JNEWS – Bekerja di kafe sering jadi pilihan pekerja kreatif dan freelancer yang ingin suasana berbeda dari rumah. Work from cafe terasa lebih hidup, ada suara latar yang bikin tidak terlalu sepi, sekaligus memberi jeda dari rutinitas yang itu-itu saja.
Tapi di balik suasana santainya, kafe juga penuh distraksi kecil yang pelan-pelan bisa menggerus fokus. Obrolan meja sebelah, musik yang terlalu keras, sampai lalu-lalang orang sering membuat pekerjaan terasa lebih lama selesai.
Karena itu, bekerja dari kafe butuh pendekatan yang sedikit berbeda agar tetap produktif.
Work From Cafe, Ini Dia Tips agar Tetap Produktif
Fokus saat kerja di ruang publik tidak berarti harus memaksakan diri untuk selalu serius, tapi soal mengatur ritme yang pas. Ada kalanya suasana kafe justru membantu ide mengalir, terutama untuk pekerjaan yang menuntut kreativitas. Di sisi lain, tanpa pengaturan yang tepat, waktu bisa habis tanpa hasil yang jelas.
Pekerja kreatif dan freelancer perlu tahu cara menempatkan diri agar kafe benar-benar jadi tempat kerja, bukan sekadar tempat nongkrong. Ini dia beberapa tips yang bisa dicoba untuk dilakukan saat work from cafe untuk memastikan produktivitas tetap terjaga.
1. Pilih Kafe yang Ritmenya Cocok untuk Kerja
Kafe yang nyaman untuk kerja biasanya punya suasana yang mendukung. Karena kafe juga punya konsepnya masing-masing. Ada kafe yang memang cocok untuk nongkrong sambil ngobrol, ada kkafe yang estetik, cocok untuk foto-foto karena instagramable. Ada kafe yang memang dibuat untuk bekerja, suasananya tenang dengan Wi-Fi yang kencang.
Jadi, sebelum mulai work from cafe, coba perhatikan pola pengunjungnya, apakah lebih banyak yang datang untuk ngobrol panjang atau memang banyak yang kerja. Jam kunjungan juga berpengaruh besar, karena kafe yang tenang pagi hari bisa berubah jadi berisik sore hari.
Kalau sudah menemukan kafe yang “klik”, datanglah di jam yang sudah sama agar tubuh dan pikiran terbiasa. Kebiasaan kecil ini sering bikin fokus lebih cepat terkunci tanpa perlu adaptasi ulang setiap kali datang.
Baca juga: 10 Pekerjaan Freelance yang Menghasilkan Banyak Uang
2. Duduk dengan Posisi yang Minim Distraksi
Letak meja sangat menentukan, karena pengaruhnya besar ke konsentrasi. Duduk dekat pintu masuk membuat mata terus tergoda melihat orang keluar-masuk. Area dekat kasir juga rawan terganggu antrean dan suara pesanan.
Posisi yang menghadap tembok atau jendela cenderung lebih aman karena pandangan tidak terlalu sibuk. Dengan visual yang lebih tenang, otak bisa fokus ke layar tanpa harus terus memproses hal-hal di sekeliling. Ini sederhana, tapi sering jadi pembeda antara kerja yang lancar dan kerja yang tersendat.

3. Tentukan Tujuan Kerja sebelum Pesan Minum
Work from cafe artinya datang ke kafe dengan niat kerja. Jadi, tujuannya memang harus jelas, kalau tidak, akan berujung laptop dibuka lama, tapi progres minim.
Sebelum pesan minum, luangkan satu-dua menit untuk menentukan apa yang mau diselesaikan. Bisa mulai dulu dengan satu tugas kecil dengan durasi pendek. Misalnya menyelesaikan satu artikel, satu desain, atau satu bagian revisi. Setelah oke, baru lanjut ke tugas berikutnya satu per satu.
Dengan tujuan konkret, godaan distraksi akan lebih mudah ditahan. Rasanya juga lebih puas ketika pulang karena tahu ada hasil yang benar-benar beres.
4. Gunakan Headphone sebagai “Pagar Fokus”
Headphone tidak selalu harus dipakai untuk mendengarkan musik. Banyak orang memakainya hanya sebagai penanda bahwa mereka sedang fokus bekerja dan tidak mau diganggu.
Secara tidak langsung, ini memberi jarak dari lingkungan sekitar. Orang cenderung tidak menyapa atau mengajak ngobrol ketika melihat headphone terpasang. Kalau musik justru mengganggu, white noise atau suara ambience pelan bisa jadi pilihan. Bahkan tanpa suara pun, sensasi “terisolasi” ini sering cukup membantu menjaga fokus tetap stabil selama work from cafe.
5. Atur Durasi Kerja supaya Tidak Kelelahan
Work from cafe paling efektif kalau ada batas waktu yang jelas. Duduk terlalu lama sering membuat fokus menurun tanpa disadari. Tubuh lelah, pikiran mulai melayang, dan pekerjaan malah jadi lambat.
Menentukan durasi, misalnya satu sampai satu setengah jam, membantu menjaga energi tetap terkontrol. Setelah itu, bisa dievaluasi apakah masih produktif atau sebaiknya pindah tempat. Dengan durasi yang terukur, kerja terasa lebih ringan dan tidak menguras tenaga.
6. Batasi Aktivitas di Luar Pekerjaan Utama
Kafe memang penuh godaan kecil, dari notifikasi ponsel sampai obrolan meja sebelah. Kalau tidak dibatasi, hal-hal ini pelan-pelan memakan fokus.
Letakkan ponsel di tas atau posisi yang tidak mudah dijangkau bisa jadi langkah sederhana. Fokuskan layar laptop hanya pada aplikasi atau tab yang memang dibutuhkan. Semakin sedikit distraksi, semakin cepat otak masuk ke mode kerja.
7. Pesan Secukupnya agar Ritme Kerja Terjaga
Pesanan yang terlalu banyak sering tanpa sadar mengubah mode kerja jadi mode santai. Satu minuman biasanya cukup untuk satu sesi kerja. Kalau lapar, pilih camilan ringan yang tidak terlalu mengalihkan perhatian.
Dengan pesanan yang minimalis, kita akan cenderung lebih sadar waktu dan tujuan. Selain lebih hemat, fokus juga lebih terjaga karena tidak terlalu larut dalam suasana nongkrong. Kerja pun terasa lebih efisien tanpa kehilangan kenyamanan.

8. Tahu Kapan Harus Berhenti dan Pindah Tempat
Tidak semua hari cocok untuk work from cafe, dan itu wajar. Kalau sudah merasa sulit fokus, gelisah, atau hanya menatap layar tanpa progres, itu sinyal yang perlu diperhatikan.
Memaksakan diri justru sering bikin pekerjaan jadi berantakan. Kadang solusi terbaik adalah pulang dan melanjutkan kerja di rumah atau tempat lain yang lebih tenang.
Mengenali batas ini membantu menjaga kualitas kerja dan kesehatan mental. Fokus bukan soal bertahan lama, tapi soal tahu kapan harus berhenti.
Baca juga: Strategi Manajemen Waktu untuk Pekerja Freelance yang Efektif dan Efisien
Work from cafe bisa jadi pilihan yang menyenangkan sekaligus menantang, terutama bagi pekerja kreatif dan freelancer. Dengan pengaturan yang tepat, suasana santai bisa membantu fokus dan menjaga mood kerja tetap stabil.












