Wisata di Kowloon City: 10 Tempat Terbaik yang Layak Dijelajahi

JNEWS – Destinasi wisata di Kowloon City tidak hanya pusat perbelanjaan saja. Salah satu distrik di Hong Kong ini menyimpan banyak sisi menarik. Di sini ada taman bersejarah, kuil kuno, hingga kawasan kuliner yang terkenal.

Dalam satu wilayah, wisatawan bisa menemukan jejak masa lalu sekaligus menikmati wajah modern Hong Kong.

Daftar Destinasi Wisata di Kowloon City yang Wajib Dikunjungi

Wisata di Kowloon City: 10 Tempat Terbaik yang Layak Dijelajahi

Daya tarik wisata di Kowloon City juga datang dari perpaduan masa lalu dan masa kini. Jika berencana menjelajahi kawasan ini, berikut beberapa destinasi yang layak masuk ke dalam daftar kunjungan.

1. Kowloon Walled City Park

Kowloon Walled City Park berdiri di atas lahan permukiman legendaris yang dulu pernah menjadi salah satu kawasan terpadat di dunia. Setelah seluruh bangunannya dibongkar pada awal 1990-an, lokasi ini ditata ulang menjadi taman bergaya klasik Jiangnan seluas sekitar 31.000 meter persegi.

Kini, taman tersebut terbagi menjadi delapan area yang memadukan ruang hijau dengan berbagai peninggalan sejarah.

Salah satu daya tarik utamanya ialah Gedung Yamen, bangunan pemerintahan dari era Dinasti Qing yang dibangun pada 1847 dan menjadi satu-satunya bangunan asli yang masih bertahan. Di dalamnya terdapat pameran permanen A City of Thousand Faces yang mengulas sejarah Kowloon Walled City melalui foto, arsip, dan ruang interaktif. Selain itu, masih banyak juga spot menarik lain, seperti maket perunggu yang memperlihatkan bentuk asli kawasan sebelum dibongkar pada 1993, Reruntuhan Gerbang Selatan (Old South Gate), Garden of Chinese Zodiac, dan Mountain View Pavilion.

Baca juga: Rekomendasi Oleh-Oleh Hong Kong yang Paling Aman Dibawa Perjalanan Jauh

2. Sik Sik Yuen Wong Tai Sin Temple

Sik Sik Yuen Wong Tai Sin Temple menjadi salah satu kuil paling terkenal di Hong Kong. Lokasi destinasi wisata Kowloon City ini tepatnya berada di kaki Bukit Lion Rock, dengan luas sekitar 18.000 meter persegi.

Selain menjadi tempat ibadah, kuil ini juga menarik perhatian karena memadukan tiga ajaran sekaligus, yaitu Taoisme, Buddhisme, dan Konfusianisme.

Aktivitas yang paling populer di sini adalah ritual Kau Cim, tradisi meramal nasib menggunakan stik bambu bernomor. Tradisi ini masih dijalankan hingga sekarang dan menjadi salah satu pengalaman budaya yang paling banyak dicari.

3. Sung Wong Toi Garden

Sung Wong Toi Garden merupakan taman memorial di kawasan Ma Tau Chung, tidak jauh dari bekas Bandara Kai Tak. Tempat wisata di Kowloon City ini memiliki nilai sejarah penting karena mengenang dua kaisar muda terakhir Dinasti Song, Zhao Shi dan Zhao Bing, yang melarikan diri ke Hong Kong saat pasukan Mongol menyerbu kerajaan mereka pada abad ke-13.

Di sini ada batu granit bertuliskan Sung Wong Toi, yang berarti Altar Raja Song. Batu tersebut dulunya merupakan bagian dari sebuah bukit suci di tepi pantai. Setelah kedua kaisar melanjutkan pelarian ke selatan dan meninggal di laut, masyarakat setempat mengukir batu itu sebagai bentuk penghormatan.

Kini, batu bersejarah tersebut menjadi simbol berakhirnya Dinasti Song sekaligus pengingat kisah yang pernah terjadi di kawasan ini.

4. Stone Houses Family Garden

Stone Houses Family Garden menawarkan gambaran kehidupan masyarakat Hong Kong setelah Perang Dunia II. Kompleks ini awalnya menjadi tempat tinggal keluarga pekerja dan para imigran, lalu dipugar menjadi ruang publik yang memadukan museum, area komunitas, dan kafe bergaya retro.

Kompleks destinasi wisata di Kowloon City ini terdiri atas lima rumah dua lantai yang dibangun antara 1937 hingga 1957. Dinding granit, rangka atap kayu, dan genteng tanah liat khas Tiongkok masih dipertahankan.

5. AIRSIDE

AIRSIDE berdiri di atas lahan bekas Bandara Internasional Kai Tak di Kowloon City. Gedung setinggi 47 lantai ini menggabungkan pusat perbelanjaan, area perkantoran, ruang seni, dan hiburan dalam satu kompleks.

