Tim Digital Army JNE Bukan Hanya Soal Campaign dan Branding

Tim Digital Army JNE bersilaturahmi dengan Direksi JNE

Tim Digital Army JNE beranggotakan adalah para Ksatria dan Srikandi yang mempunyai banyak follower, baik itu di Instagram maupun Tiktok. Tujuan tim ini dibentuk untuk ikut membantu menaikkan branding perusahaan dan mengkampanyekan program JNE kepada masyarakat luas terutama para netizen.

Kehadiran media sosial di dunia maya yang berkembang pesat, sudah menjadi kebutuhan maupun gaya hidup masyarakat. Medsos juga sekaligus bisa sebagai alat komunikasi dan promosi yang efektif untuk menyampaikan pesan.

Sejak penggunaan smartphone marak dan akses internet begitu mudah maka lahirlah fenomen-fenomena baru, di antaranya ‘Influencer’ dengan banyak follower atau pengikut, yang bisa menjadi medan kampanye dan  promosi perusahaan.

Sebagai perusahaan yang memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia JNE melakukan terobosan dengan membentuk Tim Digital Army, untuk meningkatkan engagement social media dan turut berpartisipasi mensukseskan setiap campaign perusahaan.

Didirikan Juni 2020, Tim Digital Army JNE sekarang sudah beranggotakan lebih dari 250 Ksatria dan Srikandi, di mana setiap anggota memiliki lebih dari 1.000 follower di Instagram maupun Tiktok. Melalui merekalah setiap kegiatan atau promosi produk JNE akan disebarluaskan lewat channel Instagram atau Tiktok yang mereka miliki.

Dwita Kemala Dewi, salah satu anggota tim yang berasal dari JNE Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku bangga menjadi bagian dari Tim Digital Army JNE. Kini ia memiliki 112 ribu follower di Instagram. Dwita tercatat sebagai anggota tim dengan follower terbanyak.

“Sebagai Srikandi JNE, memang sudah menjadi kewajiban saya untuk ikut menaikkan brand JNE dan menginformasikan berbagai kegiatan serta produk layanan JNE kepada para follower.  Alhamdulillah mendapat sambutan antusias dan direspon positif selama ini,” ujar Dwita, saat ditemui JNEWS di sela-sela acara silaturahmi Tim Digital Army dengan jajaran Direksi JNE, Sabtu (27/11/2021).

Dalam acara yang berlangsung di sebuah restaurant kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara tersebut, Dwita yang mulai bergabung di JNE sejak 2015 ini mengungkapkan bahwa banyaknya pengikut di Instagram dimulai sejak dirinya kuliah di Universitas Siliwangi Tasikmalaya.

“Setelah menjadi karyawan di JNE, follower saya semakin bertambah banyak. Senang dan bersyukur dari banyak follower, saya sudah menerima banyak endorse. Ada produk fashion, alat kecantikan dan lain-lain. Saya juga merasa bangga ikut meng-upload kegiatan JNE seperti santunan anak yatim dan mendapat like serta komentar positif dari follower,” ucapnya dengan wajah sumringah.

Sementara itu, Digital Communication Section Head JNE Novaldi Kristanto mengungkapkan, Digital Army JNE tidak hanya ada di kantor pusat Jakarta, tetapi tersebar di kantor-kantor cabang JNE yang ada di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Anggota Tim Digital Army JNE

“Tim Digital Army JNE dibentuk untuk menjawab tantangan dan kebutuhan di era Medsos. Mereka juga bisa mempromosikan para pelaku UMKM di daerahnya masing-masing dan kemudian berkolaborasi dengan JNE,” ujar Novaldi.

Untuk saat ini anggota Digital Army JNE dengan follower terbanyak masih disandang oleh Dwita Kemala Dewi dengan follower 112k dan Jennifer Nange dengan follower 42,5k. Sedangkan untuk Tiktok ada Velia Caroline dengan follower 33,8k dan Ciny Elvina Tiominar dengan follower 52,7k.

Seperti diketahui pada perayaan HUT JNE Ke-31, Tim Digital Army JNE mendapat kesempatan bersilaturahmi dengan jajaran Direksi JNE dan hadir pada puncak perayaan yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan. *

Baca juga : Kuis Mingguan JNEWS Hadir Lagi dengan Total Hadiah Rp3 Juta

Exit mobile version