Tol Laut Penuhi Kebutuhan Masyarakat Tanimbar

Tol Laut Tanimbar

Masayrakat Tanimbar tertolong dengan adanya program Tol Laut (foto: Ocean Week)

Hadirnya program Tol Laut sangat berarti bagi masyarakat di Indonesia Timur, seperti salah satunya di Tanimbar, Maluku. Menurut masyarakat Tanimbar, Tol Laut ini sangat menguntingkan bagi mereka, sebab mereka bisa dengan mudah memenuhi kebutuhan pokok, terutama dimasa pandemi seperti saat ini.

Masyarakat Tanimbar mengandalkan Tol Laut untuk mengirim produk unggulan di Tanimbar dan juga untuk kebutuhan usaha. Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor UPP Kelas II Saumlaki, Capt Hasan Sadili. Menurut Hasan, kapal tol laur yang dipeoratori oleh PT Temas Shipping ini sudah memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Disebut Bisa Dorong Industri Manufaktur

Menurutnya, kapal Tol Laut yang beroperasi Tahun 2020 ini rutin setiap 20 hari singgah di pelabuhan Saumlaki. “Hari ini kapal tol laut Trayek T-17 yang dioperasionalkan oleh PT. Temas Shipping tiba di pelabuhan Saumlaki dengan membawa 100 kontainer yang terdiri dari 48 kontainer tol laut dan 52 kontainer reguler,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Hasan menyebut bahwa Tol Laut tujuan Saumlaki ini menjadi andalan di kalangan pelaku usaha di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terutama saat ini sedang diberlakukan pembatasan tranportasi laut untuk kapal perintis penumpang dan kargi di Kepulauan Tanimbar.

Kepulauan Tanimbar sendiri memiliki hasil alam yang berlimpah. Seperti yang dijelaskan oleh Hasan, wilayah ini banyak menghasilkan komoditi unggulan, seperti kopra, rumput laut, dan kayu. Bahkan, rata-rata komoditi unggulan itu bisa terkiri 20 sampai 30 kontrainer setiap bulannya dengan memanfaatkan Tol Laut ke Surabaya.

Baca Juga: Pembangunan Pelabuhan Kali Adem Baru 20 Persen, Rampung 2021

Muatan Balik Tak Sebanyak Muatan Berangkat

Namun, lagi-lagi sangat disayangkan muatan baliknya tidak sebanyak ketika muatan berangkat. Muatan balik ke pelabuhan Saumlaki hanya berjumlah 13 kontainer. Dengan begitu, sisa kontainer yang kembali harus dikirim menggunakan tarif reguler. Permasalahan muatan balik ini juga sebelumnya sudah dibahas oleh Kementerian Perhubungan dan menjadi isu dari program Tol Laut ini.

Karenanya, Kepala UPP Saumlaki berharap ada penambahan kuota muatan balik untuk pelabuhan Saumlaki. Muatan balik pada tanggal 10 Oktober sendiri tercatat berjumlah 24 kontainer dengan rincian 13 kontainer mutan balik Tol Laut dan 11 kontainer mutan balik menggunakan tarif reguler.

Dengan selesainya pembatasan kapal perintis di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam waktu dekat ini maka masyarakat dan pelaku usaha bisa mengirimkan kebutuhan pokok, tak hanya mengandalkan kapal Tol Laut, tapi juga bisa menggunakan kapal perintis penumpan dan kargo yang telah disubsidi oleh Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: Gudang Logistik Tambahan Pelni Mampu Tampung 5.000 Ton Barang

Exit mobile version