JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Hobi JONI
    • Lokasi JNE
    • Loker JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • Video
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • 34 Tahun JNE
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2024
      • Content Competition 2025
      • Pemenang Content Competition 2023
      • Pemenang Content Competition 2024
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • JNE x Slank
    • Pekan Kartini
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Hobi JONI
    • Lokasi JNE
    • Loker JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • Video
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • 34 Tahun JNE
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2024
      • Content Competition 2025
      • Pemenang Content Competition 2023
      • Pemenang Content Competition 2024
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • JNE x Slank
    • Pekan Kartini
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Mengenal North Sentinel Island: Pulau Terasing yang Menolak Peradaban Modern

by Penulis JNEWS
27 May 2025
North Sentinel Island yang Menolak Modernitas

Sumber: National Geographic

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Pulau ini adalah pulau kecil di tengah lautan luas, dikelilingi hutan lebat dan pantai berpasir putih. Dari kejauhan, tampak seperti surga tropis yang belum tersentuh. Namun, mendekatinya bisa berujung petaka. Inilah North Sentinel Island, salah satu tempat paling misterius dan terlarang di dunia.

North Sentinel Island terletak di Teluk Benggala, bagian dari Kepulauan Andaman dan Nicobar yang masuk wilayah India. Pulau ini berukuran sekitar 60 km², tak sampai sepersepuluhnya Jakarta.

Dikelilingi oleh terumbu karang yang tajam dan tanpa pelabuhan alami, menjadikannya sulit diakses oleh kapal. Hampir seluruh pulau tertutup hutan tropis yang lebat, dengan garis pantai sempit berpasir putih.

Pemerintah India melarang siapa pun mendekati pulau ini dalam radius 5 kilometer. Kenapa ya?

Mengenal Suku Sentinelese, Penghuni North Sentinel Island yang Tertutup

North Sentinel Island yang Menolak Modernitas

Meski North Sentinel Island berukuran kecil, tetapi pulau ini bukannya tanpa penghuni. Suku Sentinelese merupakan penghuni tetap pulau ini, dan sudah hidup di sana selama ribuan tahun.

Gaya hidup mereka tidak banyak berubah sejak zaman dulu. Tanpa listrik, tanpa internet, bahkan tanpa pertanian modern. Mereka bertahan hidup dengan cara berburu, memancing, dan mengumpulkan hasil hutan.

Suku ini dikenal sangat tertutup. Setiap kali ada orang luar mencoba mendekat, mereka langsung menolak. Penolakan itu bukan sekadar mengusir, tapi bisa menyerang dengan panah atau tombak. Kontak damai sejauh ini hampir tidak pernah berhasil.

Larangan dari pemerintah India untuk tidak mendekati pulau ini dalam radius 5 kilometer bukan dibuat sembarangan. Tujuan utamanya adalah menjaga agar suku Sentinelese tetap bisa hidup seperti biasa, tanpa gangguan dari luar. Mereka sudah terbiasa hidup dengan cara sendiri sejak lama. Kontak dengan orang luar justru bisa membahayakan mereka, bukan hanya secara budaya, tapi juga secara fisik.

Suku ini belum punya kekebalan terhadap penyakit umum seperti flu atau campak. Kalau terpapar, risikonya bisa fatal. Hal ini terjadi karena mereka hidup dalam isolasi total selama ribuan tahun. Tanpa kontak dengan dunia luar, sistem kekebalan tubuh mereka tidak pernah terpapar virus dan bakteri yang umum di masyarakat modern.

Di luar sana, banyak orang telah membangun kekebalan terhadap penyakit tertentu melalui paparan berulang atau vaksinasi. Namun, bagi komunitas yang terisolasi seperti Sentinelese, bahkan penyakit ringan bisa sangat berbahaya.

Sejarah menunjukkan bahwa kontak pertama dengan dunia luar sering kali membawa wabah yang mematikan bagi suku-suku terisolasi. Misalnya, suku Nahua di Peru kehilangan lebih dari 50% populasinya setelah kontak dengan dunia luar pada 1980-an.

Selain itu, larangan ini juga dibuat demi keselamatan para pengunjung. Karena setiap orang asing yang mencoba mendekat sering disambut dengan serangan panah. Jadi, menjaga jarak dari pulau ini sebenarnya demi kebaikan kedua pihak.

Karena sikap tertutup itu, informasi tentang suku Sentilenese di North Sentinel Island sangat terbatas. Ilmuwan tidak bisa masuk dan meneliti lebih jauh. Bahkan foto mereka pun sangat sedikit dan diambil dari kejauhan.

Jumlah mereka diperkirakan hanya sekitar 50 sampai 150 orang. Tapi tak ada data pasti. Pemerintah India dan para peneliti tidak diizinkan masuk untuk menghitung langsung. Meski begitu, mereka masih bertahan dan terlihat sehat secara fisik.

Baca juga: Panduan Wisata ke Pulau Andaman: Tip, Trik, dan Tempat Terbaik untuk Dikunjungi

Kasus-Kasus yang Pernah Terjadi

North Sentinel Island yang Menolak Modernitas
Sumber: Isle Keys

Suku Sentinelese sering disebut sebagai salah satu masyarakat paling terisolasi di dunia. Mereka menolak semua bentuk campur tangan, bahkan bantuan kemanusiaan sekalipun. Dan karena itu, mereka tetap menjadi misteri hidup di tengah zaman serba terbuka.

