Di masjid kampung yang ia jaga, dalam kepekatan dan kesunyian malam, Asnawi bersimpuh sujud pada Illahi, melaksanakan shalat tahajud. Air matanya menetes, berharap esok hari ada rezeki sebagai bekal menyambung hidup. Dan doa kakek 68 tahun itu terkabul.
Kabar itu datang saat jarum jam menunjuk pukul 09.00 WIB begitu Asnawi selesai mengepel dan membersihkan tempat wudhu masjid Kampung Cinangka, Anyer, Banten. Asnawi yang berprofesi sebagai marbot masjid mengucap syukur.
Beberapa lembar uang dan sekarung beras sudah terbayang di pelupuk mata. Selepas Dzuhur dia pun bergegas pergi menuju Villa Yatuna yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan. Siang itu ia tersenyum lega saat menerima santunan beras dan uang.
Baca Juga: Cara Aman Charge HP di Mobil dengan Car Charger
“Saya selalu menanti kedatangan bantuan JNE di Villa Yatuna. Saat ada pemberitahuan untuk datang dan akan mendapat santunan, umur saya serasa panjang kembali, karena bantuan JNE sudah menjadi harapan saya selama ini,” ujar Asnawi kepada JNEWS di sela-sela acara santunan, Sabtu (10/10/2020).
Menurut Asnawi, warga kurang mampu di Kampung Cinangka, yang sebelumnya bekerja sebagai buruh penggeprek biji melinjo untuk dibuat emping, kehidupan ekonominya menurun drastis usai pandemi Covid-19. “Permintaan emping melinjo hampir tidak ada, sehingga para buruh penggeprek sudah tidak mempunyai lagi pekerjaan”, ungkapnya.
Namun Asnawi dan warga lainnya sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari JNE dua bulan sekali. “Ini bisa memperpanjang bertahan hidup. Terima kasih JNE semoga terus maju dan berkembang dan tetap peduli dengan orang miskin”, tambah Asnawi dengan seulas senyum tersungging di wajahnya yang sudah penuh keriput.
Baca Juga: Kabar Baik, Pelaku UMKM Bakal Dapatkan Sertifikat Halal Gratis