JNEWS – Indonesia tidak hanya punya pantai dan gunung. Ada juga wisata gurun pasir yang tersebar di berbagai daerah dengan karakter yang berbeda-beda, dari bekas tambang hingga hamparan pasir di kaki gunung dan tepi pantai. Menariknya, setiap lokasi menawarkan lanskap yang tidak biasa untuk ukuran negara tropis.
Wisata Gurun Pasir Indonesia, Wajib Dikunjungi
Delapan tempat wisata gurun pasir ini menunjukkan bahwa bentang pasir di Indonesia terbentuk dari proses yang beragam dan menghadirkan pengalaman yang tidak sama satu dengan lainnya. Ada yang masih alami, ada pula yang sudah dilengkapi wahana. Beragamnya destinasi ini memberikan pilihan yang layak dipertimbangkan saat ingin melihat sisi lain dari peta wisata tanah air.
Berikut adalah deretan wisata gurun pasir di Indonesia dan ciri khasnya masing-masing.

1. Gurun Pasir Telaga Biru Busung
Bekas tambang bauksit di Pulau Bintan ini berubah jadi lanskap yang tidak banyak orang sangka ada di Indonesia. Gurun Pasir Telaga Biru Busung membentang dengan warna pasir pucat, hampir putih, kontras dengan langit terbuka tanpa pepohonan tinggi.
Di tengah hamparan itu terdapat telaga berwarna biru terang. Airnya tenang, tidak berombak, dan terlihat jernih dari tepiannya. Perpaduan pasir terang dan air biru inilah yang membuat banyak foto tempat ini terlihat seperti di luar negeri.
Area wisata gurun pasir ini relatif terbuka. Angin cukup kencang karena tidak ada banyak penahan alami.
Pengelola menambahkan beberapa properti seperti ayunan kayu, hiasan bambu, replika unta, hingga area panahan ringan agar pengunjung punya titik aktivitas. Telaganya tidak dipakai untuk berenang, tetapi tersedia kano dan sepeda air dengan tarif sekitar Rp15.000–Rp20.000.
Waktu terbaik datang biasanya pagi atau menjelang sore ketika panas tidak terlalu menyengat dan warna pasir terlihat lebih lembut.
Baca juga: Gumuk Pasir Parangkusumo: Fakta-Fakta Menarik dan Panduan Wisata
2. Gumuk Pasir Tungtung Karang
Perjalanan menuju kawasan Pantai Sayang Heulang di Garut Selatan memakan waktu sekitar tiga jam dari pusat kota. Jalan berkelok dan menurun, lalu tiba-tiba muncul hamparan pasir yang berdiri sendiri di dekat pantai. Gumuk Pasir Tungtung Karang tidak luas, tetapi bentuk bukitnya sangat terlihat jelas dari kejauhan.
Julukan Sahara van Garut muncul dari foto-foto yang memperlihatkan kontur pasir cokelat terang dengan latar langit biru. Di sisi lain, suara ombak tetap terdengar karena pantainya tidak jauh. Tekstur pasir cukup halus, meski kadang bercampur butiran lebih kasar akibat angin laut.
Tidak banyak fasilitas khusus di gumuknya. Wisatawan yang datang berkunjung biasanya sekalian mampir ke Pantai Sayang Heulang atau Bukit Teletubbies yang lokasinya berdekatan. Datang pagi membantu menghindari panas berlebih sekaligus mendapatkan cahaya yang lebih stabil untuk foto.
3. Gumuk Pasir Parangkusumo
Di kawasan pesisir Bantul, Yogyakarta, terdapat bentang gumuk pasir alami yang terbentuk dari material vulkanik Gunung Merapi dan angin laut selatan. Gumuk Pasir Parangkusumo dikenal sebagai gumuk tipe barchan, dengan bentuk melengkung dan punggung pasir yang memanjang mengikuti arah angin.
Aktivitas paling populer di sini adalah sandboarding. Papan bisa disewa di sekitar lokasi, lalu digunakan untuk meluncur dari punggung gumuk yang lebih tinggi. Permukaan pasirnya bisa berubah kepadatan tergantung cuaca, sehingga laju papan tidak selalu sama.
Selain itu, area ini sering menjadi lokasi pemotretan karena teksturnya terlihat jelas saat sore hari. Letaknya yang dekat dengan Pantai Parangtritis membuat kunjungan mudah digabung dalam satu waktu.
