JNEWS – Setiap tahun, perayaan imlek selalu membawa suasana yang berbeda di sejumlah kota di Indonesia. Jalan-jalan dihiasi lampion merah, toko-toko menata dekorasi khas, dan keluarga-keluarga bersiap menyambut tahun baru dengan tradisi yang sudah dijalankan turun temurun.
Aktivitas Imlek memang seru. Selain tentunya beribadah dan mengucap terima kasih atas tahun yang baru, banyak keluarga juga berbelanja, makan bersama, dan berkumpul dengan orang terdekat.
Di beberapa daerah, suasananya terasa biasa saja. Namun di kota-kota tertentu, pergerakannya langsung meningkat tajam. Hotel penuh, jalan padat, dan agenda budaya tersusun rapi.
Pusat Perayaan Imlek di Indonesia yang Seru untuk Didatangi Setiap Tahun
Menariknya, setiap daerah punya cara sendiri dalam merayakan Imlek. Ada yang menghidupkannya lewat festival jalanan, ada yang dikenal karena parade budayanya, dan ada juga yang ramai berkat sajian kuliner khas yang hanya muncul di momen ini. Perbedaannya justru membuat suasananya terasa beragam dan tidak monoton dari satu kota ke kota lain.
Tidak heran jika banyak orang ingin ikut merasakan kemeriahan itu, meski tidak merayakan secara langsung. Atmosfernya terbuka dan bisa dinikmati siapa saja. Enam tempat berikut termasuk yang paling konsisten menghadirkan suasana meriah perayaan Imlek tersebut setiap tahun.

1. Petak Sembilan – Glodok, Jakarta
Kalau bicara pusat perayaan Imlek di Jakarta, nama Petak Sembilan hampir selalu muncul paling dulu. Kawasan ini memang sudah lama dikenal sebagai jantung Pecinan Jakarta.
Menjelang Imlek, toko-toko akan terlihat mulai menata dekorasi merah sejak beberapa minggu sebelumnya. Penjual kue keranjang, manisan, dan pernak-pernik seperti lampion atau amplop angpao memenuhi sisi jalan. Barongsai biasanya tampil di beberapa titik di kawasan ini. Area gang-gang kecil juga ikut hidup karena banyak pedagang musiman membuka lapak.
Di sekitar kawasan ini ada vihara tua yang selalu ramai dikunjungi saat malam pergantian tahun, yakni Vihara Dharma Bakti. Vihara ini termasuk salah satu yang tertua di Jakarta dan sudah berdiri sejak abad ke-17. Saat Imlek, tempat ini selalu ramai oleh umat yang datang untuk berdoa dan menyalakan dupa.
Baca juga: Kuliner Khas Petak Sembilan: Eksplorasi Rasa di Jantung Jakarta
2. Singkawang – Kalimantan Barat
Singkawang punya reputasi yang berbeda dibanding kota lain. Di sini, perayaan Imlek diselenggarakan sebagai festival kota berskala besar. Warganya memang banyak yang keturunan Tionghoa, jadi perayaannya benar-benar jadi bagian dari identitas daerah.
Lampion dipasang di sepanjang jalan utama. Toko, rumah, dan kelenteng ikut dihias seragam dengan warna merah dan emas.
Puncak perayaan Imlek akan dirayakan saat Cap Go Meh. Parade tatung menjadi daya tarik utama. Orang-orang berdiri berjejer di pinggir jalan untuk menyaksikan arak-arakan yang unik dan sarat makna budaya ini.
Tidak sedikit wisatawan luar daerah datang khusus untuk momen ini. Hotel-hotel bisa penuh jauh hari sebelum acara. Pemerintah daerah pun biasanya mengemasnya sebagai agenda wisata tahunan.

3. Klenteng Sam Poo Kong – Semarang
Sam Poo Kong di Semarang juga menjadi pusat ibadah sekaligus titik perayaan Imlek setiap tahunnya. Tempat ini memang sudah lama dikenal sebagai ikon wisata religi di Semarang.
Saat Imlek, pengunjung meningkat drastis. Ada pertunjukan barongsai, ada juga acara budaya yang melibatkan berbagai komunitas. Pengunjungnya tidak hanya warga Tionghoa. Banyak masyarakat umum yang datang karena tertarik dengan acara festivalnya.
4. Pontianak – Kalimantan Barat
Pontianak juga selalu ramai saat perayaan Imlek, meski mungkin tidak sepopuler Singkawang. Komunitas Tionghoa di kota ini cukup besar dan aktif menjaga tradisi.
Beberapa hari sebelum Imlek, toko-toko mulai menampilkan dekorasi khas. Jalan utama terlihat lebih semarak dengan ornamen merah dan lampion. Vihara-vihara setempat menjadi pusat kegiatan ibadah sejak malam tahun baru.
Perayaan Cap Go Meh di Pontianak biasanya akan diisi dengan arak-arakan budaya dan pertunjukan barongsai. Warga dari kabupaten sekitar sering datang untuk menonton. Aktivitas ekonomi pun ikut meningkat. Pedagang makanan, pernak-pernik, hingga jasa parkir merasakan dampaknya.
5. Medan – Sumatra Utara
Medan punya karakter yang berbeda lagi. Kota ini memang dikenal multikultural, dan perayaan Imlek menjadi salah satu perayaan terbesar. Kawasan Pecinan dan beberapa vihara besar selalu dipadati pengunjung. Malam pergantian tahun biasanya diwarnai doa bersama dan kunjungan keluarga.
Selain itu, pusat perbelanjaan di Medan sering mengadakan pertunjukan barongsai dan dekorasi tematik. Banyak restoran dan rumah makan khas Tionghoa juga ramai dikunjungi banyak keluarga yang makan bersama. Tradisi berkumpul menjadi bagian penting dari suasana Imlek di sini.
Kehadiran komunitas yang besar membuat perayaan di Medan terasa konsisten setiap tahun. Bukan hanya ramai saat hari H, tapi sudah terasa sejak beberapa minggu sebelumnya.

6. Kya-Kya Kembang Jepun – Surabaya
Surabaya punya kawasan Kembang Jepun yang sering disebut Kya-Kya. Area ini menjadi pusat kegiatan saat perayaan Imlek tiba. Lampion merah dipasang berderet dan langsung mengubah wajah kawasan tersebut. Banyak orang datang malam hari untuk menikmati suasana dan berburu kuliner.
Acara budaya biasanya digelar terbuka untuk masyarakat. Barongsai tampil di panggung kecil atau bahkan di depan toko-toko.
Di sekitar kawasan ini juga ada klenteng-klenteng tua yang ramai dikunjungi saat malam tahun baru. Aktivitas UMKM ikut bergerak karena arus orang meningkat. Surabaya mungkin tidak sebesar Singkawang dalam skala festival, tetapi bagi warga Surabaya, Kya-Kya sudah seperti titik temu tetap setiap kali Imlek datang.
Baca juga: Tips Mempersiapkan Rumah untuk Menyambut Imlek
Enam tempat ini menunjukkan bahwa perayaan Imlek di Indonesia bukan hanya perayaan satu komunitas, tetapi juga bagian dari warna budaya yang hidup dan terbuka. Keramaian yang terjadi setiap tahun adalah hasil dari tradisi yang terus dijaga dan diwariskan.












