JNEWS – Bali telah lama dikenal dengan keindahan alam dan budayanya. Tak hanya menjadi destinasi liburan, Bali juga merupakan tempat ideal bagi para pencari kerja dan mereka yang ingin melanjutkan pendidikan. Bagi yang ingin datang baik untuk sementara maupun menetap dalam waktu yang lama, wajib mengetahui biaya hidup di Bali.
Biaya hidup yang harus dihabiskan ketika tinggal di Bali sangat bervariasi, tergantung lokasi menetap. Daerah-daerah yang ramai didatangi wisatawan umumnya memiliki biaya hidup yang lebih mahal. Jika ingin hidup dengan nyaman, carilah lokasi tinggal sesuai dengan bujet yang dimiliki.
Biaya Hidup di Bali Berdasarkan Wilayah

Provinsi Bali mempunyai 9 wilayah administrasi yakni 8 kabupaten dan 1 kota. Wilayah tersebut masing-masing kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Jembrana, Karangasem, Klungkung, Tabanan serta kota Denpasar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, pengeluaran di setiap daerah sangat bervariasi.
Berikut taksiran rincian pengeluaran per orang selama satu bulan yang bisa dijadikan patokan oleh pendatang dan wisatawan untuk menghitung besar biaya hidup di Bali.
Badung
Badung merupakan kabupaten di Bali yang memiliki banyak objek wisata. Jika ingin tinggal di kawasan ini, rata-rata pengeluaran per bulannya mencapai Rp2.584.659. Rincian pengeluarannya adalah Rp1.081.710 untuk komponen makanan dan Rp1.502.949 untuk komponen non makanan.
Bangli
Kabupaten Bangli berlokasi di dataran tinggi, dekat dengan danau Batur. Pengeluaran untuk makan diketahui mencapai Rp785.360 per bulan. Sementara untuk biaya di luar kebutuhan makan sebesar Rp745.998. Total pengeluaran untuk hidup sebulan mencapai Rp1.531.358.
Buleleng
Selanjutnya di Kabupaten Buleleng, BPS mencatat besar pengeluaran bulanan untuk kebutuhan makan mencapai Rp578.543. Sedangkan sebesar Rp504.603 digunakan untuk biaya yang bukan makanan. Total pengeluaran bulanan mencapai Rp1.083.146.
Denpasar
Denpasar adalah ibu kota Provinsi Bali dan merupakan pusat ekonomi dan bisnis. Biaya hidup perbulan di daerah ini cukup tinggi yakni mencapai Rp2.621.604. Biaya untuk kebutuhan di luar makanan ditaksir mencapai Rp1.639.707. Sedangkan untuk kebutuhan makanan Rp981.897.
Gianyar
Sementara itu, bila memutuskan untuk tinggal di daerah Gianyar, maka biaya hidup yang perlu dipersiapkan adalah Rp1.940.056 per bulan. Untuk pengeluaran di pos makanan bisa mencapai Rp812.387. Sementara di luar itu, rata-rata pengeluaran berada di angka Rp1.127.669.
Klungkung
Untuk hidup di Kabupaten Klungkung, biaya yang harus dipersiapkan setiap bulannya mencapai Rp1.349.130. Besar angka tersebut untuk membiayai anggaran makan sebesar Rp640.809 dan kebutuhan di luar makan senilai Rp708.321.
Jembrana
Di Kabupaten Jembrana, besar pengeluaran untuk keperluan makanan adalah Rp656.850. Sementara untuk komponen di luar makanan sebesar Rp563.165. Total rata-rata pengeluaran per bulan adalah Rp1.220.015.
Karangasem
Karangasem merupakan kabupaten yang berlokasi di ujung timur Pulau Bali. Biaya hidup di sini sangat terjangkau. Rata-rata pengeluaran per bulan untuk kebutuhan makanan adalah Rp485.821. Sementara untuk kebutuhan di luar makan adalah Rp482.278. Total pengeluaran penduduk setempat ditaksir ada di angka Rp968.099.
Tabanan
Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan per bulan bila tinggal di daerah Tabanan adalah Rp1.694.323. Rinciannya Rp731.545 untuk keperluan makanan. Sementara Rp     962.778 untuk keperluan di luar makanan.
Berdasarkan data tersebut, biaya hidup di Bali yang paling mahal adalah ketika tinggal di Kota Denpasar. Sedangkan Kabupaten Karang Asem merupakan daerah dengan biaya hidup yang paling terjangkau.
Baca juga: Jenis-Jenis Pura di Bali: Makna, Fungsi, dan Keunikannya
Komponen Biaya Hidup di Bali yang Harus Disiapkan

Bagi para pendatang dan wisatawan yang ingin menetap di Bali baik untuk jangka pendek maupun panjang, maka berikut rincian komponen biaya yang harus disiapkan.