4. Pasir Berbisik
Di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terbentang lautan pasir berwarna hitam keabu-abuan. Pasir Berbisik berada di jalur menuju kawah Bromo, sehingga hampir semua pengunjung melewatinya. Warna gelapnya berasal dari material vulkanik yang terus diperbarui oleh aktivitas gunung.
Nama “Berbisik” muncul dari suara gesekan halus ketika angin menggerakkan butiran pasir. Suara itu terdengar lebih jelas saat kendaraan belum ramai.
Akses menuju area wisata gurun pasir ini bisa menggunakan jeep, sepeda motor, atau kuda. Permukaan pasirnya cukup halus dan dapat membuat roda mudah selip, terutama saat masih lembap di pagi hari. Banyak wisatawan berhenti sejenak di tengah hamparan ini sebelum melanjutkan perjalanan ke kawah.
5. Padang Pasir Kersik Luway
Tidak berada di pantai, tidak pula di kaki gunung. Padang Pasir Kersik Luway justru muncul di tengah hutan tropis Sekolaq Darat, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Luasnya sekitar 500 hektare. Pasir putihnya tampak mencolok di antara pepohonan hijau yang rapat.
Beberapa langkah dari tepi pasir, vegetasi berubah drastis menjadi hutan lembap. Di area sekitar dapat ditemukan flora khas seperti kantong semar dan anggrek hitam.
Fasilitas di lokasi wisata gurun pasir ini masih terbatas, begitu juga akses jalannya. Persiapan perjalanan perlu diperhatikan karena belum banyak sarana wisata permanen. Daya tarik utamanya memang pada kontras lanskapnya yang jarang ditemukan di tempat lain.
6. Padang Pasir Pantai Tulamben
Di Bali Timur, tepatnya Karangasem, terdapat kawasan pesisir yang tidak hanya dikenal sebagai lokasi penyelaman, tetapi juga memiliki bentang pasir kering yang cukup luas. Padang Pasir Pantai Tulamben menyatu dengan garis pantai, sehingga pasir dan laut terlihat dalam satu pandangan.
Butiran pasirnya cenderung gelap akibat pengaruh material vulkanik Gunung Agung. Pohon lontar tumbuh tersebar dan memberi penanda visual khas wilayah kering Bali Timur. Ombak terdengar jelas karena jaraknya sangat dekat dengan laut.
Suasana di kawasan wisata gurun pasir ini lebih tenang dibanding pantai di Bali Selatan. Aktivitas yang umum dilakukan wisatawan adalah berjalan-jalan menyusuri tepi pantai, duduk menikmati angin, atau mengambil foto dengan latar laut dan gunung.
7. Gumuk Pasir Sumalu
Di Toraja Utara, lanskap pasir muncul di antara perbukitan hijau. Gumuk Pasir Sumalu memiliki permukaan yang lebih padat dibanding gumuk pesisir. Pijakannya stabil, tidak terlalu ambles saat dilalui. Bentuk gundukannya tidak beraturan, dengan lekukan yang terbentuk alami.
Di beberapa bagian terdapat telaga kecil yang menambah variasi pemandangan di lokasi wisata gurun pasir ini. Aktivitas yang tersedia termasuk meluncur dari sisi gumuk menggunakan papan sederhana. Karena teksturnya lebih padat, laju papan berbeda dari gumuk berpasir halus.
8. Padang Pasir Oetune
Di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, terdapat hamparan pasir yang berdampingan langsung dengan Pantai Oetune. Luasnya sekitar 100 meter persegi. Tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membentuk gelombang pasir yang tegas.
Kontur gumuknya memanjang dan membentuk garis-garis angin yang jelas saat cahaya datang dari samping. Warna pasir cokelat terang berpadu dengan laut biru di belakangnya.
Akses menuju lokasi relatif mudah meski membutuhkan waktu tempuh sekitar dua jam dari pusat kota terdekat. Fasilitas tidak terlalu banyak. Kebanyakan pengunjung datang untuk menikmati lanskap terbuka dan memanfaatkan pola alami pasir sebagai latar foto, terutama menjelang sore ketika bayangan gumuk terlihat lebih tegas.
Baca juga: Pulau Lumba-Lumba NTT: Destinasi Wisata Bahari yang Belum Banyak Dikenal
Bentang pasir seperti ini mungkin tidak langsung terbayang ketika membicarakan destinasi alam di Indonesia. Namun delapan tempat wisata gurun pasir di atas menunjukkan bahwa lanskap gurun kecil juga menjadi bagian dari keragaman alam yang tersebar di berbagai wilayah.