Di dalamnya terdapat banyak sekali fasilitas dan atraksi. Salah satunya adalah GATE33 Gallery yang rutin menghadirkan pameran seni, instalasi interaktif, hingga karya digital dari seniman lokal maupun internasional. AIRSIDE juga memiliki pusat selancar dalam ruangan pertama di Hong Kong yang dapat digunakan oleh pemula maupun peselancar berpengalaman.

6. Little Thailand

Little Thailand merupakan destinasi wisata di Kowloon City yang sangat populer karena di sinilah area pusat komunitas warga keturunan Thailand di Hong Kong sejak 1970-an. Kawasan kuliner ini membentang di sekitar South Wall Road, Nam Kok Road, Lung Kong Road, dan Nga Tsin Wai Road.

Beberapa tempat makan yang paling populer antara lain Golden Thai Food yang terkenal dengan sate, ayam panggang, dan mango sticly rice. Juga ada Wong Chun Chun Thai Restaurant yang menyajikan kepiting kari kuning dan Tom Yum Goong sebagai menu andalan.

7. Kowloon City Market

Kowloon City Market berada di dalam Kowloon City Municipal Services Building dan menjadi salah satu pasar tradisional paling terkenal di Hong Kong. Pasar ini dikenal bersih serta menyediakan berbagai bahan makanan segar berkualitas, mulai dari sayuran, daging, hingga hasil laut. Selain menjadi tempat belanja warga lokal, pasar ini juga ramai didatangi pencinta kuliner.

Kalau berkunjung ke pasar ini, jangan lewatkan mampir ke lantai dua. Di sini ada Lo Yun yang telah buka sejak dari 50 tahun yang lalu. Menu best seller-nya meliputi Hong Kong French Toast berisi daging sapi sate, Satay Beef Noodles, serta es teh susu Hong Kong dan Red Bean Milk Tea sebagai pelengkap.

8. Lion Rock

Puncak Lion Rock menyerupai seekor singa sedang duduk. Bagi masyarakat setempat, Lion Rock juga menjadi simbol semangat pantang menyerah yang dikenal sebagai Lion Rock Spirit.

Jalur pendakian bukit ini menyuguhkan panorama 360 derajat yang memperlihatkan kontras antara padatnya gedung-gedung di Kowloon dan hamparan alam New Territories.

Jika melanjutkan perjalanan ke arah Sha Tin, terdapat formasi batu setinggi sekitar 15 meter yang dikenal sebagai Amah Rock. Bentuknya menyerupai seorang wanita yang sedang menggendong bayi.

Menurut legenda setempat, dulu kala, ada seorang istri nelayan yang setiap hari menunggu suaminya pulang dari melaut sambil menggendong anaknya. Sang suami tak pernah kembali, dan keduanya dipercaya berubah menjadi batu setelah diterpa badai. Kisah tersebut menjadikan Amah Rock sebagai simbol kesetiaan dan pengabdian.

9. Kai Tak

Kai Tak telah bertransformasi dari bekas bandara internasional menjadi kawasan modern yang dipenuhi fasilitas olahraga, hiburan, belanja, dan rekreasi. Salah satu daya tarik utamanya adalah Kai Tak Sports Park, kompleks olahraga seluas sekitar 28 hektare, dengan Kai Tak Stadium, Kai Tak Arena, dan Five Elements Playground di dalamnya.

Tak kalah menarik, di dalam kompleks ini juga ada Kai Tak Gallery, galeri gratis yang mengulas sejarah kawasan saat masih menjadi Bandara Kai Tak melalui foto arsip, video dokumenter, dan pameran interaktif.

10. Tsim Sha Tsui (TST)

Tsim Sha Tsui (TST) merupakan pusat wisata di Kowloon City untuk belanja dan mencari hiburan. Berada di tepi Victoria Harbour, kawasan ini menawarkan pemandangan langsung ke deretan gedung pencakar langit di Pulau Hong Kong. Berbagai museum, hotel, pusat perbelanjaan, hingga restoran juga mudah ditemukan di sepanjang kawasan ini.

Salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi adalah Tsim Sha Tsui Promenade dan Avenue of Stars. Jalur pejalan kaki di tepi pelabuhan ini menampilkan cetakan tangan para bintang film Hong Kong, termasuk Jackie Chan, serta patung Bruce Lee. Setiap malam pukul 20.00, kawasan ini menjadi tempat favorit untuk menyaksikan pertunjukan Symphony of Lights dengan latar Victoria Harbour.

Tak jauh dari sana terdapat Kowloon Park, ruang terbuka hijau yang asri. Di sekeliling taman membentang Hau Fook Street, jalan kuliner yang dipenuhi restoran lokal, kedai ramen, kafe, dan toko dessert khas Hong Kong.

Baca juga: Sejarah Sam Poo Kong: Jejak Tiongkok di Jantung Semarang

Tak banyak kawasan di Hong Kong yang berubah sedrastis Kowloon City. Jejak sejarahnya masih dapat ditemukan, sementara wajah barunya terus berkembang mengikuti zaman. Perpaduan itulah yang membuat kawasan ini tetap seru untuk dikunjungi hingga sekarang.

Exit mobile version