Tinggal pilih sesuai selera pedas, gurih, atau segar yang diinginkan. Kombinasinya simpel saja, tapi detail kecil seperti tingkat kematangan tempe dan cara mengulek sambal akan sangat memengaruhi hasil akhirnya.