1. Sewa Tempat Tinggal
Komponen utama biaya hidup di Bali yang harus disiapkan adalah untuk sewa tempat tinggal. Terdapat beberapa pilihan tempat tinggal yang bisa disewa. Mulai dari kos-kosan, rumah, hingga villa.
Pilihan yang paling terjangkau adalah kos-kosan. Terdapat dua jenis kos yang dapat dipilih yakni kamar tanpa perabotan dan kamar yang sudah diisi perabot.
Kamar kos tanpa perabot standar seperti lemari, kasur dan meja dapat disewa dengan kisaran harga Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan. Sementara untuk kos yang sudah berisi perabotan, biaya sewa per bulan mulai dari Rp750.000 hingga Rp2.000.000.
Harga kos akan semakin mahal seiring dengan banyaknya fasilitas yang didapatkan. Misalnya kamar mandi dalam, tempat parkir hingga laundry. Selain itu, kos yang berada di sekitar lokasi wisata dan bisnis, harga sewanya juga lebih mahal.
Bila ingin menyewa rumah, rata-rata harga yang ditawarkan sekitar Rp4,5 hingga 5 juta per bulan. Sedangkan untuk villa, biaya sewanya per bulannya lebih tinggi, dengan kisaran mulai dari Rp15 juta.
2. Makanan dan Minuman
Selanjutnya adalah biaya untuk makanan dan minuman. Harga makanan yang ditawarkan sangat bervariasi tergantung lokasi pembelian dan jenis produk yang dibeli.
Biaya makan dan minuman yang standar berkisar mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 30.000. Bila ingin makan di restoran yang mewah, maka yang dikeluarkan pun bisa lebih mahal, dengan kisaran biaya Rp500.000 untuk satu kali makan.
Untuk menghemat pengeluaran makan, pilihlah tempat tinggal yang sudah memiliki fasilitas dapur bersama. Jadi bisa memasak makanan bagi diri sendiri. Bila dihitung, kisaran biaya yang harus dihabiskan untuk kebutuhan makanan dan minuman saat tinggal di Bali berkisar antara Rp900.000 hingga Rp1.500.000.
3. Belanja Kebutuhan Harian
Selain makanan dan minuman, jangan lupakan biaya untuk kehidupan sehari-hari. Mulai dari kebutuhan pribadi, kosmetik, internet, kamar mandi, dapur hingga pakaian. Buatlah daftar belanjaan yang harus dibeli setiap bulannya untuk mengetahui gambaran biaya yang harus dikeluarkan.
Pastikan untuk memprioritaskan hal-hal dasar yang sangat dibutuhkan terlebih dulu. Rata-rata biaya standar yang harus dikeluarkan seseorang untuk berbelanja kebutuhan per bulannya saat tinggal di Bali mencapai Rp500.000 hingga Rp900.000.
4. Transportasi
Komponen biaya hidup di Bali yang juga tak kalah penting adalah transportasi. Dibandingkan kota besar lainnya di Indonesia, transportasi umum di Bali masih standar saja. Kebanyakan penduduk lokal memiliki kendaraan pribadi.
Untuk memudahkan mobilitas di Bali, ojek online bisa menjadi pilihan. Opsi lainnya adalah menyewa sepeda motor, dengan biaya mulai Rp600.000 hingga Rp1,5 juta tiap bulan.
Beruntung jika para pendatang membawa kendaraan pribadi daerah asalnya. Biasanya biaya yang harus dikeluarkan adalah untuk bensin dan perawatan rutin, sekitar Rp350.000 per bulan.
5. Hiburan
Salah satu keuntungan tinggal di Bali adalah memiliki kemudahan akses ke sumber hiburan. Biaya untuk hiburan per bulannya tergantung pada lokasi dan jenis hiburan yang dipilih. Kisarannya adalah sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan.
Baca juga: Biaya Hidup di Jakarta: Panduan Lengkap untuk Pendatang Baru
Berdasarkan rincian biaya yang sudah dipaparkan, perkiraan biaya hidup di Bali selama satu bulan mulai dari Rp 2.500.000 hingga Rp5.000.000. Jadi, jika ingin berkunjung atau bahkan menetap di Pulau Bali, ada baiknya buatlah anggaran pengeluaran yang realistis sesuai dengan besar pendapatan yang dimiliki. Dengan persiapan yang matang maka para pendatang dan wisatawan akan lebih mudah beradaptasi dan menikmati nyamannya tinggal di Pulau Dewata.