Meski sudah ada larangan untuk mendekat ke North Sentinel Island, bukan berarti tak ada yang mencoba juga. Rasa penasaran dunia luar terhadap mereka memang cukup besar. Tapi setiap upaya selalu berakhir dengan cerita yang sama: penolakan keras.

Salah satu yang paling dikenal adalah kasus dua nelayan India. Perahu mereka hanyut mendekati pulau pada tahun 2006. Mereka tidak pernah kembali. Jasad mereka ditemukan di pantai, kemungkinan besar disebabkan oleh suku Sentinelese.

Insiden paling ramai dibicarakan terjadi tahun 2018. Seorang misionaris asal Amerika, John Allen Chau, diam-diam masuk ke wilayah pulau. Tujuannya adalah menyebarkan ajaran agama. Tapi ia tidak sempat berkarya sama sekali. Tak lama setelah menginjakkan kaki, ia diserang dan tewas. Tim evakuasi pun tidak bisa mengambil jasadnya karena khawatir terjadi serangan lagi.

Sebelum kasus itu, pemerintah India dan beberapa peneliti juga pernah mencoba melakukan pendekatan damai. Ada yang mengirim hadiah makanan, alat, bahkan mainan. Tapi semuanya gagal. Setiap kali kapal mendekat, suku Sentinelese langsung menunjukkan sikap agresif. Mereka jelas tidak ingin diganggu.

Baca juga: Mengenal Suku Dayak Kayan: Warisan Budaya dan Tradisi yang Kaya

North Sentinel Island bukan cuma pulau terpencil di tengah laut. Di saat hampir semua tempat sudah tersentuh teknologi, pulau ini tetap bertahan dalam keheningan dan kesederhanaan.

Pulau ini mengingatkan bahwa tidak semua sudut bumi harus diubah atau didekati. Ada tempat yang memang sebaiknya dibiarkan seperti adanya. Modernisasi bukan satu-satunya jalan untuk semua orang. Justru dari kejauhan, kita bisa belajar banyak tentang arti hidup mandiri dan menjaga warisan nenek moyang.

North Sentinel Island juga jadi pelajaran soal menghormati perbedaan. Tak semua budaya perlu dipahami atau disetujui, tapi semua layak dihargai. Dan mungkin, justru karena tetap menjadi misteri, pulau ini jadi pengingat bahwa dunia ini masih punya ruang untuk hal-hal yang tidak kita sentuh, tapi tetap bisa kita hormati.

Tags: indiaLaut Andamanpulau terpencilsuku Sentinelesesuku terisolasiTeluk Benggala
Share447Tweet280
Next Post
Pulau Kakaban: Surga Ubur-Ubur Tak Menyengat

Pulau Kakaban: Surga Ubur-Ubur Tak Menyengat yang Unik di Dunia

TERKINI

Tempat Wisata di Bima dan Pesonanya

16 Tempat Wisata di Bima yang Bikin Jatuh Hati

29 August 2025
Tempat Wisata di Magelang Instagramable

9 Tempat Wisata di Magelang yang Lagi Hits dan Instagramable

29 August 2025
Oleh-Oleh Khas Dieng untuk Dibawa Pulang

15 Oleh-Oleh Khas Dieng yang Wajib Dibawa Pulang

29 August 2025
Kepala Cabang JNE Ciamis, Eko Triwastono (tengah) bersama karyawan.

JNE Ciamis Lirik Sektor Kuliner untuk Tingkatkan Kiriman

29 August 2025
kereta whoosh kini semakin terkoneksi dengan sejumlah bandara di Jakarta

Layanan Antarmoda: Whoosh Kini Terkoneksi dengan Bandara di Jakarta

29 August 2025
jne resmikan sales counter di ibu kota nusantara

Disertai Aksi Penghijauan, JNE Operasikan Sales Counter di Ibu Kota Nusantara

28 August 2025

POPULER

Pekerjaan Freelance untuk Mahasiswa sambil Kuliah

30 Pekerjaan Freelance untuk Mahasiswa, Cari Cuan sambil Kuliah

by Penulis JNEWS
20 August 2025

Tips Liburan Long Weekend Seru dan Hemat

Tips Liburan Long Weekend Cerdas biar Tetap Seru dan Hemat

by Penulis JNEWS
9 August 2025

Gili Air: Pantai Cantik, View Indah, dan Udara Segar

Gili Air, Tempat Liburan Ideal dengan Pantai Cantik, Pemandangan Indah, dan Udara Segar

by Penulis JNEWS
14 August 2025

Tempat Wisata di Tidore: Alam, Bahari, Sejarah

11 Tempat Wisata di Tidore: Alam, Bahari, dan Sejarah

by Penulis JNEWS
21 August 2025

Fahombo Nias: Tradisi Lompat Batu Warisan Leluhur

Fahombo Nias: Tradisi Lompat Batu yang Sarat Makna dan Keberanian

by Penulis JNEWS
7 August 2025

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Hobi JONI
    • Lokasi JNE
    • Loker JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • Video
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • 34 Tahun JNE
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2024
      • Content Competition 2025
      • Pemenang Content Competition 2023
      • Pemenang Content Competition 2024
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • JNE x Slank
    • Pekan Kartini

©2020 - Your Trusted Logistic Portal